Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

    18 May 2026 No Comments

    Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

    18 May 2026 No Comments

    G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

    18 May 2026 No Comments

    Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

    18 May 2026 No Comments

    Laporan BPKP Temukan Sejumlah Pihak Bermasalah, Prabowo: Jika Terindikasi Korupsi, Hukum!

    16 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Pasca Dikasih Rp200 Triliun, Menkeu: Dirut Bank Itu Pandai, Tapi Malas

0
By Sulis on 18 September 2025 Ekonomi, Nasional

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya sengaja menantang kreativitas para direktur utama (dirut) bank dengan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito. Menurutnya, langkah ini dilakukan agar perbankan tidak lagi bergantung pada pola lama yang dianggap terlalu nyaman.

“Mereka (dirut bank) kan orang-orang pintar. Cuma, selama ini malas karena bisa naruh di tempat yang aman. Enggak ngapain-ngapain, dapat spread cukup, untungnya gede. Jadi, mereka setiap Sabtu-Minggu main golf kali,” ujar Purbaya usai menghadiri rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9).

Purbaya menuturkan, dengan dana tersebut, para bankir kini harus lebih aktif mencari peluang penyaluran kredit yang produktif dan berorientasi pada keuntungan berimbang. “Sekarang, dengan uang itu (Rp200 triliun) mereka berpikir. Harusnya market based ya. Mereka akan mencari proyek-proyek yang memberikan return paling tinggi dan yang paling aman dulu,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, penempatan dana besar tersebut akan berdampak pada sisi permintaan dan penawaran di pasar. Selain meningkatkan likuiditas, suku bunga pinjaman juga diprediksi menurun sehingga masyarakat terdorong untuk lebih berani mengajukan kredit. Ujungnya, perputaran uang akan semakin cepat di perekonomian nasional.

“Karena demand dan supply tumbuh bersamaan, tanpa menimbulkan bahaya kepanasan, apa yang disebut demand pull inflation. Harusnya dengan inject seperti itu (guyuran Rp200 triliun), perekonomian akan berjalan,” kata Purbaya optimistis.

Lebih lanjut, ia menegaskan skema ini didasarkan pada prinsip dasar kebijakan moneter. Jika dana tidak dimanfaatkan oleh perbankan, maka bank penerima harus membayar bunga deposito kepada pemerintah.

“Saya paksa sistem bekerja dengan saya kasih bahan bakar, yang kalau mereka gak pakai, mereka harus bayar ke saya (bunga deposito). Jadi, ini sebetulnya prinsip dasar dari monetary policy,” jelasnya.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara. Dalam beleid tersebut, pemerintah mendapatkan imbal hasil sebesar 80,476% dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Dengan BI rate saat ini di level 5 persen, bunga yang diperoleh pemerintah diperkirakan sekitar 4 persen dari total deposito Rp200 triliun.

Adapun lima bank yang menerima penempatan dana ini adalah BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Rinciannya, BRI, BNI, serta Bank Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.

Bank BSI Bank BUMN Bank Mandiri BNI BRI BTN dan Bank Syariah Indonesia Dirut Bank Itu Pandai kementerian keuangan Menkeu Menteri Keuangan Gelontorkan Rp200 Triliun di Bank BUMN Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tapi Malas
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTinjau Cukai Rokok, Menkeu Purbaya Singgung Potensi Adanya Praktik “Tidak Wajar”
Next Article Mahasiswa Desak Prabowo Tegakan Kedaulatan Rakyat dan Wujudkan Pasal 33 Demi Kesejahteraan Rakyat
Sulis

Related Posts

G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

18 May 2026

Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

18 May 2026

Laporan BPKP Temukan Sejumlah Pihak Bermasalah, Prabowo: Jika Terindikasi Korupsi, Hukum!

16 May 2026

Prabowo Tegaskan Aparat dan Jenderal Jangan Korupsi Hingga Beking Praktik Ilegal

16 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

By tintaotentik.co18 May 20260

TintaOtentik.Co – Sempat dikritik bertentangan dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), Walikota Tangerang Selatan, Benyamin…

 

 

 

Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

18 May 2026

G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

18 May 2026

Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

18 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.