Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pilar Wanti-wanti Dinas: Pengerjaan Program Kawasan Kumuh Keranggan Mesti Rapih Tepat Waktu

    9 July 2026 No Comments

    Hantam Praktik Rentenir, Menteri Maruarar Sirait Jagokan KUR Perumahan Bunga 0,5 Persen

    8 July 2026 No Comments

    Targetkan Batam Jadi Raksasa Maritim, Presiden Prabowo Siapkan Skenario Pikat Investor Dunia

    8 July 2026 No Comments

    Tutup Celah Penyelewengan, Agenda Perampingan BUMN Kini Dikawal Ketat Jaksa Agung dan BPK

    8 July 2026 No Comments

    Siapkan 2.997 Kursi, SPMB Tahap III SMP Negeri di Tangsel Dibuka untuk Afirmasi-Disabilitas

    8 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Nasional»Evaluasi Distribusi MBG: Kelompok Rentan Tetap Berjalan untuk Libur Sekolah Tak Dibagikan
Evaluasi Distribugi MBG Kelompok Rentan Tetap Berjalan untuk Libur Sekolah Tak Dibagikan (FOTO: Dok/Istimewa)

Evaluasi Distribusi MBG: Kelompok Rentan Tetap Berjalan untuk Libur Sekolah Tak Dibagikan

0
By tintaotentik.co on 4 April 2026 Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Pemerintah resmi mengubah skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan ini diambil setelah evaluasi lintas kementerian/lembaga dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, kebijakan sebelumnya yang tetap menyalurkan MBG saat hari libur dinilai kurang efektif.

“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin (MBG diberikan selama) 6 hari, hari libur dikasih juga. Nah, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan MBG itu (diberikan saat) hari sekolah, (murid) datang 5 hari,” ujar Zulhas seperti dikutip dari Antara.

Ia mencontohkan, penyaluran MBG saat libur Lebaran tidak berjalan optimal karena siswa tidak berada di sekolah.

“Kalau libur Lebaran, kan, kalau (diberikan MBG) juga tidak efektif. Jadi itu libur tidak ada lagi (penyaluran MBG ke siswa), hanya diberikan di hari sekolah,” lanjutnya.

Meski demikian, pemerintah memastikan distribusi MBG tetap berjalan bagi kelompok rentan.

Berdasarkan pedoman dari Badan Gizi Nasional melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menerima bantuan enam hari dalam sepekan, tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.

Sementara itu, siswa dan santri masih bisa memperoleh paket MBG selama libur, namun bergantung pada kesiapan sekolah atau pesantren dalam mengatur distribusi.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi. Menurut Zulhas, skema distribusi di wilayah tersebut bisa lebih fleksibel, termasuk kemungkinan penambahan hari pemberian bantuan.

“Tetapi yang 3T dan yang tinggi sekali stunting-nya, tentu ada penanganan khusus. Selain 5 hari sekolah, kalau diperlukan bisa saja ditambah lagi 1 hari,” jelasnya.

Ia menegaskan, program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak mengalami perubahan karena dinilai sudah berjalan baik dan krusial bagi masa depan generasi mendatang.

“Perlu disempurnakan saat ini, iya. Tapi (MBG untuk) ibu hamil dan menyusui dan balita sangat penting, karena itu akan menentukan masa depan anak-anak kita yang pada akhirnya akan menentukan masa depan Indonesia. (Sejauh ini) Tidak ada perubahan apa pun,” kata Zulhas.

Efisiensi Rp 20 triliun

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menaksir pemangkasan frekuensi program MBG bagi siswa sekolah menjadi lima hari dalam sepekan tersebut, bisa menghemat anggaran hingga Rp 20 triliun.

“Ya, kita prediksi kurang lebih Rp 20 triliun per tahun,” ujar Dadan usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Adapun untuk distribusi makanan menurut Dadan, tetap mengikuti kehadiran penerima manfaat. Sekolah dengan lima hari belajar menerima lima kali, sedangkan sekolah dengan enam hari tetap menerima enam kali.

“Untuk anak sekolah, untuk yang lima hari sekolah kita berikan lima hari, untuk yang enam hari kita berikan enam hari,” kata dia.

Dia pun menegaskan bahwa pihaknya tetap menyalurkan MBG enam hari dalam sepekan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi. Wilayah tersebut antara lain berada di Nusa Tenggara Timur, Papua, serta sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Di daerah-daerah 3T, kemudian juga daerah-daerah seperti NTT, Papua itu pasti tetap akan enam hari,” ujar Dadan.

BGN juga memastikan tidak ada perubahan pada gaji pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meski frekuensi distribusi di beberapa wilayah dikurangi.

“Tidak, tetap. Kan selama ini juga segitu,” kata dia.

Kebijakan ini muncul di tengah upaya pemerintah menekan beban anggaran akibat tekanan global, termasuk konflik di Asia Barat.

Laporan: Tim

Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleDarurat! Kota Tangsel Dikepung 11 Titik Banjir dan 10 Titik Longsor
Next Article Demi Fiskal, DPR Minta Subsidi Listrik untuk Sektor Industri dan Orang Kaya Ditiadakan
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Pilar Wanti-wanti Dinas: Pengerjaan Program Kawasan Kumuh Keranggan Mesti Rapih Tepat Waktu

9 July 2026

Hantam Praktik Rentenir, Menteri Maruarar Sirait Jagokan KUR Perumahan Bunga 0,5 Persen

8 July 2026

Targetkan Batam Jadi Raksasa Maritim, Presiden Prabowo Siapkan Skenario Pikat Investor Dunia

8 July 2026

Tutup Celah Penyelewengan, Agenda Perampingan BUMN Kini Dikawal Ketat Jaksa Agung dan BPK

8 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Pilar Wanti-wanti Dinas: Pengerjaan Program Kawasan Kumuh Keranggan Mesti Rapih Tepat Waktu

By tintaotentik.co9 July 20260

TintaOtentik.Co – Penataan Kelurahan Keranggan mulai berjalan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan seluruh pekerjaan selesai…

 

 

 

Hantam Praktik Rentenir, Menteri Maruarar Sirait Jagokan KUR Perumahan Bunga 0,5 Persen

8 July 2026

Targetkan Batam Jadi Raksasa Maritim, Presiden Prabowo Siapkan Skenario Pikat Investor Dunia

8 July 2026

Tutup Celah Penyelewengan, Agenda Perampingan BUMN Kini Dikawal Ketat Jaksa Agung dan BPK

8 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.