Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Tinjau Cukai Rokok, Menkeu Purbaya Singgung Potensi Adanya Praktik “Tidak Wajar”

0
By Sulis on 18 September 2025 Ekonomi, Hukum, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan adanya praktik tidak wajar dalam distribusi pita cukai rokok. Ia menegaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan kajian menyeluruh atas struktur dan mekanisme cukai, termasuk potensi celah yang dimanfaatkan pihak tertentu.

“Nanti saya lihat lagi, saya belum menganalisis dengan dalam seperti apa sih cukai rokok itu, katanya ada yang main-main, di mana main-mainnya,” ujar Purbaya, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, keputusan mengenai langkah lanjutan, termasuk kemungkinan perubahan porsi cukai, akan menunggu hasil analisis mendalam dari pemerintah.


“Tergantung hasil studi dan analisis yang kita dapatkan dari lapangan,” tegasnya.

Di tengah proses evaluasi tersebut, data keuangan perusahaan rokok menunjukkan bahwa beban pita cukai masih menjadi komponen dominan dalam biaya produksi.

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) melaporkan pengeluaran pita cukai mencapai Rp32,14 triliun per 30 Juni 2025, turun 4,11% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp33,52 triliun. Angka tersebut mencakup sekitar 70,59% dari total beban pokok HMSP semester I/2025 yang tercatat Rp45,53 triliun.

Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat biaya pita cukai, PPN, dan pajak rokok sebesar Rp32,89 triliun pada semester I-2025, turun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp38,18 triliun.

Direktur GGRM, Heru, menegaskan bahwa beban cukai masih menekan kinerja perusahaan.

“Profitability kami itu masih rapuh. Kenaikan cukai yang sudah terjadi belum seluruhnya atau belum dapat terkompensasi oleh kenaikan harga yang proporsional,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (11/9/2025).

Dengan kondisi ini, evaluasi pemerintah terhadap kebijakan cukai rokok menjadi sorotan, mengingat kontribusi sektor ini yang besar terhadap penerimaan negara sekaligus tantangan bagi industri.

Besaran Cukai HMSP-GGRM cukai rokok Direktur GGRM Ekonomi Indonesia menkeu purbaya Menkeu Purbaya Singgung Potensi Adanya Praktik Tidak Wajar Menteri Keuangan purbaya Purbaya Selidiki Dugaan Permainan Purbaya Yudhi purbaya yudhi sadewa Rokok TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKolaborasi dengan Baznas, Disperkimta Tangsel Perbaiki Rumah Korban Ledakan di Pamulang
Next Article Pasca Dikasih Rp200 Triliun, Menkeu: Dirut Bank Itu Pandai, Tapi Malas
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.