Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pendapatan Negara Tembus Rp2.765 Triliun, Angka Kemiskinan Turun ke 8,25 Persen

    3 July 2026 No Comments

    KPK Siap Pelototi Rekam Jejak Korupsi di 750 BUMN yang Bakal Dibubarkan

    3 July 2026 No Comments

    Mudah-mudahan Tahun 2026 Terlaksana, Dindikbud Tangsel Sebut Seragam Sekolah Gratis untuk Afirmasi Dulu

    2 July 2026 No Comments

    Soroti Anggaran per Kelurahan Capai Rp800 Juta, Fraksi PSI Tangsel: Harus Tepat Sasaran

    2 July 2026 No Comments

    Marak Fenomena ‘Bangun Dulu Urus Izin Belakangan’, Dewan Demokrat: Tata Ruang Tangsel Berantakan!

    2 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Ekonom Sebut 2 Bulan Kedepan Indonesia Resesi, Purbaya: Jangan Tebar Ketakutan Masyarakat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: Dok/Istimewa)

Ekonom Sebut 2 Bulan Kedepan Indonesia Resesi, Purbaya: Jangan Tebar Ketakutan Masyarakat

0
By tintaotentik.co on 27 March 2026 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang membuat harga minyak dunia bergejolak tak akan berakhir pada resesi ekonomi.

Ia mengatakan, pimpinan negara yang menjadi motor perang saja sudah tertekan saat ini, sehingga berencana mengambil langkah untuk membuat harga minyak kembali stabil. Pimpinan negara itu ialah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Coba anda lihat. Sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? 100 dolar aja di sana BBM-nya naik hampir 100%, rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan? Bisa sampai 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, tapi di sana,” papar Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Sedangkan bagi Indonesia, ia sebut masih mampu menjaga stabilitas ekonomi domestik, meskipun harga minyak kerap naik tinggi di atas asumsi makro APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel. “Kalau kita masih bisa jaga di sini,” kata Purbaya.

Oleh sebab itu, Purbaya tampak geram merespons pernyataan sejumlah pengamat ekonomi yang kerap menyebut perekonomian Indonesia akan mengalami resesi dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, pernyataan itu bukan bentuk kritik kepada pemerintah, melainkan sebatas menciptakan sentimen buruk atau ketakutan di tengah-tengah masyarakat.

“Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa. Tapi jangan bilang begini: 2 bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur. Akan resesi,” kata Purbaya.

Apalagi, sentimen yang dibangun itu tidak didasarkan pada perhitungan ekonomi yang benar. Purbaya mengatakan, ekonom yang menyebut ekonomi RI hancur dalam dua bulan itu hanya mempertimbangkan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

“Alasannya karena harga minyak akan 200 dolar per barrel, rupiah akan berapa puluh ribu, ya kalau itu ya iya kalau harga minyak 200 dolar per barrel semua dunia resesi, tenang saja, enggak usah pusing,” kata Purbaya.

“Jadi asumsinya nggak masuk akal. Jadi itu bukan ekonom yang betul,” tegasnya.

Purbaya mengatakan bila ekonom itu memperhitungkan faktor risiko secara benar, maka akan mempertimbangkan seluruh estimasi risiko, mulai dari data historis, hingga kebijakan pemerintah yang selama ini telah dibuat dalam merespons tekanan global.

“Jadi itu hitungannya. Kalau ekonom itu seperti itu, jangan asbun. Kalau enggak ngerti, sekolah lagi, apalagi yang profesor itu, enggak pernah sekolah kok,” ungkapnya.

Laporan: Tim

Ekonom Sebut 2 Bulan Kedepan Indonesia Resesi Harga Minyak Dunia kemenkeu kementerian keuangan konflik timur tengah Menkeu Menteri Keuangan Perekonomian Indonesia Perekonomian RI purbaya Purbaya Jangan Tebar Ketakutan Masyarakat Resesi Stabilitas Ekonomi Indonesia TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleOptimalisasi Anggaran, Kemensos-Kemendagri Bakal Penghematan BBM dan Perjalanan Dinas
Next Article Strategi Transformasi Logistik Nasional 2027: Integrasi KAI Logistik dan Moda Trucking
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Pendapatan Negara Tembus Rp2.765 Triliun, Angka Kemiskinan Turun ke 8,25 Persen

3 July 2026

KPK Siap Pelototi Rekam Jejak Korupsi di 750 BUMN yang Bakal Dibubarkan

3 July 2026

Mudah-mudahan Tahun 2026 Terlaksana, Dindikbud Tangsel Sebut Seragam Sekolah Gratis untuk Afirmasi Dulu

2 July 2026

Soroti Anggaran per Kelurahan Capai Rp800 Juta, Fraksi PSI Tangsel: Harus Tepat Sasaran

2 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Pendapatan Negara Tembus Rp2.765 Triliun, Angka Kemiskinan Turun ke 8,25 Persen

By Irfan Kurniawan3 July 20260

TintaOtentik.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rapor hijau kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Ā 

Ā 

Ā 

KPK Siap Pelototi Rekam Jejak Korupsi di 750 BUMN yang Bakal Dibubarkan

3 July 2026

Mudah-mudahan Tahun 2026 Terlaksana, Dindikbud Tangsel Sebut Seragam Sekolah Gratis untuk Afirmasi Dulu

2 July 2026

Soroti Anggaran per Kelurahan Capai Rp800 Juta, Fraksi PSI Tangsel: Harus Tepat Sasaran

2 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All rightĀ reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.