Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Prabowo di KTT BRICS 2026: Indonesia Tolak Didikte Hegemoni Global

    13 September 2026 No Comments

    Minyak Dunia Tembus US$ 108 per Barel, Bahlil: Berat, Tapi Tetap Tekan Harga BBM Subsidi

    13 September 2026 No Comments

    Prabowo Hadir Bersama Putin dan Para Pemimpin Dunia di KTT BRICS India

    13 September 2026 No Comments

    Serangan Drone Pipa Minyak Arab Saudi, Irak dan Iran Buka Penyelidikan Bersama

    13 September 2026 No Comments

    Bantu Indonesia Usir Asap Karhutla, Kapal Amfibi Militer Jepang Mendarat di Kalimantan

    13 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Hukum»Serangan Drone Pipa Minyak Arab Saudi, Irak dan Iran Buka Penyelidikan Bersama
Sistem Pipa Minyak Utama Arab Saudi Diserang Drone. (Foto: Istimewa)

Serangan Drone Pipa Minyak Arab Saudi, Irak dan Iran Buka Penyelidikan Bersama

0
By Irfan Kurniawan on 13 September 2026 Hukum, Internasional, Politik

TintaOtentik.co – Pemerintah Irak resmi mengandeng Iran untuk menggelar investigasi bersama terkait insiden serangan pesawat nirawak (drone)yang menghantam fasilitas jalur pipa minyak vital Timur-Barat (East-West Pipeline) milik Arab Saudi.

Langkah diplomasi ini diambil untuk mengusut keterlibatan wilayah perbatasan serta meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), kepastian kerja sama tersebut disepakati usai Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein menggelar pembicaraan via telepon bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (12/9/2026).

Kedua diplomasi kawakan tersebut meninjau serangkaian respons taktis atas aksi sabotase militer tersebut, sekaligus mematangkan rencana pembentukan komite investigasi independen gabungan untuk menyisir asal-usul serangan.

Selain menyepakati tim pencari fakta, Hussein dan Araghchi juga mengevaluasi pengetatan perimeter keamanan di sepanjang perbatasan Irak-Iran.

Pembicaraan ini menjadi modal awal jelang pertemuan strategis yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Senin (14/9/2026), yang melibatkan Irak, Iran, serta enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) guna membahas dinamika stabilitas keamanan di Selat Hormuz.

Eskalasi keamanan di Timur Tengah ini sebelumnya memuncak usai Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa instalasi pipa minyak Timur-Barat mereka diserang kawanan drone pada Jumat (11/9/2026).

Akibat insiden tersebut, Riyadh mengambil langkah darurat dengan menutup sementara operasional infrastruktur energi nasionalnya.

Sebagaimana dilansir dari Associated Press (AP), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menuding secara terbuka bahwa pesawat tanpa awak yang memicu kerusakan di fasilitas minyak tersebut diluncurkan dari dalam wilayah kedaulatan Irak.

Meski melontarkan tuduhan krusial, Pemerintah Arab Saudi melalui pernyataan resmi Saudi Press Agency (SPA) menegaskan belum akan mengambil tindakan balasan langsung terhadap Bagdad.

Riyadh memilih memberikan tenggat waktu serta ruang bagi pemerintah Irak untuk mengusut tuntas aksi terorisme energi tersebut secara transparan.

Jalur pipa minyak Timur-Barat merupakan urat nadi logistik energi terpenting bagi Arab Saudi.

Fasilitas ini membentang membelah daratan Arab untuk memasok dan mengalirkan minyak mentah dari ladang minyak di bagian timur menuju Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.

Arab Saudi berita internasional Geopolitik Timur Tengah Irak Iran Krisis Energi Global Pasokan Minyak Dunia Pipa Minyak Arab Saudi Sabotase Energi Serangan Drone Tim Investigasi Gabungan Tinta Otentik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBantu Indonesia Usir Asap Karhutla, Kapal Amfibi Militer Jepang Mendarat di Kalimantan
Next Article Prabowo Hadir Bersama Putin dan Para Pemimpin Dunia di KTT BRICS India
Irfan Kurniawan

Related Posts

Prabowo di KTT BRICS 2026: Indonesia Tolak Didikte Hegemoni Global

13 September 2026

Minyak Dunia Tembus US$ 108 per Barel, Bahlil: Berat, Tapi Tetap Tekan Harga BBM Subsidi

13 September 2026

Prabowo Hadir Bersama Putin dan Para Pemimpin Dunia di KTT BRICS India

13 September 2026

Bantu Indonesia Usir Asap Karhutla, Kapal Amfibi Militer Jepang Mendarat di Kalimantan

13 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Prabowo di KTT BRICS 2026: Indonesia Tolak Didikte Hegemoni Global

By Irfan Kurniawan13 September 20260

TintaOtentik.co – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan ketegasan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas…

 

Minyak Dunia Tembus US$ 108 per Barel, Bahlil: Berat, Tapi Tetap Tekan Harga BBM Subsidi

13 September 2026

Prabowo Hadir Bersama Putin dan Para Pemimpin Dunia di KTT BRICS India

13 September 2026

Serangan Drone Pipa Minyak Arab Saudi, Irak dan Iran Buka Penyelidikan Bersama

13 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.