Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Internasional

Tak Gentar dengan Ancaman AS, Indonesia Tegaskan Otonomi Strategis dalam Kebijakan Luar Negeri

0
By Sulis on 1 February 2025 Internasional

TintaOtentik.co – Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Phillips Jusario Vermonte, menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu khawatir terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait negara-negara yang ingin melepaskan diri dari dolar AS, termasuk anggota BRICS.

Indonesia, kata Phillips, akan tetap menjalin hubungan baik dan bekerja sama dengan berbagai negara sesuai dengan kepentingan nasional.

Dalam konferensi pers di Kantor Komunikasi Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/1), Phillips menyampaikan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS tidak berarti memutus hubungan dengan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.

“Jadi saya kira sesuatu yang dilakukan oleh Indonesia dalam hal hubungan luar negeri adalah murni otonomi strategis. Bergabung dengan BRICS kan bukan berarti kita meninggalkan hubungan-hubungan lain yang kita selenggarakan dengan negara-negara Barat, misalnya dengan Amerika Serikat atau dengan Uni Eropa dan negara-negara lain,” ucap Phillips.

Pernyataan ini merespons berbagai spekulasi mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia setelah resmi bergabung dengan BRICS—kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Phillips menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menegaskan komitmen Indonesia untuk menerapkan otonomi strategis dalam kebijakan luar negeri.

Dengan pendekatan ini, Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan berbagai negara tanpa harus terikat pada satu blok geopolitik tertentu.

“BRICS adalah hanya salah satu dari berbagai organisasi lain yang diikuti Indonesia. Dan di dalam BRICS juga ada negara-negara besar yang kepentingannya sama dengan Indonesia dalam hal ekonomi dan pembangunan,” terangnya.

Ia juga mencontohkan India, yang meskipun memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat, tetap menjadi bagian dari BRICS.

Lebih lanjut, Phillips memastikan bahwa Indonesia tetap aktif di berbagai forum internasional lainnya, seperti G20, APEC, serta dalam proses keanggotaan OECD yang didominasi oleh negara-negara Barat.

“Jadi, menurut saya tidak ada yang harus diantagoniskan,” tukasnya.

Amerika Serikat as ancam Indonesia brics BRICS Dollar Dollar Dollar Amerika Dollar turun Donald Trump Indonesia BRICS jubir pco Mata Uang BRICS Prabowo Subianto TintaOtentik.Co Trump ancam BRICS
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBeberapa Saham Global Anjlok Hadirnya DeepSeek, Joss! Inflasi Indonesia Terjaga Rendah
Next Article Solusi Masyarakat Mendapatkan LPG 3 Kg di Tengah Kebijakan Baru
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.