Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI: Kesadaran Situasional

    15 July 2026 No Comments

    75 Persen Kebakaran Diakibatkan Arus Pendek, Damkar Tangsel Berikan 10 Apar ke Warga Parigi

    14 July 2026 No Comments

    Alarm Kerapuhan Tata Kelola PBNU: Pakar Peringatkan Potensi Infiltrasi Kepentingan Asing

    14 July 2026 No Comments

    Modus Bansos Palsu, Ratusan Petani Jember Tiba-Tiba Ditagih Utang Bank Rp41,4 Miliar!

    14 July 2026 No Comments

    Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diserahkan ke Kejagung, KPK Minta Publik Ikut Mengawal

    14 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Internasional»Multiple Alignment dan Global Middle Power: Peran Strategis Indonesia di Tengah Konflik Global

Multiple Alignment dan Global Middle Power: Peran Strategis Indonesia di Tengah Konflik Global

0
By Irfan Kurniawan on 16 December 2025 Internasional, Nasional, Politik

Tintaotentik.co – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyoroti bahwa serangkaian kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sepanjang tahun 2024 hingga 2025 ke berbagai negara mitra dan mitra strategis telah berfungsi untuk memperkukuh kedudukan Republik Indonesia sebagai global middle power.

Dalam pidatonya saat menyampaikan Refleksi dan Rilis Akhir Tahun 2025 serta Outlook 2026 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa status ini mengindikasikan adanya kapasitas Indonesia untuk memberikan pengaruh substantif dalam arena internasional.

Ia menambahkan, konteks ini semakin relevan mengingat kawasan ASEAN kini telah bertransformasi menjadi episentrum baru dalam geostrategi dunia.

“Indonesia telah menampilkan peran diplomasi yang proaktif, adaptif, dan berwibawa melalui penerapan pendekatan multiple alignment,” ujar Ace.

Menurutnya, pendekatan ini adalah perwujudan aktual dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif dalam konstelasi global kontemporer.

Tantangan Global dan Regional


Ace Hasan Syadzily juga memaparkan bahwa berbagai konflik yang sedang berlangsung di berbagai belahan dunia—mulai dari Ukraina, Laut Merah, Timur Tengah, konflik India-Pakistan, hingga Semenanjung Korea—menegaskan bahwa isu-isu seperti kemanusiaan, energi, dan keamanan global tetap menjadi faktor krusial yang menentukan stabilitas dunia secara keseluruhan.

Lebih lanjut, di kawasan Indo-Pasifik, dinamika geopolitik saat ini diwarnai oleh peningkatan postur militer, eskalasi kompetisi maritim, dan manuver yang semakin intensif dari kekuatan-kekuatan besar.

Selain itu, konflik regional di ASEAN, seperti di Thailand dan Kamboja, turut memperkeruh lanskap geopolitik kawasan.
Menanggapi rivalitas antara kekuatan-kekuatan besar dunia, Lemhannas menekankan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang menuntut kemampuan untuk mempertahankan diri sebagai kekuatan penyeimbang.

Sekaligus, Indonesia harus berfungsi sebagai kekuatan konstruktif di tengah dinamika forum-forum internasional seperti Indo-Pasifik, BRICS, ASEAN, dan G20.

Pentingnya Hilirisasi dan Tata Kelola Sumber Daya

Lemhannas memprediksi bahwa persaingan untuk memperebutkan sumber daya alam kritis—terutama nikel, bauksit, tembaga, dan logam tanah jarang—akan menjadi semakin sengit. Menghadapi kondisi ini, Ace menegaskan: “Indonesia wajib memperkuat kebijakan hilirisasi, memperluas rantai pasok di tingkat domestik, serta menjamin tata kelola yang transparan dan berkeadilan.”

Secara keseluruhan, evaluasi Lemhannas menyimpulkan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia berada pada lintasan yang secara internal dinilai cukup tangguh, namun harus tetap menghadapi dinamika global yang masih mengandung risiko tinggi.

“Oleh karena itu, tahun 2026 harus dijadikan sebagai momentum untuk mempercepat pembangunan nasional sekaligus meningkatkan peran diplomasi internasional kita,” tutup Ace.

asean. Geopolitik berita internasional berita nasional berita politik diplomasi indonesia Geopolitik Indonesia global middle power Hubungan Bilateral hubungan diplomasi Indonesia hubungan internasional indonesia hubungan multilateral indonesia Konflik Global konflik timur tengah lemhanas lemhannas Multiple Alignment Politik Prabowo Situasi Global TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBukan Hanya Lari, Ini 5 Latihan Super Efektif Pembakar Kalori yang Memberi Manfaat Ganda
Next Article Kasus Narkotika Wilayah Kedaung, Saksi Laporkan Penyebar Hoax ke Polda Metro Jaya
Irfan Kurniawan

Related Posts

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI: Kesadaran Situasional

15 July 2026

75 Persen Kebakaran Diakibatkan Arus Pendek, Damkar Tangsel Berikan 10 Apar ke Warga Parigi

14 July 2026

Alarm Kerapuhan Tata Kelola PBNU: Pakar Peringatkan Potensi Infiltrasi Kepentingan Asing

14 July 2026

Modus Bansos Palsu, Ratusan Petani Jember Tiba-Tiba Ditagih Utang Bank Rp41,4 Miliar!

14 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Nasional

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI: Kesadaran Situasional

By tintaotentik.co15 July 20260

TintaOtentik.Co – Analis Politik Senior Boni Hargens merespons langkah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo…

 

 

 

 

 

75 Persen Kebakaran Diakibatkan Arus Pendek, Damkar Tangsel Berikan 10 Apar ke Warga Parigi

14 July 2026

Alarm Kerapuhan Tata Kelola PBNU: Pakar Peringatkan Potensi Infiltrasi Kepentingan Asing

14 July 2026

Modus Bansos Palsu, Ratusan Petani Jember Tiba-Tiba Ditagih Utang Bank Rp41,4 Miliar!

14 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.