Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

    29 May 2026 No Comments

    PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

    29 May 2026 No Comments

    Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

    29 May 2026 No Comments

    SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

    27 May 2026 No Comments

    Rp16 Ribu per Kilogram, Malaysia Gelontorkan Rp8 Triliun Beli Beras Indonesia 500 Ton

    26 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Lampaui Target RPJMN 2025! Rasio Kewirausahaan Nasional Tembus 3,29 Persen

0
By Irfan Kurniawan on 16 December 2025 Ekonomi, Nasional

Tintaotentik.co – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengumumkan pencapaian signifikan terkait iklim bisnis di Indonesia. Rasio kewirausahaan nasional pada tahun 2025 tercatat mencapai 3,29 persen, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yakni sebesar 3,10 persen.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa capaian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor UMKM.

“Prestasi ini selaras dengan Asta Cita ketiga, yang bertujuan spesifik untuk memacu kewirausahaan nasional. Ini sekaligus menjadi bukti konkret bahwa pelaku UMKM di Indonesia terus mengalami peningkatan level atau ‘naik kelas’,” ujar Siti Azizah.

Peran Kunci Entrepreneur Hub (E-Hub) Terpadu

Pencapaian ini didorong oleh implementasi berbagai program strategis kementerian, salah satunya melalui penekanan pada penguatan Entrepreneur Hub (E-Hub) Terpadu.

Program ini dirancang sebagai sebuah ekosistem yang menyediakan pembinaan kewirausahaan secara terintegrasi dan berkesinambungan.
Siti Azizah menambahkan bahwa fungsi E-Hub Terpadu meluas melampaui peningkatan rasio kewirausahaan semata.

Ekosistem ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang kerja, sekaligus berkontribusi dalam menekan tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Hingga November 2025, program E-Hub Terpadu telah menjangkau 7.980 wirausaha yang tersebar di sepuluh provinsi. Sementara itu, total 14.084 wirausaha telah berhasil dihubungkan dan diintegrasikan ke dalam ekosistem hub tersebut.

Fokus 2026: Integrasi Digital dan Adaptasi Teknologi

Untuk tahun 2026, Kementerian UMKM akan memprioritaskan langkah-langkah untuk memperkuat ekosistem E-Hub, khususnya melalui integrasi penuh ke dalam platform yang dinamakan SAPA UMKM. Integrasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pembinaan, meningkatkan efisiensi operasional, dan pada akhirnya, memperkokoh daya saing wirausaha Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Menurut Siti Azizah, digitalisasi dan pemanfaatan teknologi merupakan faktor determinan dalam meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi global yang cepat.

“Aspek digital dan teknologi menjadi sangat krusial di era ini. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh wirausaha agar dapat memenangkan persaingan,” tegasnya.

Selain integrasi digital, program pembinaan Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan (JFPKWU) juga masuk dalam daftar prioritas 2026. Program ini penting karena bertujuan melahirkan fasilitator yang bertugas melakukan inkubasi dan pendampingan wirausaha yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.

Pemerintah sendiri telah menetapkan ambisi jangka panjang, yakni menargetkan jumlah wirausaha di Indonesia mencapai 3,6 persen dari total angkatan kerja pada tahun 2029.

berita ekonomi berita nasional Deputi Bidang Kewirausahaan Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah Ekonomi Ekonomi Indonesia Kemenkop kewirausahaan pengusaha Indonesia peningkatan ekonomi Indonesia rasio kewirausahaan RPJMN RPJMN 2025 Siti Azizah TintaOtentik.Co UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleCegah Penyimpangan Anggaran, Kejati Banten Tekan Kesepakatan Pengawalan Pembangunan Koperasi Merah Putih
Next Article Bukan Hanya Lari, Ini 5 Latihan Super Efektif Pembakar Kalori yang Memberi Manfaat Ganda
Irfan Kurniawan

Related Posts

KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

29 May 2026

PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

29 May 2026

Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

29 May 2026

SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

27 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

By tintaotentik.co29 May 20260

TintaOtentik.Co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penerimaan uang yang dilakukan pegawai-pegawai di Kementerian…

 

 

 

PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

29 May 2026

Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

29 May 2026

SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

27 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.