Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Sekjen KPA Semprot Menteri Kehutanan Soal Konflik Agraria Puluhan Tahun di Cilacap

0
By Sulis on 24 September 2025 Nasional, Hukum

TintaOtentik.co – Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, melontarkan kritik keras kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait lambannya penyelesaian konflik agraria yang sudah berlangsung puluhan tahun. Momen itu terjadi dalam forum audiensi antara pimpinan DPR RI bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan perwakilan organisasi petani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Dalam pemaparannya, Dewi menyoroti sederet kasus agraria yang menimpa masyarakat, termasuk konflik lahan di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan perusahaan BUMN, Perum Perhutani.

“Di Kementerian Kehutanan, Bapak Raja Juli, akhirnya kita bisa bertemu lagi. Saya pernah mengajak Bapak Raja Juli itu ke salah satu Desa Bulupayung di Cilacap,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, kawasan tersebut mencakup 9.000 hektare lahan pertanian produktif yang menjadi lumbung pangan nasional. Namun, lahan yang jelas-jelas berupa sawah dan ladang justru diklaim sebagai kawasan hutan oleh Perhutani. “Itu adalah konflik agraria puluhan tahun yang berkonflik dengan Perhutani,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak masuk akal karena di lokasi yang dipermasalahkan sama sekali tidak terdapat hutan.

“Mana ada hutan? Kenapa tanah-tanah pertanian produktif yang dikerjakan oleh kaum tani itu tidak kunjung dibebaskan dari klaim-klaim kawasan hutan? Tidak kunjung dilepaskan dari klaim Perhutani?” tanya Dewi.

Situasi ini, kata Dewi, menimbulkan dampak serius. Para petani yang selama ini berkontribusi pada ketahanan pangan nasional kesulitan mengangkut hasil panen, sementara program pembangunan pertanian terhambat. Bahkan pemerintah desa maupun daerah mengaku kebingungan menjawab ketika warga bertanya mengenai buruknya akses jalan.

“Karena alasannya itu, ini adalah masih klaim Perhutani, masih PTPN (Perkebunan Nasional), masih kawasan hutan, masih di dalam HGU (Hak Guna Usaha),” jelas Dewi.

Menanggapi kritik tersebut, Raja Juli membenarkan bahwa dirinya pernah meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Bulupayung. Ia mengakui adanya kendala serius dalam upaya melepaskan kawasan itu dari status hutan produksi Perhutani.

“Karena memang ada macet di Perhutani. Jadi memang kehutanan Perhutani ini menjadi satu kunci penting,” ujarnya.

Audiensi itu dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama dua Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa. Turut hadir Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto serta lima pejabat kabinet Presiden Prabowo, yakni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Plt Menteri BUMN Dony Oskaria, Menteri Desa PDTT Yandri Susanto, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari.

Agraria berita agraria Dewi Kartika dpr dpr ri hutan kementerian hutan konflik agraria Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menhut raja juli raja juli Raja Juli Antoni raja juli menhut sekjen kpa Sekjen KPA Semprot Menteri Kehutanan TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKetika Kota Tangsel dengan Predikat “Paling Informatif” Tapi Gagap
Next Article Edukasi Pembekalan Hukum, Bidang Kepemudaan Dispora Tangsel Dorong Pemuda Lebih Kritis
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.