Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Mendagri dan Mentan Tandatangani SEB, Dorong Daerah Jalankan Swasembada Pangan

    12 October 2026 No Comments

    Danantara Amankan Dividen BUMN untuk Mesin Investasi Nasional

    12 October 2026 No Comments

    Inflasi Naik Jadi 3,28 Persen, Mendagri Desak Pemda Perketat Kendali Harga

    12 October 2026 No Comments

    Perkuat Poros Strategis, Indonesia-Mesir Sepakat Kerja Sama Industri Pertahanan

    12 October 2026 No Comments

    Kemenkeu Gelontorkan TKD Rp599,2 Triliun, Topang Gaji 5,3 Juta ASN

    11 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Trade Deal Dengan AS Terancam Batal, RI Tarik Sejumlah Poin Mengikat dari Perjanjian

Trade Deal Dengan AS Terancam Batal, RI Tarik Sejumlah Poin Mengikat dari Perjanjian

0
By Irfan Kurniawan on 10 December 2025 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Kesepakatan dagang yang telah diraih antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) pada bulan Juli lalu kini menghadapi risiko kegagalan. Sebuah sumber pejabat AS mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah menarik kembali sejumlah janji yang sebelumnya disepakati oleh kedua belah pihak dalam kerangka perjanjian tersebut.

Pejabat tersebut, yang berbicara kepada Reuters pada hari Selasa (9/12), tidak memberikan detail spesifik mengenai komitmen mana yang ditarik oleh Indonesia.

“Mereka mengingkari apa yang telah kita sepakati pada Juli,” kata pejabat AS tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, telah menerima pemberitahuan dari pejabat Indonesia bahwa Jakarta tidak dapat menyetujui beberapa komitmen yang bersifat mengikat (binding commitments). Indonesia juga dikabarkan ingin menegosiasikan ulang formulasi perjanjian dagang dengan Washington.

Pejabat AS tersebut menilai bahwa upaya negosiasi ulang ini justru dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih merugikan bagi pihak Washington, terutama jika dibandingkan dengan dua perjanjian serupa yang baru-baru ini berhasil dicapai AS dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia dan Kamboja.

Sebagai latar belakang, kesepakatan dagang awal yang diumumkan pada bulan Juli tersebut mencakup komitmen Indonesia untuk menghapus tarif pada lebih dari 99 persen barang impor yang berasal dari AS.

Indonesia juga setuju untuk menghilangkan semua hambatan non-tarif yang selama ini dihadapi oleh perusahaan-perusahaan Amerika. Sebagai imbalannya, AS bersedia menurunkan tarif impor untuk produk-produk asal Indonesia, dari tarif rata-rata 32 persen menjadi 19 persen.

Perjanjian ini pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 15 Juli 2025. Saat itu, Trump memuji perjanjian tersebut sebagai “kemenangan besar bagi produsen mobil, perusahaan teknologi, pekerja hingga petani AS.”

Perkembangan ini muncul tidak lama setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada pekan lalu sempat menyebut Indonesia “agak keras kepala” dalam proses negosiasi dagang. Meskipun Bessent tidak memerinci kesulitan lobi-lobi yang dihadapi dengan Republik Indonesia.

Amerika Amerika Serikat as Donald Trump Ekonomi Indonesia Hubungan Bilateral Indonesia Amerika Hubungan Kerjasama Indonesia indonesia Kerjasama Dagang AS Indonesia Kerjasama Indonesia Kerjasama Indonesia Amerika Prabowo Subianto TintaOtentik.Co Trade
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleLagi Liputan OTT KPK, Jurnalis iNews Dikeroyok di Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah
Next Article Pemerintah Siapkan Perpres Pembatasan Pembelian LPG 3 Kg untuk Golongan Mampu
Irfan Kurniawan

Related Posts

Mendagri dan Mentan Tandatangani SEB, Dorong Daerah Jalankan Swasembada Pangan

12 October 2026

Danantara Amankan Dividen BUMN untuk Mesin Investasi Nasional

12 October 2026

Inflasi Naik Jadi 3,28 Persen, Mendagri Desak Pemda Perketat Kendali Harga

12 October 2026

Perkuat Poros Strategis, Indonesia-Mesir Sepakat Kerja Sama Industri Pertahanan

12 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Mendagri dan Mentan Tandatangani SEB, Dorong Daerah Jalankan Swasembada Pangan

By Sulis12 October 20260

TintaOtentik.co – Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian resmi menyatukan langkah strategis dengan meneken Surat…

Danantara Amankan Dividen BUMN untuk Mesin Investasi Nasional

12 October 2026

Inflasi Naik Jadi 3,28 Persen, Mendagri Desak Pemda Perketat Kendali Harga

12 October 2026

Perkuat Poros Strategis, Indonesia-Mesir Sepakat Kerja Sama Industri Pertahanan

12 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.