TintaOtentik.Co – Dprd Kota Tangsel memastikan aspirasi warga perihal permintaan Kembalikan jalan Serpong-Parung untuk Rakyat yang ditutup oleh BRIN akan disampaikan ke Gubernur Banten.
Demikian disampaikan Anggota DPRD Tangsel Zulfa Sungki Setiawati, ketika menemui para warga yang berdemo di halaman kantor DPRD Tangsel, Kamis, (6/11/2025).
Dalam aksi tersebut diketahui, massa membawa spanduk bertuliskan “Bubarkan BRIN” dan “Kembalikan Jalan Serpong-Parung untuk Rakyat”. Mereka menolak penutupan akses jalan yang diduga dilakukan secara sepihak oleh pihak BRIN (Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie-Serpong).
Aksi itu diikuti oleh perwakilan Paguyuban Warga Setu-Muncul dan LBH GP Ansor Tangsel yang selama ini aktif mendampingi warga terdampak penutupan jalan.
Koordinator aksi, Amizar mengatakan, warga menagih janji DPRD Tangsel untuk segera menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, pihak BRIN Serpong, dan perwakilan warga. RDP itu diharapkan dapat membahas pengembalian artefak atau gapura “Selamat Datang Kota Tangerang Selatan” yang sebelumnya berada di ruas jalan tersebut.
Selain itu, massa juga meminta DPRD Tangsel membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki dugaan penutupan jalan provinsi secara sewenang-wenang oleh BRIN. Mereka menilai langkah itu telah mengganggu fungsi ruas Jalan Serpong–Muncul–Parung sebagai jalur utama masyarakat menuju perbatasan Kabupaten Bogor.
Dalam sepuluh poin tuntutan yang dibacakan, warga meminta Wali Kota Tangsel segera menunaikan janji untuk mengembalikan fungsi jalan Serpong–Muncul–Parung sebagai jalan provinsi. Mereka juga menuntut agar pos penjagaan, pagar pembatas, dan fasilitas penghalang lain yang dipasang pihak BRIN segera dibongkar.
Warga bahkan menegaskan akan memberikan waktu 20 hari kepada DPRD Tangsel untuk menindaklanjuti seluruh tuntutan tersebut. Jika tidak ada langkah konkret, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan di DPRD Tangsel dan kantor Wali Kota Tangsel.
Menanggapi hal tersebut Zulfa mengatakan didepan para massa aksi, alhamdulillah tadi langsung telfon ke Pak Gubernur Andra Soni, niatnya juga mau video call, kendati beliaunya sedang rapat.
“Terus kita sebagai DPRD Tangsel, sudah meminta untuk di jadwalkan di agendakan ketemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga muncul yang terdampak dari penutupan jalan akses BRIN dan jawaban Gubernur oke,” terang Zulfa yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tangsel.
Kemudian kata Zulfa, akan di agendakan, sekalian dengan BRIN. Saya juga telah menyampaikan ke Pak Gubernur, waktu permintaan dari warga hanya seminggu pak.
“Siap kata Gubernur nanti sekalian dibahas, karna besok jumat ada rapat Partai di Provinsi,” tutur Zulfa.
“Apa yang disampaikan oleh para massa pendemo pun masih related, sebab memang itu kan jalan Provinsi. Patut diperjuangkan dan harus!,” tandas Zulfa.
Laporan: iwanpose
