TintaOtentik.Co – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan tengah berupaya keras menuntaskan tumpukan berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pasca-peralihan jabatan.
Kepala Bidang Penataan Bangunan DCKTR, Muhamad Hafiz, menyampaikan bahwa timnya menargetkan penyelesaian ratusan berkas hingga penghujung tahun 2025.
Hafiz mengungkapkan bahwa per 5 Desember, masih ada sejumlah berkas PBG yang sedang diproses dalam sistem.
“Ada sekitar 384 berkas yang masih proses dalam sistem per Desember,” jelas Hafiz, kepada TintaOtentik.Co, pasca kelar rapat koordinasi dengan DPRD Tangsel, Senin, (8/12/2025).
Ia menegaskan optimisme dinas bahwa seluruh tunggakan ini dapat terselesaikan tepat waktu. Target penyelesaian, menurutnya, adalah akhir tahun ini.
“Akhir tahun, ya, 31 Desember,” tegasnya.
Mengenai jenis perizinan yang paling banyak memakan waktu proses, Hafiz menyebut bahwa berkas PBG didominasi oleh permohonan untuk pembangunan hunian.
“Rata-rata yang masih dalam proses itu izin hunian dan usaha. Paling banyak yang masih proses (izin) hunian,” ungkapnya.
Hafiz pun menyoroti bahwa pemohon PBG didominasi oleh pengembang, khususnya dari perumahan-perumahan cluster. Ia mengakui bahwa warga biasa atau individu cenderung jarang mengurus PBG.
“Kan rata-rata yang ngurus PBG perumahan-perumahan cluster. Kalau warga kan jarang,” kata Hafiz.
Warga biasanya mengurus PBG hanya jika ada kebutuhan mendesak, seperti pengajuan kredit atau pinjaman bank. Namun, kendala utama yang kini dihadapi warga biasa terkait sistem PBG yang baru adalah aspek teknis.
“Biasa warga ngurus PBG karena ada pinjam bank. Tapi karena PBG sekarang ini, ya, kesulitannya harus ada gambar yang berskala yang dipunyai arsitek,” terangnya.
Persyaratan ini menuntut gambar teknis detail dan profesional, yang menjadi tantangan bagi warga yang tidak menggunakan jasa arsitek.
Untuk program kerja tahun 2026, DCKTR Tangsel menetapkan target ambisius di sektor pendapatan daerah. Hafiz menyebut bahwa fokus utama adalah memaksimalkan retribusi dari PBG.
“Yang mengejar capaian untuk retribusi sampai 100 persen, insya Allah,” tutup Hafiz, menunjukkan keseriusan dinas untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor perizinan bangunan.
Laporan: iwanpose
