Tintaotentik.co – Memasuki awal tahun 2026, konstelasi politik di Kota Tangerang Selatan mulai memanas. Komunitas Alumni Boedoet wilayah Tangerang Selatan secara terbuka menyatakan sikap untuk menarik seluruh dukungan politik mereka terhadap kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan.
Langkah drastis ini merupakan hasil refleksi kritis terhadap perjalanan pemerintahan pasca Pilkada 2024. Sejumlah persoalan krusial di internal Pemkot Tangsel menjadi pemicu utama mosi tidak percaya dari kelompok alumni sekolah bersejarah ini.
Ketua Koperasi Boedoet 145, Rinto, mengungkapkan bahwa keputusan ini didasari oleh buruknya manajemen birokrasi dan anggaran.
“Persoalan terkait kebijakan anggaran yang ugal-ugalan, transparansi publik dan komunikasi terhadap konstituen tidak berjalan baik,” tegas Rinto.
Rentetan Skandal dan Krisis Kepercayaan
Gelombang kekecewaan ini bukan tanpa dasar. Komunitas Alumni Boedoet menyoroti beberapa insiden fatal yang terjadi sepanjang tahun 2025, di antaranya:
– Kritik Tajam Anggaran: Viral di media sosial saat mantan artis cilik Leony membedah struktur APBD Tangsel yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat pada September 2025.
– Kasus Korupsi: Penangkapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup oleh Kejaksaan Negeri Provinsi Banten terkait skandal pengelolaan sampah.
– Krisis Kebersihan: Menumpuknya sampah di berbagai ruang publik yang hingga kini belum menemukan solusi konkret.
– Macetnya Komunikasi: Tertutupnya ruang dialog antara pimpinan daerah dengan masyarakat pemilih.
Melihat kondisi tersebut, Rinto menegaskan bahwa pencabutan dukungan politik adalah harga mati demi kebaikan kota. Sikap yang diambil di awal 2026 ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi pasangan Benyamin-Pilar agar segera merombak pola komunikasi dan kebijakan publik mereka.
“Dengan ini kami komunitas alumni Boedoet memilih ‘BERSEBRANGAN’ dalam hal politik di kota Tangerang Selatan. Akan lebih memperhatikan dari luar dan akan tetap kritis pada pemerintah Tangsel,” pungkas Rinto, yang juga dikenal sebagai aktivis LSM Aliansi Indonesia.
