Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Enggan Jawab Harga Los dan Kios Pasar, Disperindag Tangsel Malah Singgung Masalah Polikarbonat

    9 October 2026 No Comments

    Warga Geram! Jalan Cilenggang Rusak Berbulan-bulan Tak Kunjung Dibenahi Pemkot Tangsel

    9 October 2026 No Comments

    Meski Daerah Kerap Raih WTP, BPK Temukan Dana BOSP Bermasalah di 288 Pemda

    9 October 2026 No Comments

    Investasi Hilirisasi Indonesia Sentuh Rp650 Triliun

    9 October 2026 No Comments

    Pemerintah Bakal Kaji Ubah Subsidi Barang dengan Uang Tunai Secara Berkala

    9 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Unjuk Gigi Mata Uang Asia, Ringgit dan Rupiah Perkasa Tekan Dolar AS
Mata Uang Asia Unjuk Gigi, Ringgit dan Rupiah Tendang Dolar. (Foto: Istimewa)

Unjuk Gigi Mata Uang Asia, Ringgit dan Rupiah Perkasa Tekan Dolar AS

0
By Sulis on 26 August 2026 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Mayoritas mata uang di kawasan Asia sukses melibas dolar Serikat (AS) pada transaksi Rabu pagi (26/8/2026). Terpuruknya greenback memberi napas segar bagi pergerakan mata uang regional, meski laju penguatannya belum merata di seluruh negara.

Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.17 WIB, tujuh dari sepuluh mata uang utama Asia berhasil merangsek ke zona hijau memukul dolar AS. Sementara itu, dua mata uang terjerat di zona merah dan satu mata uang lainnya bergerak stagnan.

Ringgit Malaysia menjadi jawara pasar uang Asia setelah melesat paling tajam sebesar 0,54% ke level MYR 4,022 per dolar AS.

Tak mau kalah, Rupiah menyusul di urutan kedua sebagai mata uang dengan performa paling kinclong.

Mata uang Garuda menguat 0,14% ke posisi Rp17.680 per dolar AS. Katalis positif bagi rupiah terdorong oleh respons positif pasar yang mencermati proses fit and proper test calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti.

Tren positif ini juga mengekor pada Yen Jepang yang terapresiasi 0,13% ke level JPY 158,95 per dolar AS, Dong Vietnam yang naik 0,10% ke VND 26.084 per dolar AS, serta Peso Filipina yang terangkat 0,08% ke posisi PHP 61,519 per dolar AS.

Won Korea Selatan dan Dolar Taiwan turut terkerek tipis masing-masing 0,05% dan 0,02%. Sebaliknya, Yuan China bertahan stagnan di angka CNY 6,72 per dolar AS.

Nasib berbeda dialami Baht Thailand yang memimpin pelemahan regional setelah terkoreksi 0,03% ke level THB 32,68 per dolar AS, disusul Dolar Singapura yang meluncur tipis 0,01% ke posisi SGD 1,269 per dolar AS.

Sentimen The Fed hingga Sinyal Buyback Obligasi AS

Loyonnya keperkasaan Dolar AS, tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang merosot tipis 0,01% ke kisaran 98,907, tak lepas dari bayang-bayang ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter Negeri Paman Sam.

Pasar merespons negatif pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang berencana melipatgandakan aksi buyback obligasi bertenor panjang.

Meski niat awalnya untuk menahan lonjakan biaya pinjaman, pelaku pasar justru membaca langkah ini sebagai intervensi langsung pemerintah atas imbal hasil (yield)obligasi.

Tekanan terhadap Dolar AS kian bertambah seiring memudarnya spekulasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September mendatang.

Data CME FedWatch mencatat ekspektasi lonjakan suku bunga The Fed minimal 25 basis poin merosot menjadi 40,1%, dari yang sebelumnya berada di angka 55%.

Chief Market Strategist Bannockburn Capital Markets, Marc Chandler, menilai pergerakan dolar AS saat ini sangat dipengaruhi oleh pergulatan antara sentimen fundamental yang negatif dan kondisi teknikal yang sudah terlalu jenuh jual (oversold).

“Fundamental tampaknya bergerak melawan dolar, apakah itu karena Bessent, atau karena bank sentral lain diperkirakan menaikkan suku bunga lebih besar dibandingkan The Fed. Jadi fundamentalnya negatif. Namun, dolar sudah terlalu jauh tertekan, indikator momentumnya sudah oversold,” ujar Chandler, dikutip dari Reuters.

“Menurut saya, itulah ketegangan yang terjadi, teknikal dolar yang sudah oversold dan fundamental yang bearish,” tambahnya.

Di sisi lain, pasar finansial juga memantau eskalasi sanksi AS terhadap Iran terkait ancaman pemutusan bisnis berbasis dolar.

Namun, minimnya rincian spesifik mengenai penindakan terhadap mitra dagang utama Iran seperti China membuat respons pasar terhadap greenback relatif tertahan.

bank indonesia berita ekonomi Destry Damayanti Dolar AS Ekonomi Global Kekuatan Rupiah Kurs Rupiah Mata Uang Asia Pasar Keuangan Refinitiv Ringgit Malaysia Ringgit Rupiah Tendang Dolar Rupiah Rupiah Naik Rupiah Turun Scott Bessent The Fed TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePemeriksa Pajak Diduga Menerima Uang, KPK Terus Usut Aliran Dana Korupsi KPP Banjarmasin
Next Article Penuntasan 5 RUU Strategis Diminta Berorientasi Terhadap Perlindungan Hak Masyarakat dan Kepentingan Publik!
Sulis

Related Posts

Enggan Jawab Harga Los dan Kios Pasar, Disperindag Tangsel Malah Singgung Masalah Polikarbonat

9 October 2026

Warga Geram! Jalan Cilenggang Rusak Berbulan-bulan Tak Kunjung Dibenahi Pemkot Tangsel

9 October 2026

Meski Daerah Kerap Raih WTP, BPK Temukan Dana BOSP Bermasalah di 288 Pemda

9 October 2026

Investasi Hilirisasi Indonesia Sentuh Rp650 Triliun

9 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Enggan Jawab Harga Los dan Kios Pasar, Disperindag Tangsel Malah Singgung Masalah Polikarbonat

By tintaotentik.co9 October 20260

TintaOtentik.Co – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel mengklaim sepanjang tahun 2025 dan 2026…

Warga Geram! Jalan Cilenggang Rusak Berbulan-bulan Tak Kunjung Dibenahi Pemkot Tangsel

9 October 2026

Meski Daerah Kerap Raih WTP, BPK Temukan Dana BOSP Bermasalah di 288 Pemda

9 October 2026

Investasi Hilirisasi Indonesia Sentuh Rp650 Triliun

9 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.