TintaOtentik.co – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) merilis laporan pergerakan harga komoditas pangan nasional pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.
Peta fluktuasi pasar menunjukkan tren koreksi harga yang cukup masif pada sebagian besar bahan pokok penting, meski sejumlah komoditas masih mencatatkan penyesuaian yang bervariasi.
Sektor perberasan nasional bergerak dinamis dengan kecenderungan melemah. Beras kualitas bawah I menjadi segelintir yang mengalami penguatan tipis sebesar 0,67 persen atau naik Rp100 ke level Rp15.000 per kilogram.
Sebaliknya, penurunan tajam melanda kategori lainnya; beras bawah II merosot 8,16 persen ke angka Rp13.500/kg, beras medium I melemah 4,82 persen menjadi Rp15.800/kg, dan beras medium II terkoreksi 7,90 persen ke posisi Rp15.150/kg.
Tekanan koreksi serupa juga menghantam beras kualitas super I yang turun 8,08 persen ke Rp16.500/kg serta super II yang melandai 7,78 persen menjadi Rp16.000/kg.
Kabar baik menyelimuti dapur rumah tangga seiring kompaknya penurunan harga komoditas bumbu dapur utama.
Bawang merah ukuran sedang terjun bebas 18,92 persen ke kisaran Rp30.000/kg, sementara bawang putih ukuran sedang mengalami pemangkasan paling mencolok hingga 27,55 persen menjadi Rp28.000/kg.
Badai penurunan harga paling frontal terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar anjlok hingga 39,02 persen ke level Rp45.000/kg. Koreksi tipis terlihat pada cabai merah keriting di angka Rp87.500/kg.
Penurunan fantastis dirasakan pada cabai rawit hijau yang ambles 49,27 persen menjadi Rp40.000/kg, serta cabai rawit merah yang terpangkas 38,27 persen ke posisi Rp65.000/kg.
Tren pelemahan harga turut merembet ke sektor produk hewani dan pemanis. Daging ayam ras segar turun 6,67 persen menjadi Rp38.500/kg, diikuti telur ayam ras segar yang merosot tajam 15,82 persen ke angka Rp25.000/kg.
Daging sapi kualitas 1 dan 2 masing-masing terkoreksi ke level Rp140.000/kg dan Rp130.000/kg. Komoditas gula pasir tak luput dari koreksi; gula premium melemah ke Rp19.000/kg dan gula lokal turun ke Rp18.000/kg.
Kendati mayoritas komoditas mengalami pelonggaran harga, anomali justru terjadi pada produk minyak goreng.
Minyak goreng curah menjadi satu-satunya komoditas di kategori minyak yang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,49 persen atau naik Rp100 menjadi Rp20.500/kg.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerk 1 dan 2 justru melandai masing-masing ke level Rp22.000/kg dan Rp20.500/kg.
