Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Diatas Lahan 9.000 Meter Persegi, Pemkot Tangsel Mulai Bangun Makodim 0511

    28 October 2026 No Comments

    Dishub Tangsel Sidak Parkir Liar di Kawasan Pasar Modern BSD: 71 Kendaraan Terazia

    27 October 2026 No Comments

    Bersih-Bersih BUMN, Danantara Ungkap 52 Persen dari 1.074 Korporasi Merugi Rp20 Triliun

    27 October 2026 No Comments

    SKK Migas Sebut Indonesia Dapat Pasokan 30 Juta Barel Minyak Gratis dari UEA

    27 October 2026 No Comments

    Target SBN 2026 Tidak Berubah, Pemerintah Jaga Defisit APBN di level 2,85 persen

    27 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Bersih-Bersih BUMN, Danantara Ungkap 52 Persen dari 1.074 Korporasi Merugi Rp20 Triliun
Separuh BUMN tercatat mengalami kerugian setiap tahunnya akibat inefisiensi operasional dan tata kelola yang tidak efektif. (Foto: Istimewa)

Bersih-Bersih BUMN, Danantara Ungkap 52 Persen dari 1.074 Korporasi Merugi Rp20 Triliun

0
By Irfan Kurniawan on 27 October 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membeberkan potret kelam di dalam tubuh korporasi pelat merah.

Berdasarkan audit dan pemetaan yang dilakukan, lebih dari separuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat mengalami kerugian secara konsisten setiap tahunnya akibat inefisiensi operasional dan tata kelola yang tidak efektif.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa dari total 1.074 perusahaan yang berada di bawah naungan pengelolaan Danantara, sekitar 52 persen di antaranya berada dalam zona merah.

Angka tersebut merepresentasikan 558 perusahaan pelat merah yang menanggung kerugian agregat hingga Rp20 triliun atau setara dengan US$1,5 miliar per tahun.

“Sebanyak 52% dari 1.074 perusahaan itu merugi Rp20 triliun atau US$1,5 miliar setiap tahun,” ungkap Dony Oskaria saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Di luar masalah kerugian finansial, Danantara juga membongkar akar masalah utama di balik buruknya performa keuangan korporasi negara, yakni maraknya praktik transaksi berlapis (layering companies)antar-entitas BUMN.

Pola operasional ini membuat rantai birokrasi menjadi sangat panjang, di mana setiap anak atau cucu usaha berlomba-lomba mengambil marjin keuntungan dari dalam kelompok bisnis mereka sendiri.

Sebagai contoh konkret, Dony menyoroti kasus pada emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Pembangunan infrastruktur serat optik untuk layanan Indihome tercatat harus melalui empat lapisan perusahaan berbeda.

Akibat setiap entitas memungut keuntungan sendiri, struktur biaya akhir proyek tersebut melonjak drastis hingga 150 persen lebih mahal dibanding kompetitor swasta.

“Jadi, jika dibandingkan dengan para pesaing, biaya kami 150% lebih tinggi daripada mereka. Ini adalah fakta,” tegas Dony.

Pola inefisiensi serupa turut ditemukan di sektor energi pada lini bisnis PT Pertamina (Persero).

Dalam rantai pasokannya, PT Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai pemegang produk, sementara perusahaan pelayaran di dalam grup ditugaskan untuk melakukan pengangkutan.

Ironisnya, perusahaan pelayaran pelat merah tersebut justru kembali menyubkontrakkan atau menyewa kapal pihak swasta untuk mendistribusikan barang.

“Dapatkah Anda bayangkan? Jadi perusahaan pelayaran tersebut mengambil keuntungan dari diri mereka sendiri. Dan banyak dari kasus ini,” jelasnya.

Menyadari besarnya kebocoran anggaran akibat rantai birokrasi internal yang gemuk yang secara keseluruhan diperkirakan merugikan hingga US$2 miliar per tahun, Danantara langsung bergerak cepat melakukan restrukturisasi.

Sebagai langkah awal, Danantara telah melebur tiga entitas hilir Pertamina, yakni Patra Niaga, Pertamina International Shipping (PIS), dan satu entitas internasional, menjadi satu kesatuan operasional tunggal.

Hasilnya, efisiensi anggaran dari aksi korporasi tersebut sudah mulai terlihat nyata dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Langkah bersih-bersih ini diharapkan mampu memangkas beban biaya operasional secara masif, menghentikan tren kerugian ratusan entitas BUMN, sekaligus mengembalikan peran strategis korporasi negara sebagai lokomotif ekonomi nasional yang sehat dan kompetitif.

BPI Danantara BUMN ditutup BUMN Merugi Dony Oskaria Inefisiensi BUMN kementerian bumn Penutupan BUMN pertamina Telkom Indonesia TintaOtentik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleSKK Migas Sebut Indonesia Dapat Pasokan 30 Juta Barel Minyak Gratis dari UEA
Next Article Dishub Tangsel Sidak Parkir Liar di Kawasan Pasar Modern BSD: 71 Kendaraan Terazia
Irfan Kurniawan

Related Posts

Diatas Lahan 9.000 Meter Persegi, Pemkot Tangsel Mulai Bangun Makodim 0511

28 October 2026

Dishub Tangsel Sidak Parkir Liar di Kawasan Pasar Modern BSD: 71 Kendaraan Terazia

27 October 2026

SKK Migas Sebut Indonesia Dapat Pasokan 30 Juta Barel Minyak Gratis dari UEA

27 October 2026

Target SBN 2026 Tidak Berubah, Pemerintah Jaga Defisit APBN di level 2,85 persen

27 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Diatas Lahan 9.000 Meter Persegi, Pemkot Tangsel Mulai Bangun Makodim 0511

By Sulis28 October 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai membangun infrastruktur Markas Komando Distrik Militer…

Dishub Tangsel Sidak Parkir Liar di Kawasan Pasar Modern BSD: 71 Kendaraan Terazia

27 October 2026

Bersih-Bersih BUMN, Danantara Ungkap 52 Persen dari 1.074 Korporasi Merugi Rp20 Triliun

27 October 2026

SKK Migas Sebut Indonesia Dapat Pasokan 30 Juta Barel Minyak Gratis dari UEA

27 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.