Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

    24 July 2026 No Comments

    Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

    24 July 2026 No Comments

    Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

    24 July 2026 No Comments

    Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

    24 July 2026 No Comments

    Coret Anak Orang Kaya dari MBG, Menkeu Tunggu Skema Teknis Badan Gizi Nasional

    24 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Maraknya Konten Kreator Review Makanan dan Kosmetik yang Merugikan, DPR RI Cecar Kemendag

Maraknya Konten Kreator Review Makanan dan Kosmetik yang Merugikan, DPR RI Cecar Kemendag

0
By Bagas on 3 March 2025 Ekonomi, Gaya Hidup

TintaOtentik.co – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyoroti maraknya konten review makanan dan kosmetik yang dinilai merugikan produsen serta konsumen. Ia menilai fenomena ini terjadi akibat kurangnya antisipasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mengatur regulasi terkait.

“Ini keresahan masyarakat karena adanya kelengahan Kemendag dalam melindungi konsumen dan produsen,” ujar Mufti dalam rapat dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2025).

Influencer Manfaatkan Celah Hukum

Mufti juga menyoroti praktik sejumlah influencer yang diduga memanfaatkan celah hukum untuk kepentingan pribadi. Ia mencontohkan kasus dugaan pemerasan oleh kreator konten kuliner Code Blue, yang meminta uang ratusan juta rupiah setelah memberikan review negatif.

“Baru dua hari lalu, ada influencer bernama Code Blue. Dia me-review makanan, lalu pemiliknya datang dan ternyata diperas Rp 350 juta,” katanya.

Menurut Mufti, kasus ini membuktikan bahwa ada kekosongan regulasi yang memungkinkan penyalahgunaan review produk untuk kepentingan tertentu.

Pengusaha Minta Perlindungan Hukum

Fenomena ini juga mendapat perhatian dari pengusaha kuliner Tjie Nofia Handayani atau Ci Mehong. Ia mengungkapkan bahwa banyak kreator konten yang bertindak semena-mena dalam memberikan ulasan.

“Kalau dibiarkan begitu saja, mereka bisa seenaknya,” ujar Ci Mehong dalam kanal YouTube Feni Rose Official.

Menurutnya, satu ulasan negatif dari seorang influencer bisa berdampak besar pada kelangsungan usaha kecil. Ia meminta pemerintah segera membuat regulasi yang melindungi pelaku usaha dari review yang menjatuhkan.

“Kalau yang me-review menjatuhkan usaha orang, harus ada hukum yang mengatur,” tegasnya.

Sebagai informasi, bisnis bika ambon Ci Mehong sempat mendapat sorotan setelah di-review oleh Tasyi Athasyia pada 9 Februari 2025. Dalam video review tersebut, Tasyi menyebut menemukan binatang kecil di adonan bika ambon. Namun, Ci Mehong membantahnya dan menyatakan bahwa benda tersebut hanyalah serpihan gosong dari koran.

Tasyi juga mengkritik tekstur bika ambon yang dianggapnya terlalu keras, bahkan setelah diletakkan di suhu ruang.

Fenomena ini semakin memperkuat tuntutan dari para pengusaha agar pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatur regulasi konten review guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak tertentu.

DPR Minta Kemendag Urus Konten Kreator Review Makanan dpr ri Kemendag Konten Kreator Makanan Konten Kreator Review Makanan TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous Article5 Pabrik Tutup di Jawa Barat, 3.200 Pekerja Terdampak PHK, Apa Solusi Dedi Mulyadi?
Next Article Resmi! THR PNS dan PPPK 2025: Besaran dan Jadwal Pencairan
Bagas

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

24 July 2026

Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

24 July 2026

Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

24 July 2026

Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

24 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU ASABRI, Eks Jampidsus Resmi Ditahan

By tintaotentik.co24 July 20260

TintaOtentik.Co – Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, telah resmi…

Disemprot Dewan Julham Firdaus, Pabrik Es Kristal Buaran Akhirnya Sepakati Solusi dan Temui Warga

24 July 2026

Soroti Tingginya Kekerasan Anak di Tangsel, Fraksi PDIP Tangsel Kaji Pembentukan KPAD

24 July 2026

Skandal Hutan Kuansing, KPK Endus Setoran 46.500 Dolar ke Raja Juli

24 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.