TintaOtentik.co – Pemerintah Irak resmi mengandeng Iran untuk menggelar investigasi bersama terkait insiden serangan pesawat nirawak (drone)yang menghantam fasilitas jalur pipa minyak vital Timur-Barat (East-West Pipeline) milik Arab Saudi.
Langkah diplomasi ini diambil untuk mengusut keterlibatan wilayah perbatasan serta meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), kepastian kerja sama tersebut disepakati usai Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein menggelar pembicaraan via telepon bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (12/9/2026).
Kedua diplomasi kawakan tersebut meninjau serangkaian respons taktis atas aksi sabotase militer tersebut, sekaligus mematangkan rencana pembentukan komite investigasi independen gabungan untuk menyisir asal-usul serangan.
Selain menyepakati tim pencari fakta, Hussein dan Araghchi juga mengevaluasi pengetatan perimeter keamanan di sepanjang perbatasan Irak-Iran.
Pembicaraan ini menjadi modal awal jelang pertemuan strategis yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Senin (14/9/2026), yang melibatkan Irak, Iran, serta enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) guna membahas dinamika stabilitas keamanan di Selat Hormuz.
Eskalasi keamanan di Timur Tengah ini sebelumnya memuncak usai Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa instalasi pipa minyak Timur-Barat mereka diserang kawanan drone pada Jumat (11/9/2026).
Akibat insiden tersebut, Riyadh mengambil langkah darurat dengan menutup sementara operasional infrastruktur energi nasionalnya.
Sebagaimana dilansir dari Associated Press (AP), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menuding secara terbuka bahwa pesawat tanpa awak yang memicu kerusakan di fasilitas minyak tersebut diluncurkan dari dalam wilayah kedaulatan Irak.
Meski melontarkan tuduhan krusial, Pemerintah Arab Saudi melalui pernyataan resmi Saudi Press Agency (SPA) menegaskan belum akan mengambil tindakan balasan langsung terhadap Bagdad.
Riyadh memilih memberikan tenggat waktu serta ruang bagi pemerintah Irak untuk mengusut tuntas aksi terorisme energi tersebut secara transparan.
Jalur pipa minyak Timur-Barat merupakan urat nadi logistik energi terpenting bagi Arab Saudi.
Fasilitas ini membentang membelah daratan Arab untuk memasok dan mengalirkan minyak mentah dari ladang minyak di bagian timur menuju Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.
