TintaOtentik.Co – Sejumlah perwakilan wali murid TK Islam Pembangunan (TKIP) dan SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang mendatangi gedung DPRD Kota Tangerang Selatan pada Rabu (26/8).
Perwakilan wali siswa TKIP-SDIP Pamulang, Mia, menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II sekaligus menyuarakan jaminan keamanan dan kenyamanan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi anak-anak serta guru di tengah polemik sengketa pengelolaan sekolah.
Menurut Mia, langkah ini diambil para orang tua siswa menyusul ketegangan yang sempat terjadi di lingkungan sekolah beberapa waktu lalu.
Kecemasan akan keselamatan fisik maupun psikologis anak-anak saat berada di area sekolah menjadi alasan utama mereka menyuarakan aspirasi langsung ke para wakil rakyat.
Mia melanjutkan, fokus utama kedatangan mereka murni demi keberlangsungan pendidikan anak-anak, tanpa ingin terlibat dalam sengketa antarlembaga yang sedang berlangsung.
“Poin kami adalah bagaimana kegiatan belajar mengajar anak-anak itu berjalan dengan aman, lancar, dan anak-anak nyaman di sekolah,” kata Mia usai menghadiri RDP bersama Komisi II DPRD Kota Tangsel, Rabu (26/8).
Mia menjelaskan, agenda utama keberadaan mereka di DPRD Kota Tangsel adalah untuk mendesak adanya jaminan agar anak-anak dapat kembali mengecap pendidikan dengan tenang tanpa dibayangi rasa takut.
Bagi Mia, polemik ini bukan hanya berdampak pada pihak sekolah maupun pihak yang tengah bersetru, melainkan juga untuk wali murid.
Ia menambahkan, sejumlah wali murid merasa cemas dan khawatir dengan meningkatnya tensi polemik yang menyeret TKIP-SDIP Pamulang.
“Nyamannya tidak hanya untuk anak-anak, tentu itu kami juga sebagai orang tua. Karena kejadian yang kemarin tentu juga ada kecemasannya di kami. Bagaimana kami melepas anak-anak di sana, apakah aman atau tidak. Nah, itu yang kami tuntut pada hari ini,” terangnya.
Lebih lanjut, Mia menekankan bahwa para orang tua tidak ingin ditarik ke dalam ranah konflik legalitas maupun perebutan aset yang melibatkan pihak pengelola.
“Dan kami tidak fokus dengan konflik yayasan atau apa, itu tidak menjadi ranah kami. Yang kami fokuskan adalah bagaimana anak-anak proses belajar mengajarnya tidak terganggu, baik dari anak-anak sendiri, guru-guru juga,” tegas Mia.
Melalui RDP tersebut, para wali murid berharap Komisi II DPRD Kota Tangsel bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menjamin proses belajar mengajar di TKIP dan SDIP Pamulang tetap kondusif dan aman.
“Sehingga deliver ilmu atau proses belajar mengajarnya itu berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Sebelumnya, polemik terkait pengelolaan TKIP-SDIP Pamulang antara Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali memanas usai sempat terjadi kericuhan di lokasi pada Sabtu (22/8) lalu.
Laporan: iwan
