Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Internasional

AS-Korsel Hidupkan Pangkalan Laut Subic Filipina, Tantangan Baru bagi China

0
By Irfan Kurniawan on 23 September 2025 Internasional, Politik


TintaOtentik.Co – Amerika Serikat bersama Korea Selatan kembali menghidupkan kawasan Pelabuhan Agila Subic di Filipina, yang dulu dikenal sebagai rumah bagi pangkalan luar negeri terbesar Angkatan Laut AS. Lebih dari tiga dekade setelah ditinggalkan pada 1992, kawasan strategis yang berada di Freeport Zone itu kini bertransformasi menjadi pusat pembuatan kapal, logistik, hingga pertahanan.

Subic yang sempat mati suri akibat kebangkrutan Hanjin Heavy Industries pada 2019, kini dikelola oleh Hyundai Heavy Industries dengan dukungan investasi baru dari AS. Perubahan ini menandai kembalinya Subic sebagai simpul penting dalam dinamika keamanan Asia-Pasifik.

“Investasi baru dari AS dan Korea Selatan menghidupkan kembali kepentingan strategis Teluk Subic di tengah meningkatnya ketegangan regional dengan Tiongkok,” tulis Newsweek dikutip Minggu (21/9/2025).

Pergeseran Strategi Regional

Revitalisasi Subic menegaskan perubahan besar dalam lanskap geopolitik kawasan, terutama dengan meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan. Filipina sendiri tengah menghadapi sengketa teritorial berkepanjangan dengan Beijing, yang mengklaim sebagian besar wilayah laut dalam zona ekonomi eksklusif Manila, wilayah yang AS sebut sebagai “halaman belakang” China.

Selain menjadi galangan kapal komersial, Subic kini juga disiapkan sebagai pusat logistik Korps Marinir AS. Tak hanya itu, pemerintah Filipina dan AS telah menyetujui pembangunan pabrik amunisi raksasa di kawasan Freeport Zone. Proyek tersebut digadang sebagai salah satu pusat manufaktur senjata terbesar di dunia.

Presiden AS Donald Trump menilai proyek itu krusial.

“Ini sangat penting. Kalau tidak, kami tidak akan menyetujuinya,” ujar Trump setelah bertemu Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Juli lalu.

Marcos menambahkan, fasilitas itu akan memperkuat modernisasi militer negaranya sekaligus mendukung kemandirian pertahanan.

Rebutan AS-China

Kebangkitan kembali Subic tidak lepas dari perebutan investasi antara AS dan China. Pasca kebangkrutan Hanjin, perusahaan-perusahaan China sempat mengincar penguasaan galangan kapal tersebut. Namun, akhirnya Cerberus Capital Management dari Amerika berhasil mengambil alih pada 2018, menghalangi langkah Beijing yang dinilai bisa melemahkan posisi strategis AS dan Filipina.

Analis maritim Brent Sadler menegaskan, jika China berhasil menguasai Subic, situasinya akan berbahaya bagi kedua sekutu.

“Tiongkok mengincar pelabuhan tersebut dengan tawaran untuk mengambil alih galangan kapal. Hal ini akan menjadi masalah bagi keamanan AS dan Filipina, terutama dalam mempertahankan kehadiran angkatan laut yang menangkal perambahan Tiongkok di dekat Laut Cina Selatan,” ujarnya.

Simbol Sinergi Baru

Kebangkitan Subic juga dirayakan secara simbolis dalam peresmian pemotongan baja oleh Hyundai. Duta Besar AS untuk Filipina MaryKay Carlson menekankan arti penting kawasan itu.

“Pembuatan kapal kembali di Galangan Kapal Agila Subic! Merasa terhormat bergabung dengan Presiden Marcos dan Duta Besar Korea Selatan Lee dalam upacara pemotongan baja HD Hyundai, yang menyoroti peran strategis Teluk Subic di Koridor Ekonomi Luzon,” tulis Carlson di akun X.

Dengan revitalisasi ini, Subic kembali menegaskan dirinya sebagai pusat strategis pertahanan dan ekonomi kawasan, sekaligus menjadi simbol kebangkitan aliansi pertahanan AS-Filipina di tengah meningkatnya tekanan Tiongkok di Asia Tenggara.

Laporan: Tim

Amerika Hidupkan Pangkalan Laut AS-Korsel Hidupkan Pangkalan Laut Subic Filipina Tantangan Baru bagi China China Filipina Investasi AS-Korsel Korea Selatan Pangkalan Angkatan Laut Amerika Pangkalan Laut Subic Pasifik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleAncaman Jaksa Agung: Rotasi untuk Kajari dan Kajati Tak Berprestasi
Next Article Tampil Forum Dunia, Diplomasi Muda Kerakyatan Indonesia: Konfrensi Asia-Afrika Relevan di Era Multipolar 
Irfan Kurniawan

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.