Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Gaya Hidup

Terima Tuntutan Aksi, Pemkot dan DPRD Tangsel Setujui Rencana “Satgas Sampah” Libatkan Warga

0
By Sulis on 18 December 2025 Gaya Hidup, Politik, Regional, Sosial Budaya

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan menerima aspirasi dan tuntutan masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Serpong terkait persoalan persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, usai audiensi bersama perwakilan masyarakat, DPRD, dan dinas terkait.

“Ya, saya mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Pak Wali Kota, dalam menerima aspirasi dan tuntutan dari masyarakat Forum Peduli Serpong. Tadi ada 12 tuntutan terkait penanganan masalah persampahan di TPA Cipeucang,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, audiensi tersebut juga dihadiri seluruh anggota DPRD Tangsel dari Komisi IV dan Daerah Pemilihan Serpong untuk mendengar langsung aspirasi warga. Selain itu, dinas-dinas terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), telah mencatat seluruh poin yang disampaikan masyarakat.

“Sebagian besar dari tuntutan itu sebenarnya sudah diprogramkan oleh Pemkot Tangsel dan sudah disetujui oleh DPRD, baik program yang sedang berjalan di akhir 2025, maupun program 2026 seperti pembangunan teknologi pengolahan sampah,” jelasnya.

Pilar juga meluruskan salah satu tuntutan yang berkaitan dengan pembebasan lahan. Ia menegaskan bahwa rencana tersebut bukan untuk perluasan pembuangan sampah semata, melainkan sebagai persiapan pemasangan alat pengolahan sampah yang akan direalisasikan pada 2026.

“Itu kita sampaikan bahwa pembebasan lahan tersebut untuk alat yang akan kita pasang di 2026 nanti. Jadi mohon dukungannya dari masyarakat, khususnya forum yang tadi menyampaikan aspirasinya, agar permasalahan sampah di Cipeucang ini bisa kita tangani bersama,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Forum Peduli Serpong juga menyampaikan keinginan untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Tangsel. Pilar memastikan permintaan tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Tadi forum juga menyampaikan keinginan untuk bertemu dengan Pak Wali Kota, dan itu akan kita agendakan segera,” katanya.

Menanggapi salah satu tuntutan terkait pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan dan pengolahan sampah yang melibatkan masyarakat, Pilar menegaskan hal tersebut harus dilakukan.

“Iya, harus. Menurut saya forum bisa mengawal hal itu. Forum-forum di masyarakat seperti Karang Taruna, LPM, dan lain sebagainya harus dilibatkan,” tegas Pilar.

Ia menjelaskan, persoalan sampah juga berkaitan erat dengan ekonomi sirkular yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, seperti keberadaan bank sampah dan peran RT/RW di lingkungan.

“Satgas itu nanti bukan hanya dari pemerintah daerah atau Forkopimda, tapi juga ada peran dari masyarakat untuk mengawasi dan mengawal agar pelaksanaan penanganan dan pengelolaan sampah di setiap lingkungan di Tangsel bisa dilakukan bersama-sama,” tambahnya.

Terkait tuntutan kompensasi dampak lingkungan bagi warga sekitar TPA Cipeucang, Pilar mengungkapkan bahwa Wali Kota Tangsel telah menyatakan besaran kompensasi saat ini, yakni Rp250 ribu per tahun, dinilai terlalu kecil.

“Dalam rapat koordinasi sekitar satu bulan lalu dengan Pak Wali Kota, Sekda, dan kepala OPD, beliau sudah menyampaikan bahwa kompensasi Rp250 ribu per tahun itu terlalu sedikit. Beliau ingin menjadikannya per bulan, bukan per tahun,” ungkap Pilar.

Saat ini, lanjut Pilar, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tengah mempersiapkan skema besaran kompensasi tersebut dengan dukungan DPRD.

“Besarannya berapa, ini TAPD yang sedang mempersiapkan. Mudah-mudahan dengan dukungan DPRD, kompensasi dampak negatif untuk masyarakat bisa terpenuhi. Dan sebenarnya ini memang sudah sesuai dengan rencana dari Pak Wali Kota,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan apakah aksi dan audiensi yang digelar masyarakat pada Rabu (18/12/2025) bersifat solutif, Pilar menyebut bahwa pertemuan lanjutan dengan Wali Kota akan menjadi penentu arah kebijakan ke depan.

“Yang terakhir, masyarakat ingin bertemu dengan Wali Kota. Itu mungkin sebagai keputusan final. Nanti Pak Wali Kota akan menyampaikan kapan beliau bisa menerima forum masyarakat ini,” pungkasnya.

Laporan: iwanpose

DPRD Tangsel Kota tangsel Pemkot dan DPRD Tangsel Setujui Rencana Satgas Sampah Libatkan Warga Pemkot tangsel pilar saga Pilar Saga Ichsan Rencana Satgas Sampah Tangsel Libatkan Warga Tangsel Terima Tuntutan Aksi Warga Pemkot dan DPRD Tangsel Setujui Rencana Satgas Sampah TintaOtentik TintaOtentik.Co Wakil Wali Kota Tangsel Wawalkot Tangsel
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTerpilih Aklamasi, Airin Kembali Nahkodai Partai Golkar Tangsel
Next Article Tangsel Resmi Miliki Alat Uji KIR Kendaraan Listrik Prodak Jepang
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.