TintaOtentik.co – Menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan mematangkan seluruh aspek teknis, mulai dari penjadwalan pre-game cabor, efisiensi penggunaan venue, validasi ribuan atlet ber-KTP lokal, hingga target ambisius keluar sebagai juara umum.
Sekretaris Umum KONI Kota Tangerang Selatan, Irfan Alamsyah, memaparkan bahwa sejumlah cabang olahraga (cabor) dengan durasi pertandingan yang panjang akan dimulai lebih awal dari jadwal pembukaan resmi.
Hal ini dilakukan karena jumlah nomor tanding dan fase penyisihan yang memakan waktu cukup lama, seperti voli, sepak bola, futsal, hoki, hingga sepak takraw.
“Karena memang jumlah pertandingannya banyak. Seperti voli itu dari tanggal 10 November sampai dengan tanggal 19 November baru selesai. Panjang. Kalau kita mulainya di tanggal 16 November, tidak akan cukup waktunya sampai dengan tanggal 23 November,” ungkap Irfan saat memberikan keterangan.
Meskipun beberapa pertandingan pendahuluan digulirkan lebih awal, Irfan memastikan bahwa babak penentuan medali atau partai final tetap akan dilangsungkan setelah acara pembukaan resmi pada tanggal 15 November 2026, agar raihan medali terakumulasi secara sah setelah seremoni pembukaan.
Menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur, KONI Tangsel bersama panitia menerapkan sistem rotasi venue secara ketat namun efisien.
Sejumlah venue dirancang bergantian untuk cabor dengan kategori serupa, seperti kawasan Witanaharja yang digunakan secara bergantian antara voli pasir dan bola tangan pasir, serta kawasan IMI yang berbagi arena antara cabang olahraga bermotor dan sepeda gunung (mountain bike).
Berdasarkan data Entry by Name (IBN) terbaru, Porprov VII Banten tahun ini akan mempertandingkan sekitar 60 cabang olahraga dengan total kurang lebih 900 kategori pertandingan. Dari ribuan nomor tersebut, total medali yang diperebutkan mencapai kisaran 9.100 keping lebih.
Irfan merinci, cabor dengan nomor kategori terbanyak didominasi oleh panahan dan atletik dengan masing-masing sekitar 40 kategori, disusul panjat tebing sebanyak 32 kategori.
Sebaliknya, cabor dengan kategori paling sedikit meliputi bulu tangkis dan tenis meja yang masing-masing hanya mempertandingkan 7 kategori.
Terkait isu mutasi atlet atau perpindahan Keabsahan Atlet Ber-KTP Tangsel dan Kontingen Total.
Terkait isu mutasi atlet atau perpindahan domisili ke kabupaten/kota lain yang kerap menjadi dinamika klasik, Irfan menegaskan bahwa persoalan keabsahan (screening) telah ditangani secara ketat oleh bidang keabsahan dan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PB Porprov melalui mekanisme aturan yang berlaku.
Sementara itu, untuk kontingen asal Tangerang Selatan sendiri, Irfan memastikan seluruh atlet, pelatih, asisten pelatih, manajer, hingga ofisial telah terverifikasi valid dan memegang identitas resmi kependudukan lokal.
“Kalau konkret sampai hari ini atlet Tangsel sudah ber-KTP Tangerang Selatan semua dan sudah konkrit dari 1.589 tersebut,” tegas Irfan, merinci total kontingen Tangsel (atlet dan petugas pendukung) yang berada di angka 1.518 hingga 1.589 orang.
Meski distribusi seragam dan atribut kontingen masih dalam proses, pihaknya optimistis seluruh kelengkapan logistik tersebut sudah rampung dibagikan sebelum jadwal pertandingan perdana dimulai.
Menutup keterangannya, Irfan menyampaikan optimisme tinggi sekaligus harapan besar agar perhelatan akbar ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan administrasi, tetapi juga membawa kontingen Tangsel meraih prestasi puncak.
“Yang pasti harapan terkait Porprov sukses penyelenggaraan, sukses administrasi serta Tangsel menjadi juara umum,” pungkasnya.
