Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

    15 June 2026 No Comments

    PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

    15 June 2026 No Comments

    Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

    15 June 2026 No Comments

    Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

    15 June 2026 No Comments

    Rupiah Merangkak Naik Rp17.663 per Dolar AS

    15 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (FOTO: Dok/Istimewa)

Nilai Ekspor Pertanian Naik Rp166 Triliun, Amran: Pelemahan Rupiah Peroleh Keuntungan

0
By tintaotentik.co on 20 May 2026 Nasional, Ekonomi, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati Rp17.700 per dolar AS tak sepenuhnya berdampak buruk bagi sektor pertanian dan masyarakat desa.

Menurut dia, penguatan dolar AS justru ikut mendorong kenaikan nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia dan meningkatkan pendapatan petani.

Di sisi lain, dampak pelemahan rupiah terasa pada sejumlah komoditas impor seperti bawang putih dan kedelai yang harganya menjadi lebih mahal.

“Setiap ada krisis atau kondisi apa pun pasti ada plus minus. Sekarang tinggal bagaimana kecerdasan kita memanfaatkan situasi ini,” ujar Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan nilai ekspor pertanian Indonesia naik Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut dia, kondisi itu menunjukkan sektor pertanian domestik justru memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah.

“Inilah yang dimaksud Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa ada dampaknya, iya. Tetapi dampak positifnya di desa, khususnya petani, jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Amran menyebut peningkatan ekspor terjadi karena petani terdorong meningkatkan produktivitas ketika harga komoditas menguntungkan. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat petani lebih serius menjaga tanaman, penggunaan pupuk, hingga pengendalian hama.

“Petani sederhana, karena ini menguntungkan, tanamannya dipupuk dengan baik, dipelihara dengan baik, hamanya dijaga dengan baik, airnya dijaga dengan baik,” katanya.

Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan pernyataan Sang Kepala Negara yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak terlalu terdampak gejolak dolar AS.

Menurut Amran, ucapan Prabowo perlu dipahami dalam konteks ekonomi makro, terutama karena pemerintah masih menjaga harga BBM subsidi dan pupuk.

“BBM subsidi tidak naik, pupuk turun. Itulah yang dimaksud Bapak Presiden,” ujar Amran.

Meski demikian, Amran mengakui pelemahan rupiah tetap bisa memberi tekanan pada bahan pangan impor seperti kedelai yang menjadi bahan baku tahu dan tempe. Namun, ia menilai dampaknya terhadap konsumsi masyarakat relatif kecil dibanding komoditas lain.

“Ya pasti berpengaruh (pelemahan rupiah ke harga olahan kedelai), tetapi kecil porsinya. Kalau makan itu yang paling besar porsinya apa? Kedelai tempe mungkin 1 persen atau 2 persen,” katanya.

Ia memastikan pemerintah sudah memanggil para importir kedelai agar tidak menaikkan harga secara berlebihan di tengah penguatan dolar AS. Menurut dia, pemerintah siap mencabut izin importir yang mengambil keuntungan tidak wajar.

“Kami sudah beri tahu semua importir, kalau naik semena-mena izinnya saya cabut,” ujar Amran.

Selain itu, Amran menilai gejolak harga pangan dalam negeri juga dipengaruhi praktik mafia pangan. Karena itu, Kementan bersama Satgas Pangan disebut terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran distribusi pangan.

Laporan: Tim

Amran Efek Dolar Petani Efek Dolar ke Petani Efek Dolar Petani Mentan Efek Dolar Petani Menteri Pertanian Efek Dolar Petani Nilai Ekspor Pertanian Naik Rp166 Triliun Pelemahan Rupiah Peroleh Keuntungan Sektor Pertanian TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePemerintah Pangkas Anggaran MBG 68 Triliun
Next Article Ada Kejanggalan, Aktivis Layangkan Somasi Wali Kota Tangsel Soal Status Jabatan Sekda
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

15 June 2026

PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

15 June 2026

Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

15 June 2026

Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

15 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Regional

Hadapi Era AI, Pemkot Tangsel Minta ASN Tetap Perhatikan Regulasi yang Berlaku

By tintaotentik.co15 June 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN)…

 

 

 

PSEL Tangsel Dianggarkan Rp40 Miliar Tahap Awal, Target 2028 Beroperasional

15 June 2026

Indonesia-Jerman Bangun Kerjasama Rantai Pasok Mineral

15 June 2026

Prabowo Bakal Perbaiki 71 Ribu Sekolah, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

15 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.