Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

    18 May 2026 No Comments

    Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

    18 May 2026 No Comments

    G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

    18 May 2026 No Comments

    Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

    18 May 2026 No Comments

    Laporan BPKP Temukan Sejumlah Pihak Bermasalah, Prabowo: Jika Terindikasi Korupsi, Hukum!

    16 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Dollar Melemah! Rupiah Justru Menguat Awal Juli ini, Didukung Sentimen Global Positif

0
By Irfan Kurniawan on 1 July 2025 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Memasuki hari pertama perdagangan di bulan Juli 2025, nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif dengan mencatatkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka menguat sebesar 0,37% pada Selasa (1/7/2025) pagi, berada di level Rp16.170 per dolar AS.

Kinerja rupiah kali ini turut didorong oleh pelemahan lanjutan pada indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,10% ke posisi 96,77 pada pukul 09.00 WIB di hari yang sama. Melemahnya indeks dolar menjadi katalis utama yang memberikan ruang apresiasi bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Senin (30/6/2025), rupiah sempat mengalami tekanan dengan penurunan 0,19%, ditutup pada level Rp16.230 per dolar AS.

Pelemahan dolar AS belakangan ini tidak lepas dari ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve dalam waktu dekat. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik global turut menurunkan permintaan terhadap aset-aset safe haven, yang memberi ruang bagi aset berisiko dan mata uang negara berkembang untuk menguat.

Faktor Domestik: Data Ekonomi dan Harapan Pasar

Dari sisi domestik, pelaku pasar menaruh perhatian pada sejumlah indikator penting yang akan dirilis dalam waktu dekat, seperti data inflasi bulanan serta Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia. Kinerja dua indikator tersebut akan menjadi acuan penting dalam membaca arah kebijakan moneter Bank Indonesia, khususnya terkait suku bunga dan stabilitas rupiah ke depan.

Di tengah momentum tersebut, ekspektasi terhadap arah kebijakan pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto juga menjadi elemen penting yang membentuk persepsi pasar. Langkah-langkah awal yang diambil oleh kabinet baru dinantikan sebagai sinyal arah kebijakan fiskal dan ekonomi nasional jangka menengah.

Kondisi Eksternal Masih Rentan Volatilitas

Meski rupiah menunjukkan penguatan, pelaku pasar tetap mewaspadai dinamika global, terutama yang berkaitan dengan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya. Diketahui bahwa masa tenggang tarif selama 90 hari yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump akan segera berakhir dalam waktu dekat. Ketidakpastian terkait keberlanjutan kesepakatan tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan volatilitas baru di pasar keuangan global, yang pada akhirnya bisa kembali menekan mata uang negara berkembang.

Dengan berbagai faktor yang saling tarik-menarik, penguatan rupiah pada hari ini menjadi cerminan kombinasi sentimen global yang positif dan optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik di bawah pemerintahan baru.

Dollar AS Ekonomi Indonesia Kurs Dollar Kurs Rupiah Rupiah Rupiah menguat TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleEkspor Non-Migas Dongkrak Surplus Neraca Dagang RI Mei 2025, Capai US$4,3 Miliar
Next Article KPK Usut Dugaan Korupsi EDC, 13 Orang Dicegah ke Luar Negeri, BRI Beri Tanggapan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

18 May 2026

Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

18 May 2026

G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

18 May 2026

Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

18 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

By tintaotentik.co18 May 20260

TintaOtentik.Co – Sempat dikritik bertentangan dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), Walikota Tangerang Selatan, Benyamin…

 

 

 

Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

18 May 2026

G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

18 May 2026

Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

18 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.