TintaOtentik.Co – Pemerintah memberikan “taring” kepada pihak sekolah dalam mengawal jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak hanya sekadar menjadi penyalur, kepala sekolah kini diposisikan sebagai garda terdepan pengawas kualitas makanan yang dikirimkan ke para siswa.
Jika ditemukan ketidaksesuaian standar, sanksi berat hingga penghentian operasional menanti pihak penyedia. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa kewenangan kontrol ada di tangan pimpinan sekolah.
Hal ini bertujuan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak main-main dalam menyajikan hidangan yang berdampak langsung pada kesehatan anak didik.
“Kalau makanan yang dikirim tidak sesuai standar, kepala sekolah bisa komplain. Sekali, dua kali, tiga kali, bisa ditutup SPPG-nya,” tegas Zulhas di sela peninjauan program MBG di MAN 2 dan SMAN 1 Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (24/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas melakukan inspeksi langsung terhadap kelayakan menu yang diterima siswa. Ia mengingatkan bahwa kualitas makanan bersifat mutlak dan tidak boleh dikompromikan.
Pihak sekolah diminta untuk bersikap kritis dan tidak ragu menolak kiriman makanan jika dinilai berada di bawah standar gizi maupun kebersihan yang telah ditetapkan.
SPPG sebagai penyedia layanan diingatkan untuk menjalankan prosedur operasional secara disiplin. Pasalnya, pemerintah tidak akan mentoleransi pelanggaran yang terjadi secara berulang, terutama yang berkaitan dengan keamanan pangan bagi generasi muda.
Meskipun pengawasan diperketat, Zulhas juga memberikan catatan mengenai cara penyampaian keluhan. Ia menyarankan agar setiap temuan makanan yang bermasalah diselesaikan melalui jalur komunikasi resmi daripada langsung mengunggahnya ke ruang publik atau media sosial.
Zulhas menilai, penyelesaian secara langsung kepada pihak terkait melalui kanal komplain yang tersedia dianggap lebih efektif dalam memperbaiki sistem pelayanan secara sistemik tanpa menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu.
Dengan adanya pengawasan berlapis ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara optimal, sehat, dan tepat sasaran sesuai dengan misi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Laporan: Tim
