Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Harga Beras Naik? Amran: 92 Persen Gabah Dikuasai Swasta, Bukan Bulog!

0
By Sulis on 22 October 2025 Ekonomi, Nasional, Sosial Budaya

TintaOtentik.Co – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menegaskan bahwa kenaikan harga beras nasional bukan disebabkan oleh penyerapan besar-besaran gabah oleh Perum Bulog, melainkan karena dominasi swasta dalam penguasaan pasokan.

Pernyataan itu disampaikan Amran dalam Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Auditorium Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). Ia menilai, selama ini banyak pengamat keliru membaca data penyerapan gabah oleh Bulog.

“Kemampuan Bulog (dalam menyerap gabah petani) hanya 8%. Ada ahli, ada pengamat yang selama ini mengatakan harga beras naik itu karena Bulog menyerap banyak,” ujar Amran.

Menurut Amran, data menunjukkan 92 persen gabah nasional dikuasai oleh pihak swasta bukan pemerintah. Dengan demikian, kemampuan Bulog dalam memengaruhi harga di tingkat petani maupun pasar beras nasional sangat terbatas.

“Dia mengamati pakai rasa. Mengamati itu harusnya pakai rasio. Tahu yang diserap cuma 8%. 92% adalah swasta. Kita tidak bisa kendalikan,” tegasnya.

Amran juga menyebut bahwa ada kesalahpahaman publik terhadap peran Bulog dalam mekanisme pasar gabah dan beras.

“Nah, ini salah paham, Pak Menko Pangan. Mereka selalu mengatakan harga beras naik karena Bulog menyerap banyak, sehingga harga naik. Tidak semuanya naik,” ucapnya.

Pandangan Pengamat Sebelumnya: Penyerapan Bulog Dinilai Ganggu Pasar

Sebelumnya, sejumlah ekonom pertanian menilai kebijakan Bulog dalam menyerap gabah petani secara masif justru menyebabkan distorsi di pasar beras nasional.

Salah satunya disampaikan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Khudori, yang menyebut langkah Bulog membuat penggilingan swasta kekurangan pasokan bahan baku.

“Dengan Bulog wajib menyerap dalam bentuk gabah yang jumlahnya besar itu, sebagian besar surplus produksi itu diserap oleh Bulog, sementara penggilingan swasta itu hanya kebagian sisa-sisa,” jelas Khudori dalam webinar PERHEPI pada Senin (14/7/2025).

Ia menambahkan, akibat penyerapan besar tersebut, stok penggilingan swasta menurun tajam, bahkan hanya sepertiga dari kondisi normal. Dampaknya, suplai ke pasar melemah dan harga beras naik signifikan.

“Data BPS, dari sejak Januari awal tahun ini, beras sudah lima bulan menjadi penyumbang inflasi. Nah ini yang beberapa penggilingan yang sudah tidak kuat, menanggung kerugian dan berhenti berproduksi karena memang terlampau HET,” kata Khudori.

Bulog Dinilai Menahan Stok, Inflasi Tak Terhindarkan

Khudori juga mengkritik strategi pemerintah yang lebih fokus menahan stok beras dalam jumlah besar, tanpa menyeimbangkan aspek distribusi dan harga di pasar.

“Sebetulnya tugas pemerintah kan bukan hanya memastikan stok, tapi juga mengendalikan harga. Nah, ketika stok itu hanya ditahan dan ditumpuk saja untuk memecahkan rekor, inilah yang terjadi,” tukasnya.

Menurutnya, ketidakseimbangan pasar akibat penyerapan yang berlebihan telah memukul semua level pelaku usaha, dari penggilingan kecil hingga besar.

“Ini bukan hanya penggilingan skala kecil, penggilingan menengah, penggilingan besar juga. Nah saya kira kalau tidak ada kebijakan yang segera dalam bentuk koreksi, ini akan terus banyak ya dampak yang menyusul,” ujarnya menutup.

Laporan: Tim

amran sulaiman Badan Pangan Nasional Bapanas bulog Gabah Dikuasai Swasta Gabah Petani Harga Beras Naik Kementerian Pertanian Mentan Amran Menteri Pertanian Penyerapan Gabah TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePSEL TPA Cipeucang Bakal Dikelola Danantara, Pemkot Tangsel: Anggaran Sebelumnya Tetap Dilanjutkan
Next Article Menkeu Purbaya Geram: Banyak Daerah Masih Main Suap Audit BPK dan Proyek Fiktif
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.