Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    APBD-P Tangsel Ngebagi DCKTR Rp30 M, DLH Rp25 M dan Dikbud Rp15 M: Masyarakat Berhak Tahu Kemana Uang Larinya!

    26 August 2026 No Comments

    Resmikan PLTS, Indonesia Targetkan Stop Impor Minyak dan LPG Menuju Swasembada Energi

    26 August 2026 No Comments

    BPS Tegaskan Desil Hanya Pemeringkat, Bukan Tolak Ukur Kesejahteraan

    26 August 2026 No Comments

    Jakarta Aman Bukan Berarti Membungkam Aspirasi

    26 August 2026 No Comments

    Imbas APBD Turun, Banten Genjot Sektor Air dan Aset Demi Target RPJMD

    25 August 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Politik»APBD-P Tangsel Ngebagi DCKTR Rp30 M, DLH Rp25 M dan Dikbud Rp15 M: Masyarakat Berhak Tahu Kemana Uang Larinya!
APBD-P Tangsel Ngebagi DCKTR Rp30 M, DLH Rp25 M dan Dikbud Rp15 M: Masyarakat Berhak Tahu Kemana Uang Larinya (FOTO: Dok/Istimewa)

APBD-P Tangsel Ngebagi DCKTR Rp30 M, DLH Rp25 M dan Dikbud Rp15 M: Masyarakat Berhak Tahu Kemana Uang Larinya!

0
By tintaotentik.co on 26 August 2026 Politik, Regional

TintaOtentik.Co – Rencana penambahan anggaran sebesar Rp102,7 miliar lebih dalam Perubahan KUA/PPAS APBD 2026 Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mendapat sorotan tajam dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Tangsel.

PSI tidak mempersoalkan semata-mata soal boleh atau tidaknya penambahan anggaran. Yang dipertanyakan justru jauh lebih mendasar, untuk apa uang tersebut ditambah, di mana akan dibelanjakan, dan apakah seluruhnya mampu direalisasikan dalam waktu yang tersisa?

Sorotan itu mencuat karena porsi terbesar tambahan anggaran berada di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) sekitar Rp30 miliar, Dinas Pendidikan sekitar Rp25 miliar, serta Dinas Lingkungan Hidup sekitar Rp15 miliar.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tangsel dari Fraksi PSI, Alexander Prabu, meminta Pemkot Tangsel tidak sekadar mengajukan angka besar tanpa penjelasan yang rinci dan realistis.

Menurut Alex, waktu pelaksanaan menjadi persoalan serius. Memasuki September, pemerintah daerah hanya memiliki sekitar tiga bulan efektif sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.

“Kami dari Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan mengingatkan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar realistis dalam mengusulkan penambahan anggaran pada APBD Perubahan tahun 2026,” ujar Alex, kepada iNewsTangsel, Senin (24/8/2006).

PSI secara khusus meminta Pemkot Tangsel membuka secara terang penggunaan tambahan anggaran tersebut.

Tambahan sekitar Rp30 miliar untuk DCKTR misalnya, harus disertai penjelasan mengenai program, lokasi pekerjaan, volume pekerjaan, target penyelesaian, hingga kesiapan proses pengadaannya.

Hal yang sama berlaku untuk tambahan sekitar Rp25 miliar di sektor pendidikan dan Rp15 miliar di Dinas Lingkungan Hidup.

Menurut Alex, masyarakat berhak mengetahui ke mana uang publik tersebut akan diarahkan.

“Ini anggaran yang besar. Harus jelas penggunaannya, termasuk lokasi pekerjaan, bentuk penanganan, hingga waktu pelaksanaannya seperti apa. Karena efektif waktu yang tersisa tinggal tiga bulan. Apakah selesai?” tegasnya.

PSI menilai, semakin besar tambahan anggaran yang diajukan, semakin besar pula tanggung jawab pemerintah untuk memberikan argumentasi dan perencanaan yang terukur.

Jangan sampai anggaran besar hanya terlihat besar di atas kertas, tetapi lemah ketika masuk tahap pelaksanaan.

PSI juga mengingatkan Pemkot Tangsel agar tidak menjadikan serapan anggaran sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Alex menegaskan, pekerjaan yang dipaksakan selesai menjelang tutup tahun hanya demi menghindari rendahnya serapan justru berisiko menghasilkan pekerjaan yang tidak maksimal.

“Kalaupun selesai, saya minta agar kualitas harus bagus. Jangan hanya mengejar target lalu sembarangan saja pengerjaannya,” katanya.

Terlebih, sebagian tambahan anggaran berada pada sektor pembangunan yang membutuhkan tahapan panjang, mulai dari perencanaan, proses pengadaan, pelaksanaan pekerjaan hingga pengawasan.

Dengan waktu yang semakin sempit, PSI meminta Pemkot Tangsel menghitung ulang kemampuan riil setiap kegiatan sebelum tambahan anggaran disetujui.

Anggota Banggar DPRD Tangsel sekaligus Ketua DPD PSI Kota Tangsel, Steven Jansen, menegaskan DPRD tidak boleh hanya menjadi pihak yang mengamini setiap usulan pemerintah.

Menurutnya, fungsi pengawasan dan pembahasan anggaran harus memastikan setiap tambahan rupiah benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Saya selaku anggota Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang Selatan dan juga Ketua DPD PSI Tangsel tidak ingin sekadar menyetujui usulan tambahan anggaran tersebut, tapi perlu memastikan peruntukannya agar tepat sasaran,” kata Steven.

Ia mengingatkan Pemkot Tangsel agar tidak membuat usulan tambahan anggaran tanpa perhitungan matang mengenai kemampuan pelaksanaannya.

Sebab, apabila anggaran tidak mampu direalisasikan hingga akhir tahun, uang tersebut berpotensi kembali menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

“Saya mengingatkan jangan sampai anggaran yang diusulkan tersebut malah menjadi SiLPA,” pungkasnya.

Fraksi PSI menegaskan bahwa Rp102,7 miliar lebih bukan sekadar angka dalam dokumen APBD. Itu merupakan uang publik yang harus dikonversi menjadi program, pelayanan, pembangunan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Apa kegiatannya? Di mana lokasinya? Kapan dimulai? Siapa pelaksananya? Berapa targetnya? Dan yang paling penting, apakah benar-benar sanggup selesai sebelum Desember 2026?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan karena waktu terus berjalan. Jangan sampai pemerintah sibuk menambah anggaran ketika waktu untuk membelanjakannya sudah semakin sempit.

PSI kini menunggu jawaban Pemkot Tangsel. Anggaran Rp102,7 miliar itu benar-benar siap dikerjakan dan menghasilkan pekerjaan berkualitas, atau hanya berpotensi menjadi angka besar yang akhirnya kembali sebagai SiLPA?

Laporan: fan

Anggaran DCKTR Tangsel Anggaran Dikbud Tangsel Anggaran DLH Tangsel Anggaran Perubahan Tangsel apbd tangsel APBD Tangsel 2026 APBD-P Tangsel APBD-P Tangsel 2026 DCKTR Tangsel dikbud tangsel Dindikbud Tangsel TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleResmikan PLTS, Indonesia Targetkan Stop Impor Minyak dan LPG Menuju Swasembada Energi
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Resmikan PLTS, Indonesia Targetkan Stop Impor Minyak dan LPG Menuju Swasembada Energi

26 August 2026

BPS Tegaskan Desil Hanya Pemeringkat, Bukan Tolak Ukur Kesejahteraan

26 August 2026

Imbas APBD Turun, Banten Genjot Sektor Air dan Aset Demi Target RPJMD

25 August 2026

MBG Jadi Kunci Pasar Impor? Negara Eksportir dan Para Trader Pangan Bakal Kelimpungan!

24 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

APBD-P Tangsel Ngebagi DCKTR Rp30 M, DLH Rp25 M dan Dikbud Rp15 M: Masyarakat Berhak Tahu Kemana Uang Larinya!

By tintaotentik.co26 August 20260

TintaOtentik.Co – Rencana penambahan anggaran sebesar Rp102,7 miliar lebih dalam Perubahan KUA/PPAS APBD 2026 Pemerintah…

 

Resmikan PLTS, Indonesia Targetkan Stop Impor Minyak dan LPG Menuju Swasembada Energi

26 August 2026

BPS Tegaskan Desil Hanya Pemeringkat, Bukan Tolak Ukur Kesejahteraan

26 August 2026

Jakarta Aman Bukan Berarti Membungkam Aspirasi

26 August 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.