Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

    29 May 2026 No Comments

    PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

    29 May 2026 No Comments

    Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

    29 May 2026 No Comments

    SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

    27 May 2026 No Comments

    Rp16 Ribu per Kilogram, Malaysia Gelontorkan Rp8 Triliun Beli Beras Indonesia 500 Ton

    26 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Gaya Hidup

Waspada! 15 Aplikasi di Play Store Ini Curi Data Pribadi dan Keuangan

0
By Irfan Kurniawan on 27 April 2025 Gaya Hidup, Hukum, Nasional

TintaOtentik.co – Sebanyak 15 aplikasi di Google Play Store terindikasi berbahaya karena diduga mencuri data pribadi hingga informasi keuangan pengguna. Aplikasi-aplikasi ini bahkan telah diunduh jutaan kali, membuat ancamannya semakin meluas.

Dalam laporan yang dirilis MacAfee, tercatat aplikasi-aplikasi tersebut telah diinstall lebih dari 8 juta kali. Sebagian besar di antaranya berasal dari aplikasi pinjaman online (pinjol) palsu yang dikategorikan sebagai Spy Loan.

Dari 15 aplikasi berbahaya itu, diketahui tiga di antaranya tersedia di Indonesia. Total, seluruh aplikasi berbahaya tersebut sudah dipasang oleh sekitar 2 juta pengguna di tanah air.

Menurut McAfee, aplikasi-aplikasi berbahaya ini menggunakan nama, logo, dan desain yang menyerupai aplikasi keuangan resmi. Penipu juga aktif mempromosikan aplikasi palsu tersebut melalui iklan di media sosial.

Modus operandi yang digunakan cukup licik: aplikasi pinjol palsu itu menawarkan bunga rendah serta syarat pengajuan yang mudah untuk menarik korban. Namun setelah mengunduh aplikasi, pengguna akan diminta mengisi data pribadi dan keuangan.

Data inilah yang kemudian digunakan penjahat siber untuk meneror korban dengan menagih pinjaman berbunga tinggi, hingga akhirnya banyak korban yang tidak sanggup membayar.

Penipuan ini, menurut laporan, terutama menyasar pengguna dari tiga kawasan, yaitu Amerika Selatan, Asia Selatan, dan Afrika.

Berikut daftar 15 aplikasi berbahaya yang dilaporkan, sebagaimana dikutip dari Tom’s Guide, Sabtu (26/4/2025):

1.  Préstamo Seguro-Rápido, Seguro (1 juta download)
2. Préstamo Rápido-Credit Easy (1 juta download)
3. Get Baht Easily – Quick Loan (1 juta download)
4. RupiahKilat-Dana cair (1 juta download)
5. Borrow Happil – Loan (1 juta download)
6. Happy Money (1 juta download)
7. KreditKu – Uang Online (500.000 download)
8. Dana Kilat – Pinjaman Kecil (500.000 download)
9. Cash Loan-Vay tiền (500.000 download)
10. RapidFinance (100.000 download)
11. PrêtPourVous (100.000 download)
12. Huayna Money – Préstamo Rápido (100.000 download)
13. lIPréstamos: Rápido Crédito (100.000 download)
14. ConseguirSol-Dinero Rápido (100.000 download)
15. ÉcoPrêt Prêt En Ligne (100.000 download)

Aplikasi Berbahaya Aplikasi Berbahaya Play Store Aplikasi Curi Data Aplikasi Hacker Aplikasi Pencuri Data Aplikasi Pencuri Uang Berita Teknologi Play Store tech Tech Information TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleFinal Copa Del Rey 2025, Mbappe Cadangan, Torres Ujung Tombak Barcelona
Next Article 200 Ton Sampah Tangsel Dibersihkan! DLH : Demi Mengembalikan Fungsi Jalan Masyarakat
Irfan Kurniawan

Related Posts

KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

29 May 2026

PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

29 May 2026

Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

29 May 2026

SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

27 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

By tintaotentik.co29 May 20260

TintaOtentik.Co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penerimaan uang yang dilakukan pegawai-pegawai di Kementerian…

 

 

 

PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

29 May 2026

Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

29 May 2026

SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

27 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.