Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Gara-Gara Donald Trump, Perang Dagang AS-China Jadi Berkah, Investor Mulai Lirik Indonesia

0
By Sulis on 5 March 2025 Ekonomi, Internasional, Politik

TintaOtentik.co – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China diprediksi membawa dampak positif bagi Indonesia. Setelah kembali menjabat sebagai Presiden AS, Donald Trump langsung menaikkan tarif impor barang dari China hingga 25%. Kebijakan ini mendorong sejumlah perusahaan untuk mempertimbangkan relokasi bisnis ke negara lain, termasuk Indonesia.

Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Tjertja Karja Adil, mengungkapkan bahwa situasi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia. Menurutnya, sejumlah investor asing mulai menunjukkan minat untuk memindahkan pabrik mereka dari China ke KEK Kendal.

“Kita dapat ini blessing gitu ya. Begitu Trump ini naik, nggak satu, dua, tiga tenant investor asing kita yang datang ke kantor saya dan bilang, ‘Pak, kami sedang mempersiapkan relokasi pabrik dari China’,” ujarnya dalam acara media gathering di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2025).

Peluang Besar Bagi Indonesia

Perusahaan yang tetap bertahan di China harus menghadapi pajak tinggi dari AS. Hal ini menjadi alasan utama investor mencari alternatif lokasi baru. Menurut Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, perang dagang ini bukanlah fenomena baru dan kemungkinan besar akan terus berlanjut.

“Sebelum Trump naik, perang dagang ini sudah berlangsung. Berbagai industri terkena tarif 10% hingga 25%, dan ke depannya kemungkinan besar kondisinya akan tetap sama,” kata Juliani.

Ia menegaskan bahwa Indonesia harus siap menangkap peluang ini, bukan hanya dari investor China, tetapi juga dari negara lain yang mencari lokasi produksi yang lebih menguntungkan. Salah satu keunggulan Indonesia adalah produk-produk yang dibuat di dalam negeri tidak terkena tarif ekspor ke AS, sehingga lebih kompetitif dibandingkan barang dari China.

“Selain itu, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dengan populasi 280 juta jiwa. Ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” tambahnya.

KEK Kendal Siap Tampung Investor

Saat ini, fase pertama KEK Kendal seluas 1.000 hektare telah terisi sekitar 90%. Untuk mengakomodasi lonjakan investor yang berencana pindah ke Indonesia, pemerintah telah menyiapkan fase kedua seluas 1.200 hektare.

Dengan peluang besar yang terbuka akibat perang dagang AS-China, Indonesia berpotensi menjadi tujuan utama relokasi industri dan semakin menarik bagi investor global.

as China Donald Trump Investor asing investor asing di Indonesia investor asing Indonesia Perang Dagang China AS
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleDirut Pupuk Indonesia Cegah Kelangkaan Pupuk, Pastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan
Next Article Dakwah dengan Gaya Baru, Habib Jafar Gandeng Pevita Pearce dan Wulan Guritno
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.