Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Jika Pemkot Serius, Pengembangan Ekowisata Keranggan Kota Tangsel Jangan Sekedar Proyek Seremonial

0
By Irfan Kurniawan on 27 September 2025 Ekonomi, Gaya Hidup, Regional, Sosial Budaya

Artikel ini ditulis Oki Karyadi
Mahasiswa Universitas Pamulang, Program Studi Magister Manajemen Sumber Daya Manusia.

Ekowisata Keranggan yang terletak di Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu potensi wisata berbasis alam dan pemberdayaan penduduk setempat yang menawarkan keunikan tersendiri.

Keindahan aliran Kali Cisadane, kearifan lokal masyarakat, serta keragaman flora dan fauna menjadikannya destinasi yang strategis bagi pengembangan ekowisata berkelanjutan. Namun, potensi tersebut tidak akan optimal apabila tidak dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Dalam konteks inilah, peran pelatihan dan pengembangan SDM yang digagas oleh para akademisi dan pemerintah menjadi sangat signifikan.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan tahun 2023, jumlah kunjungan wisatawan ke Ekowisata Keranggan meningkat sekitar 15% setelah adanya program pelatihan masyarakat lokal yang melibatkan pelaku UMKM dan pengelola homestay.

Mahasiswa Unpam Program Studi Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Berkunjung ke Kampung Ekowisata Keranggan Tangsel. (FOTO: TintaOtentik.Co/Dok)

Data ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas SDM secara langsung berkontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata di wilayah tersebut.

Akademisi memiliki peran vital dalam mentransfer pengetahuan dan inovasi. Melalui riset dan pendekatan ilmiah, program pelatihan yang disusun dapat menjawab kebutuhan spesifik masyarakat lokal.

Materi seperti pengelolaan destinasi, pemasaran digital, manajemen homestay, hingga praktik konservasi lingkungan, memberikan bekal keterampilan yang aplikatif bagi pelaku ekowisata.

Saya melihat langsung bagaimana pelatihan digital marketing yang diberikan akademisi membuat UMKM lokal lebih percaya diri memasarkan produknya melalui media sosial.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pengelola wisata secara tradisional, tetapi juga mampu bersaing dalam industri pariwisata yang semakin kompetitif.

Sementara itu, pemerintah berfungsi sebagai fasilitator kebijakan sekaligus pemberi akses. Dukungan berupa regulasi yang jelas, bantuan permodalan, hingga sertifikasi profesi menjadi instrumen penting agar hasil pelatihan tidak berhenti pada tataran teori.

Sebagai contoh, pemandu wisata yang telah mengikuti pelatihan akan memiliki nilai lebih apabila memperoleh sertifikasi resmi dari lembaga pemerintah. Hal ini akan meningkatkan kredibilitas, profesionalitas, dan pada akhirnya daya tarik destinasi Ekowisata Keranggan di mata wisatawan.

Pertanyaannya, tanpa sertifikasi resmi, apakah masyarakat lokal mampu bersaing dengan pemandu profesional dari luar daerah?

Sinergi antara akademisi dan pemerintah menciptakan dampak berganda. Masyarakat memperoleh peningkatan kapasitas, kepercayaan diri, dan peluang ekonomi. Wisatawan merasakan pengalaman yang lebih berkualitas, sementara lingkungan tetap terjaga berkat praktik ekowisata yang ramah lingkungan.

Lebih jauh, keberhasilan pengembangan SDM di Ekowisata Keranggan berpotensi menjadi model percontohan bagi destinasi wisata lain yang berbasis masyarakat. Hal ini sejalan dengan penelitian Sari & Nugroho (2022) yang menemukan bahwa desa wisata dengan program pelatihan berkelanjutan mengalami peningkatan pendapatan UMKM hingga 20% per tahun.

Meski demikian, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi. Program pelatihan yang bersifat seremonial atau hanya berlangsung sekali tidak akan memberikan dampak signifikan. Diperlukan kesinambungan, monitoring, serta pembaruan materi agar pelatihan tetap relevan dengan dinamika industri pariwisata.

Oleh karena itu, pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus berkomitmen menjadikan pelatihan sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar proyek seremonial. Dengan konsistensi, pelatihan dan pengembangan SDM tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menjadi fondasi utama keberlanjutan Ekowisata Keranggan.

Pada akhirnya, keberhasilan Ekowisata Keranggan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam yang dimiliki, melainkan pada kualitas SDM yang mengelolanya.

Jika SDM menjadi lemah, maka keindahan Cisadane hanya akan menjadi pemandangan sesaat, bukan warisan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Oleh sebab itu, kolaborasi akademisi dan pemerintah dalam pelatihan serta pengembangan SDM harus terus diperkuat, demi terciptanya destinasi wisata yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. [***].

Laporan: iwanpose

Ekowisata Keranggan Tangsel Ekowisata Tangsel Kampung Ekowisata Keranggan Tangsel Keranggan Keranggan Tangsel Majukan Ekowisata Keranggan Tangsel Pemkot tangsel Pengembangan Ekowisata Keranggan Kota Tangsel Jangan Sekedar Proyek Seremonial Tangsel TintaOtentik.Co Wisata Tangsel
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleAnjangsana HUT TNI, Dankodiklat TNI Sapa Saranghaeyo Opa Oma
Next Article Menpan RB Ungkap Nasib Pegawai Pasca Status BUMN Diturunkan Jadi Badan
Irfan Kurniawan

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026

Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.