Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Negara Siapkan Skema APBN-APBD, 188 Juta Warga Bakal Dibayari Iuran BPJS Kesehatan

    6 November 2026 No Comments

    Dirut KAI Diperiksa KPK dalam Kasus Digitalisasi SPBU, Penyidik Amankan Uang Rp2 Miliar

    6 November 2026 No Comments

    Penyaluran KUR Akan Di Audit Besar-Besaran, Menteri UMKM Perkuat Sistem Digitalisasi

    6 November 2026 No Comments

    Minyak Meroket Tembus US$93 per Barel, Menkeu Akui Subsidi Energi APBN 2026 Bengkak

    5 November 2026 No Comments

    Komitmen WTP Serpong Lagoon Meleset, Warga Seret ke Jalur Hukum

    5 November 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Penyaluran KUR Akan Di Audit Besar-Besaran, Menteri UMKM Perkuat Sistem Digitalisasi
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa perbaikan tata kelola akan langsung dieksekusi begitu tuntas dalam penataan program KPPS. (Foto: Ist.)

Penyaluran KUR Akan Di Audit Besar-Besaran, Menteri UMKM Perkuat Sistem Digitalisasi

0
By Irfan Kurniawan on 6 November 2026 Ekonomi, Gaya Hidup, Hukum, Nasional

TintaOtentik.co – Langkah tegas bakal diambil oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap penyaluran pembiayaan bersubsidi bagi pelaku usaha.

Dalam waktu dekat, pemerintah memastikan akan menggelar audit, monitoring, serta evaluasi menyeluruh secara besar-besaran terhadap pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa agenda bersih-bersih dan perbaikan tata kelola ini akan langsung dieksekusi begitu kementeriannya tuntas merampungkan penataan program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Pasca kita beresin urusan PNM, saya akan lakukan audit, monitoring, evaluasi secara besar-besaran terhadap implementasi sistem program KUR,” tegas Maman saat memberikan keterangan usai acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan KPPS di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).

Salah satu target krusial dalam mega-evaluasi ini adalah percepatan integrasi sistem penyaluran KUR ke dalam platform digital terpusat milik pemerintah, yakni Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (Sapa UMKM).

Langkah digitalisasi ini dinilai mutlak dilakukan guna mendongkrak transparansi serta menghadirkan keterpaduan data penyaluran pembiayaan secara real-time.

Maman bahkan tidak segan melayangkan sentilan keras kepada pihak perbankan penyalur KUR yang mencoba mangkir atau enggan mengintegrasikan sistem internal mereka ke dalam platform tersebut. Ia menilai penolakan semacam itu patut dicurigai.

“Jadi kalau misalnya bank-bank itu ada yang nggak bersedia, berarti kita pertanyakan tuh. Ada sesuatu tuh berarti tuh, karena ini penting karena kita dihadapkan dengan realitas untuk meningkatkan kualitas pendistribusian program-program kita yang memang hari ini ditugaskan kepada Kementerian UMKM,” tandas Maman.

Kendati mengakui bahwa kompleksitas integrasi data KUR jauh lebih rumit dibandingkan program baru karena faktor historis operasional yang sudah berjalan lama, pemerintah tetap berkomitmen mendorong percepatan demi memperkuat pengawasan.

Di balik rencana audit besar-besaran tersebut, Maman memaparkan bahwa arah kebijakan penyaluran KUR kini telah mengalami pergeseran signifikan dengan fokus utama menggenjot sektor riil dan produktif.

Dari total pagu anggaran KUR nasional sebesar Rp300 triliun, pemerintah sukses mendongkrak porsi penyaluran ke sektor produktif hingga menyentuh 65 persen.

Angka ini mencatatkan rekor peningkatan performa yang signifikan dibanding realisasi tahun-tahun sebelumnya yang konsisten tertahan di kisaran 57 persen dan belum pernah menembus angka 60 persen.

“Jadi total dari semua anggaran Rp300 triliun yang dialokasikan 65%-nya sudah kita digelontorkan ke sektor produksi, supaya apa? Supaya penyerapan tenaga kerja lebih banyak plus multiplier effect di daerah lebih besar. Nah 35%-nya itu masih kita jaga di perdagangan dan lain sebagainya,” jelasnya merinci porsi alokasi.

Dengan evaluasi komprehensif yang digulirkan menjelang penutupan tahun ini, Maman berharap tata kelola penyaluran pembiayaan UMKM nasional pada tahun 2027 mendatang dapat berjalan jauh lebih akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan multiplier effect yang optimal bagi perekonomian daerah.

“Kita berharap dalam setiap tahun, ini kan menjelang akhir tahun kita ingin evaluasi besar-besaran agar tahun 2027 itu bisa lebih baik lagi itu spirit dan semangatnya kita,” pungkasnya.

berita nasional Ekonomi Kerakyatan Kementerian UMKM Kredit Usaha Rakyat KUR Maman Abdurrahman perbankan Sapa UMKM TintaOtentik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleMinyak Meroket Tembus US$93 per Barel, Menkeu Akui Subsidi Energi APBN 2026 Bengkak
Next Article Dirut KAI Diperiksa KPK dalam Kasus Digitalisasi SPBU, Penyidik Amankan Uang Rp2 Miliar
Irfan Kurniawan

Related Posts

Negara Siapkan Skema APBN-APBD, 188 Juta Warga Bakal Dibayari Iuran BPJS Kesehatan

6 November 2026

Dirut KAI Diperiksa KPK dalam Kasus Digitalisasi SPBU, Penyidik Amankan Uang Rp2 Miliar

6 November 2026

Minyak Meroket Tembus US$93 per Barel, Menkeu Akui Subsidi Energi APBN 2026 Bengkak

5 November 2026

Komitmen WTP Serpong Lagoon Meleset, Warga Seret ke Jalur Hukum

5 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Negara Siapkan Skema APBN-APBD, 188 Juta Warga Bakal Dibayari Iuran BPJS Kesehatan

By Irfan Kurniawan6 November 20260

TintaOtentik.co – Sebanyak 188 juta jiwa penduduk Indonesia dari kelompok masyarakat rentan hingga menengah (desil…

Dirut KAI Diperiksa KPK dalam Kasus Digitalisasi SPBU, Penyidik Amankan Uang Rp2 Miliar

6 November 2026

Penyaluran KUR Akan Di Audit Besar-Besaran, Menteri UMKM Perkuat Sistem Digitalisasi

6 November 2026

Minyak Meroket Tembus US$93 per Barel, Menkeu Akui Subsidi Energi APBN 2026 Bengkak

5 November 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.