TintaOtentik.co – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjanjikan ketegasan sektor pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nasional saat ini telah menyentuh angka fantastis, yakni 4,5 juta ton.
Angka ini merupakan buah manis dari mitigasi jangka panjang yang dirancang sejak dua tahun lalu guna menangkis ancaman fenomena kekeringan ekstrem.
Amran mengungkapkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi ancaman cuaca buruk seperti El Nino berkekuatan masif maupun Indian Ocean Dipole (IOD) yang berisiko memangkas curah hujan secara drastis.
“Insya Allah, kami sudah persiapkan dua tahun sebelumnya mengantisipasi El Nino Godzilla. Stok kita banyak, masih melimpah. Stok (cadangan beras pemerintah) kita 4,5 juta ton. Jadi aman,” ujar Amran saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Lonjakan stok CBP ini tercatat meroket tajam hingga 200 persen jika dikomparasikan dengan periode Oktober dua tahun sebelumnya yang hanya mengantongi 1,51 juta ton.
Menariknya, seluruh penguatan cadangan pangan nasional ini murni digenjot dari hasil produksi petani dalam negeri, tanpa mengabaikan ruang gerak sektor swasta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi produksi beras nasional sepanjang Januari hingga September 2026 sukses menembus angka 28,39 juta ton.
Dari total produksi tersebut, daya serap pemerintah hanya berada di kisaran 4,4 persen atau setara 4,1 juta ton saja, sehingga para pelaku penggilingan dan swasta tetap leluasa menyerap hasil panen raya petani.
Dengan fondasi pangan yang kian kokoh dan estimasi datangnya musim hujan dalam waktu dekat, Amran mematok target optimis bahwa Indonesia berada di jalur emas menuju swasembada pangan yang berkesinambungan.
“Insya Allah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo, Presiden kita yang kita cintai, (akan mencapai) swasembada berkelanjutan,” pungkas Amran.
Selain komoditas beras, Bapanas memastikan stabilitas Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) turut diperkuat di sektor pendukung lainnya.
Tercatat, stok jagung pakan saat ini masih aman di angka 84 ribu ton, sementara minyak goreng yang dikelola Perum Bulog dan ID Food mencapai 26 ribu kiloliter, serta cadangan daging ayam sebanyak 39 ton.
Sementara itu, untuk komoditas hortikultura yang bersifat mudah busuk (perishable) seperti cabai, bawang merah, hingga telur ayam ras, pemerintah memastikan pasokannya tetap terkendali berkat surplus produksi domestik yang konsisten memenuhi kebutuhan pasar sepanjang tahun.
