Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

    8 September 2026 No Comments

    HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

    8 September 2026 No Comments

    Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

    8 September 2026 No Comments

    Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

    8 September 2026 No Comments

    Dana Bencana Disiapkan Rp1 Triliun, Menkeu: Ada Permintaan, Bisa Ditambah

    8 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Hukum»Rugikan Negara, Kejari Tangsel Sikat Mafia Kredit Fiktif Bank BUMN

Rugikan Negara, Kejari Tangsel Sikat Mafia Kredit Fiktif Bank BUMN

0
By Irfan Kurniawan on 24 June 2025 Hukum, Regional

TintaOtentik.Co – Tiga pejabat bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di BSD, Serpong ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Selasa, 24 Juni 2025. Mereka buat kredit fiktif dan rugikan negara hingga Rp10 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan Apsari Dewi mengatakan, kasus tersebut bermula adanya nasabah yang heran lantaran datanya masuk dalam blacklist BI checking. Padahal, belum pernah lakukan pinjaman.

“Mereka tidak pernah merasa ada pengajuan fasilitas kredit, kemudian tiba-tiba ketika di cek mereka mendapat blacklist dan ada yang tidak dilunasi di salah satu bank plat merah,” kata Apsari saat ungkap kasus di kantornya, Selasa, (24/6/2025).

Dewi menerangkan, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan memanggil 49 saksi untuk dimintai keterangan. Hasilnya, ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami menemukan bukti yang cukup untuk menaikan ke penyidikan dan menetapkan 3 tersangka yang memiliki peran masing-masing,” terang Dewi.

Dewi menuturkan, tiga orang yang jadi tersangka itu merupakan pejabat di bank pelat merah yang berkantor di BSD, Serpong. Mereka, memiliki peran masing-masing memanfaatkan kewenangan jabatan.

“Salah satunya ada tersangka yang memang menyediakan dokumen fiktif diajukan, ada tersangka lain yang memiliki tugas pokok dan fungsi meneliti berkas pengajuan kredit tersebut tapi tidak dilakukan. Sehingga pada bank plat merah tersebut ada potensi kerugian negara sebesar 10 miliar dari Kredit fiktif,” tutur Dewi.

Dewi menjelaskan, tiga tersangka itu berinisial MR, H, dan GSP. Dari hasil penyelidikan, mereka sudah beraksi menjalankan kredit fiktif sejak 2022-2024.

“Uang hasil kredit fiktif itu dikumpulkan di satu rekening penampung dan kami masih selidiki soal penggunaan uang tersebut,” jelas Dewi.

Dewi menyebut, penetapan tersangka tiga petinggi bank pelat merah itu sebagai komitmen Kejaksaan Negeri Tangsel dalam memberantas korupsi di tubuh BUMN.

“Ini komitmen kejaksaan terhadap bersih-bersih BUMN yang menjadi program pemerintah pusat untuk mewujudkan BUMN bersih, menuju Indonesia Emas 2045. Mengingat BUMN ini tulang punggung dari bangsa dan negara ini,” tegasnya.

Pihak Kejari Tangsel pun tak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus kredit fiktif bank pelat merah itu. Saat ini, penyidik tengah menelusuri aliran dana hasil kredit fiktif Rp10 miliar serta siapa saja yang terlibat.

Sementara para tersangka yang telah diringkus dijerat dengan Pasal 3 Ayat 1 juncto Pasal 18 Ayat 1 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Laporan: iwanpose

Bank BUMN Kejaksaan Tangsel Kejari Tangsel Kota tangsel Kredit Fiktif Mafia Kredit Fiktif Tangsel TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleForum Baris-berbaris Gelar Audiensi, Waka DPRD Banten Berpesan Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Next Article Benyamin Davnie Menunggu Arahan Gubernur Banten untuk Berkantor di Melati Mas Serpong Utara
Irfan Kurniawan

Related Posts

Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

8 September 2026

HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

8 September 2026

Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

8 September 2026

Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

8 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

By tintaotentik.co8 September 20260

TintaOtentik.Co – Pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) membeberkan bukti legalitas atas klaim tanah dan bangunan…

 

HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

8 September 2026

Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

8 September 2026

Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

8 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.