Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Ngeri! LMND Tantang Pemkot Buka-bukaan Standar Kelayakan Pengadaan Sewa Mobil Dinas Tangsel

    12 July 2026 No Comments

    Manifesto KARAT 27 Tahun Gaungkan Pasal 33 UUD 1945 Hingga Lawan Mafia Kartel

    12 July 2026 No Comments

    Etik Suryani Kenakan Masker dan Serba Hitam Saat Digelandang KPK dari Mapolresta Solo

    10 July 2026 No Comments

    Dishub Tangsel Geser Anggaran Rp400 Juta untuk Jamin Bus Sekolah Gratis

    10 July 2026 No Comments

    Kepung Gedung RANS BSD, Koalisi Mahasiswa Desak Audit Jabatan Strategis BUMN

    10 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Opini»100 Hari Kerja Maesyal-Intan, Sepi Gebrakan, Ramai Pencitraan

100 Hari Kerja Maesyal-Intan, Sepi Gebrakan, Ramai Pencitraan

0
By Irfan Kurniawan on 3 June 2025 Opini, Regional

Artikel ini ditulis oleh Ahmad Priyatna Peneliti TRUTH

Seratus hari pertama biasanya menjadi panggung awal bagi para kepala daerah untuk menunjukkan arah, niat, dan nyali. Namun, di Kabupaten Tangerang, panggung itu justru dipenuhi senyap. Tak ada gebrakan, tak ada letupan ide besar yang ada hanya administrasi yang rapi, dan barangkali terlalu rapi untuk disebut progresif.

Pasangan Bupati Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah memang memulai dengan sederet program yang digadang-gadang sebagai “lompatan kemajuan” mulai dari digitalisasi layanan, peningkatan pendapatan daerah, pasar murah, hingga peluncuran lima program unggulan. Sayangnya, di balik gemerlap judul dan seremoni peluncuran, banyak hal yang justru luput dari sentuhan yaitu akar persoalan yang nyata di hadapan rakyat.

Kenaikan penerimaan pajak daerah sebesar 17 persen kerap dibanggakan. Digitalisasi sistem pembayaran disebut-sebut sebagai penyebabnya. Tapi pertanyaannya adalah setelah uangnya terkumpul, ke mana perginya? Transparansi pemanfaatan dana tersebut masih jauh panggang dari api. Rakyat belum bisa melihat apakah uang pajak mereka berubah menjadi jalan yang mulus, layanan kesehatan yang layak, atau hanya menguap dalam belanja rutin birokrasi lengkap dengan rapat-rapat dan honorarium yang berlipat.

Masalah yang lebih mendesak justru masih menganga yaitu kemiskinan, banjir, dan pengelolaan sampah. Ketiganya bukan isu baru, tapi tetap menjadi langganan tahunan yang tak pernah mendapat solusi tuntas. Kemiskinan tidak hanya soal kurangnya uang, tapi juga minimnya akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan dasar. Banjir yang tak kunjung usai mencerminkan carut-marut tata ruang dan buruknya sistem drainase. Sementara itu, sampah masih menjadi “pemandangan alam” di banyak titik kota diam di tempat, membusuk bersama janji-janji pembangunan.

Adapun lebih mengkhawatirkan, belum tampak tekad untuk membenahi jantung pemerintahan, reformasi birokrasi. Pelayanan publik masih berbelit, belanja daerah belum efisien, dan transparansi anggaran lebih sering jadi jargon daripada praktik. Padahal, dari sinilah semua perubahan seharusnya bermula. Tanpa ini, pembangunan hanya akan jadi panggung pertunjukan, bukan proses perbaikan.

Seratus hari Maesyal Intan berlalu tanpa konflik besar, tapi juga tanpa arah jelas. Mereka hadir sebagai pengelola status quo, bukan pengubah keadaan. Pemerintahan ini tampak sibuk menyusun laporan, tapi belum sempat menyentuh kenyataan. Jika arah kebijakan selanjutnya hanya mengulang parade simbolik dan rutinitas seremonial, maka Kabupaten Tangerang akan terus berjalan di tempat, indah di laporan muram di kenyataan. [***]

100 Hari Kerja Maesyal-Intan 100 Hari Kerja Maesyal-Intan Ramai Pencitraan 100 Hari Kinerja Maesyal-Intan Maesyal-Intan Sepi Gebrakan Peneliti TRUTH TintaOtentik.Co TRUTH
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleNaik Rp300 Ribu, Sri Mulyani: Bantuan Subsidi Upah Khusus Pekerja Bergaji Dibawah Rp3,5 Juta
Next Article Fasilitasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Sekda Tangsel: Semoga Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Irfan Kurniawan

Related Posts

Ngeri! LMND Tantang Pemkot Buka-bukaan Standar Kelayakan Pengadaan Sewa Mobil Dinas Tangsel

12 July 2026

Manifesto KARAT 27 Tahun Gaungkan Pasal 33 UUD 1945 Hingga Lawan Mafia Kartel

12 July 2026

Dishub Tangsel Geser Anggaran Rp400 Juta untuk Jamin Bus Sekolah Gratis

10 July 2026

Kepung Gedung RANS BSD, Koalisi Mahasiswa Desak Audit Jabatan Strategis BUMN

10 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Ngeri! LMND Tantang Pemkot Buka-bukaan Standar Kelayakan Pengadaan Sewa Mobil Dinas Tangsel

By tintaotentik.co12 July 20260

TintaOtentik.Co – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Tangerang Selatan menyoroti kebijakan Pemerintah Kota…

 

 

 

 

 

Manifesto KARAT 27 Tahun Gaungkan Pasal 33 UUD 1945 Hingga Lawan Mafia Kartel

12 July 2026

Etik Suryani Kenakan Masker dan Serba Hitam Saat Digelandang KPK dari Mapolresta Solo

10 July 2026

Dishub Tangsel Geser Anggaran Rp400 Juta untuk Jamin Bus Sekolah Gratis

10 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.