Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Sering Disalagunakan Pemda, Prabowo Pangkas Anggaran TKD Jadi Rp649 T di 2026

0
By Sulis on 12 December 2025 Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sempat kecewa anggaran transfer ke daerah (TKD) kerap diselewengkan oleh pemerintah daerah.

Kekecewaan itulah yang membuat anggaran TKD untuk 2026 dipangkas sangat dalam di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 menjadi Rp 649,99 triliun dari sebelumnya dalam APBN 2025 sebesar Rp 919,87 triliun.

“Kita lihat kondisi kebatinan di sana seperti apa waktu itu. Rupanya beliau kecewa belanja daerah diselewengkan,” ujar Purbaya dalam acara Dialog Interaktif Pemerintah Pusat dan Daerah: DPRD Kuat, Daerah Berdaya, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Alasan itulah yang membuatnya baru menyadari anggaran TKD 2026 dipangkas sangat dalam oleh pemerintah saat dirinya belum menjabat sebagai menteri keuangan. Purbaya menjabat sebagai bendahara negara per 8 September 2025.

“Saya belum jadi menkeu saat dipotong. dasar pemotongan tidak terlalu jelas bagi saya saat itu. Kenapa dipotong Rp 50 triliun, Rp 60 triliun, Rp 70 triliun, mana bisa hidup daerah,” tutur Purbaya.

“Begitu seperti itu. saya bilang naikin. saya minta hari kedua, Saya setujuin naik Rp 43 triliun. Jadi kalau ada yang protens jangan ke saya lagi,” tegasnya.

Meski begitu, Purbaya memastikan, dirinya akan terus membantu Pemda untuk kembali menormalisasi anggaran TKD pada 2026.

Asalkan, para kepala daerah membantu dirinya meyakinkan kepala negara untuk betul-betul memanfaatkan TKD demi pembangunan masyarakat.

“kuartal IV-2025 dan kuartal I tahun depan perbaiki belanja, penyerapan anggaran jangan ada bocor. Kalau bagus, saya yakin kuartal II tahun depan ekonomi lebih bagus dari sekarang. Kalau enggak saya juga dipecat,” tutur Purbaya.

Purbaya memastikan, anggaran pemerintah sangat mencukupi untuk kembali menormalisasi anggaran TKD kuartal II-2026.

“Kalau bagus saya hadap presiden minta anggaran pemda direvisi dan kita mampu, uang kita cukup harusnya sih. Doain saya berhasil supaya kuartal II bisa ngomong, kuartal II dan kuartal III anggaran anda bisa berubah. Tapi tanpa perbaikan pemda, saya pasti ditolak, bantu saya membantu bapak-bapak semua,” tutupnya.

Laporan: Tim

Anggaran TKD Anggaran Transfer ke Daerah Pemerintah Daerah Prabowo Prabowo Pangkas Anggaran TKD Jadi Rp649 T di 2026 Prabowo Sempat Kecewa Anggaran TKD Kerap Diselewengkan Pemda Prabowo Subianto presiden prabowo TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleLKPP Luncurkan E-Audit Katalog V.6, KPK Tak Menampik Pengadaan Barang Jasa Medan Perang Korupsi!
Next Article PK KNPI Pamulang Tangsel: Pemuda Jangan Apatis Soal Kebijakan dan Politik
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.