Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Dukung Ketahanan Pangan, Karang Taruna Serpong Gelar Musyawarah Poktan Tingkat Kelurahan

    13 June 2026 No Comments

    Hadir Festival Kuliner Nusantara PDIP Banten, Hasto: Harus Bangga terhadap Pangan Lokal

    13 June 2026 No Comments

    Meski Pertamax Naik, Harga BBM Indonesia Masih Termurah di ASEAN

    12 June 2026 No Comments

    Selat Hormuz Ditutup Kembali, Wamenlu Arif: Pasokan Minyak RI Aman dari Afrika

    12 June 2026 No Comments

    Dinkes Tangsel Katakan Penerima Manfaat MBG Kelompok 3B Ada 28 Ribu

    12 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Pilkada Dipilih DPRD, KPK Akan Fokus Efisiensi Biaya Politik dan Akar Masalah Korupsi

0
By Sulis on 3 January 2026 Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menanggapi bergulirnya wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa esensi persoalannya bukan sekadar pada cara pemilihan dilakukan.

Lembaga antirasuah ini menilai, fokus utama seharusnya diarahkan pada pembangunan sistem yang mampu memangkas ongkos politik yang selangit serta mematikan celah praktik lancung.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memandang perdebatan mengenai pemilihan langsung maupun tidak langsung sebagai bagian dari proses pendewasaan demokrasi di Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek pencegahan korupsi dan penguatan moralitas penyelenggara negara tidak boleh dikesampingkan dalam perumusan kebijakan baru tersebut.

“Dalam setiap perubahan sistem politik, prinsip pencegahan korupsi, integritas, dan akuntabilitas harus dijaga,” tegas Budi saat memberikan keterangan pada Jumat, 2 Januari 2026.

KPK sendiri, melalui inisiatif Politik Cerdas Berintegritas (PCB), terus berupaya mengintervensi tata kelola keuangan partai politik dan proses rekrutmen kader agar lebih bersih.

Budi tidak menampik bahwa realitas politik hari ini, baik yang melibatkan rakyat secara langsung maupun melalui perwakilan, masih dibayangi oleh risiko korupsi yang bersumber dari tingginya modal kampanye.

“Biaya politik yang tinggi kerap mendorong praktik tidak sehat, seperti transaksi politik, penyalahgunaan kewenangan, hingga upaya pengembalian modal politik melalui kebijakan publik setelah terpilih,” paparnya menjelaskan pola umum korupsi politik.

Fenomena ini bukan sekadar teori. KPK merujuk pada fakta hukum dari berbagai kasus yang telah ditangani, termasuk perkara di Lampung Tengah.

Dalam kasus tersebut, proyek pemerintah diduga sengaja dikondisikan bagi para penyokong dana kampanye (tim sukses) demi melunasi utang modal politik sang kepala daerah terpilih.

Oleh sebab itu, KPK berpendapat bahwa mengganti metode pemilihan tanpa memperbaiki sistem pengawasan hanya akan memindahkan lokasi transaksi ilegal.

“Oleh karena itu, persoalan utamanya bukan semata-mata metode pemilihannya, melainkan bagaimana sistem yang diterapkan mampu menekan biaya politik dan menutup celah korupsi,” imbuh Budi.

Jika nantinya mekanisme pemilihan melalui DPRD benar-benar diterapkan, KPK mendesak adanya penguatan regulasi, transparansi yang ketat, serta sanksi hukum yang tidak pandang bulu.

Hal ini krusial agar perubahan tersebut tidak justru menciptakan “pasar gelap” politik transaksional yang baru antara calon pemimpin dan anggota legislatif.

Lembaga ini berharap agar kebijakan masa depan lebih memprioritaskan kemaslahatan masyarakat luas daripada sekadar perubahan prosedural.

“KPK mendorong agar setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada kepentingan publik, menjaga integritas demokrasi, serta memperkuat upaya pencegahan korupsi secara berkelanjutan,” tutup Budi.

Laporan: Tim

Efisiensi Anggaran Politik Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepala daerah dipilih dprd KPK KPK Akan Fokus Efisiensi Biaya Politik dan Akar Masalah Korupsi KPK Fokus Efisiensi Anggaran Politik KPK Soroti Akar Masalah Korupsi di Pilkada pemilihan kepala daerah dipilih DPRD TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKNPI Tangsel Layangkan 8 Rekomendasi Aspirasi Warga Cipeucang ke Pemkot
Next Article Pemerintah Tak Menolak Donasi Bencana, Prabowo: Harus Transparan dan Tanpa Motif Terselubung!
Sulis

Related Posts

Dukung Ketahanan Pangan, Karang Taruna Serpong Gelar Musyawarah Poktan Tingkat Kelurahan

13 June 2026

Hadir Festival Kuliner Nusantara PDIP Banten, Hasto: Harus Bangga terhadap Pangan Lokal

13 June 2026

Meski Pertamax Naik, Harga BBM Indonesia Masih Termurah di ASEAN

12 June 2026

Selat Hormuz Ditutup Kembali, Wamenlu Arif: Pasokan Minyak RI Aman dari Afrika

12 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Regional

Dukung Ketahanan Pangan, Karang Taruna Serpong Gelar Musyawarah Poktan Tingkat Kelurahan

By tintaotentik.co13 June 20260

TintaOtentik.Co – Karang Taruna Kecamatan Serpong menunjukan komitmen nyatanya dalam mendukung program ketahanan pangan wilayah.…

 

 

 

Hadir Festival Kuliner Nusantara PDIP Banten, Hasto: Harus Bangga terhadap Pangan Lokal

13 June 2026

Meski Pertamax Naik, Harga BBM Indonesia Masih Termurah di ASEAN

12 June 2026

Selat Hormuz Ditutup Kembali, Wamenlu Arif: Pasokan Minyak RI Aman dari Afrika

12 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.