Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Produksi Jagung Nasional Melimpah, Pemerintah Optimistis Capai Swasembada

0
By Sulis on 13 June 2025 Nasional, Ekonomi

TintaOtentik.co – Produksi jagung di Indonesia selama periode Januari hingga Juli 2025 diproyeksikan melebihi kebutuhan konsumsi nasional. Kondisi ini membuat pemerintah semakin yakin bahwa swasembada jagung bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah berada dalam jangkauan nyata.

Badan Pangan Nasional menyampaikan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), volume produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% (JPK KA 14%) diprediksi mencapai 9,45 juta ton. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 11,08% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut, yang menurutnya merupakan hasil dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Tentu kita patut bersyukur karena produksi jagung dalam negeri terus meningkat pesat. Bahkan kita sudah mampu ekspor jagung. Ini karena visi Presiden Prabowo Subianto tidak hanya swasembada saja, tapi Indonesia harus mampu jadi lumbung pangan dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/6/2025).

Namun, dari total proyeksi produksi itu, terdapat potensi kehilangan hasil panen sekitar 4,62%, akibat tercecer atau rusak selama proses pascapanen. Dengan demikian, produksi bersih jagung yang dapat dimanfaatkan selama tujuh bulan pertama tahun ini diperkirakan sebesar 9,01 juta ton.

Sementara itu, merujuk pada Neraca Jagung per 2 Juni 2025, kebutuhan konsumsi nasional dari Januari hingga Juli diperkirakan sekitar 8,63 juta ton. Artinya, ada kelebihan pasokan atau surplus sebesar 380 ribu ton.

“Artinya produksi Januari sampai Juli tahun ini telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dan masih ada kelebihan yang cukup, sehingga kita bisa gunakan untuk ekspor atau stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP),” tambah Arief.

Meski produksi jagung melimpah, pemerintah diingatkan untuk tetap memperhatikan kesejahteraan petani. Salah satu aspek penting yang harus dijaga adalah kestabilan harga di tingkat petani agar tidak terjadi penurunan nilai tukar petani akibat kelebihan pasokan.

“Hal lainnya yang perlu dijaga tentunya adalah harga di tingkat petani jagung. Sesuai arahan Bapak Presiden, nilai tukar petani tidak boleh turun anjlok. Kami di Badan Pangan Nasional turut membantu petani jagung di NTB dengan memfasilitasi agar stoknya juga dapat diserap peternak unggas di luar NTB,” jelas Arief.

Badan Pangan Nasional pun telah terlibat aktif dalam memfasilitasi distribusi jagung dari sentra produksi di Nusa Tenggara Barat (NTB) ke konsumen peternak di Blitar, Jawa Timur. Skema distribusi ini dijalankan dengan pendekatan business to business (B2B) untuk memastikan keterhubungan rantai pasok.

Hingga 9 Juni 2025, total realisasi pengiriman jagung dari NTB ke Blitar mencapai 1.861 ton. Program ini dinilai efektif dalam mengatasi ketimpangan distribusi dan menjaga pasokan bahan baku pakan secara merata di berbagai wilayah.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional dalam menstabilkan harga jagung serta menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau di tingkat konsumen.

Di sisi lain, harga jagung di tingkat produsen menunjukkan tren kenaikan. Data Panel Harga Pangan mencatat, harga jagung pipilan kering pada awal Mei berada di kisaran Rp 4.769 per kilogram. Namun per 9 Juni, harga tersebut meningkat menjadi Rp 4.888 per kilogram, mencerminkan adanya permintaan yang terus terjaga meski produksi melimpah.

Ekonomi Indonesia ketahanan pangan Panen Raya Panen Raya 2025 Pertanian Pertanian Indonesia Pertanian RI Petani Produksi Jagung Melimpah Produksi Pertanian swasembada pangan TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleProyek Raksasa Tanggul Laut Dimulai, Prabowo Bentuk Badan Khusus
Next Article Optimis Capai Target, Bapenda Tangsel Bidik Rp42 Miliar dari Pajak Hotel di 2025
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.