Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Tak Hujan Deras Sungai Meluap, Warga Gang Pinan Tangsel Desak Pengerukan Dan U-Ditch

    15 April 2026 No Comments

    Dorong Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya, Indonesia Targetkan Tak Impor BBM 2 Tahun Kedepan

    15 April 2026 No Comments

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Pangan Melimpah Jelang Nataru Sampai Lebaran, Mentan Siap Tindak Oknum Langgar HET

0
By Sulis on 20 December 2025 Ekonomi, Gaya Hidup, Hiburan, Nasional

TintaOtentik.Co – Pemerintah mengambil langkah progresif untuk mengamankan stabilitas harga dan pasokan pangan nasional menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 serta menyambut Ramadhan 2026.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha agar tidak mencoba-coba mempermainkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mentan menegaskan bahwa fase imbauan dan pendekatan persuasif sudah berakhir. Kini, pemerintah bersama Satgas Pangan akan beralih ke tindakan represif bagi siapa pun yang nekat melanggar aturan harga demi keuntungan pribadi.

“Kita produsen terbesar. Ayam telur cukup, semua asosiasi mengatakan cukup. Saya katakan gak boleh naik. Kalau naik kita tindak,” tegas Amran usai pertemuan di Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Stok Pangan Strategis Dipastikan Melimpah

Berdasarkan koordinasi dengan berbagai asosiasi pangan, Amran memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, daging, telur, dan ayam dalam posisi aman.

Bahkan, untuk komoditas beras, tren harga saat ini menunjukkan penurunan yang signifikan.


“Tadi semua stok lebih dari cukup. Melapor ayam, telur, daging cukup. Jadi ini yang paling penting ya, beras nomor satu Alhamdulillah. Bahkan turun. Ya nomor satu beras. Minyak goreng cukup, lebih dari cukup,” jelas Amran.

Mengenai lonjakan harga cabai yang sempat menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram di Jakarta, Mentan menyebut hal itu dipicu oleh masalah distribusi. Pemerintah pun langsung melakukan redistribusi pasokan dari daerah produsen, seperti Aceh, untuk menekan harga di ibu kota.

“Iya cabai, cabai bagian kecil tapi suplainya kita ambil dari tempat lain. Harga cabai masih posisi baik,” tambah Amran. Ia juga mewanti-wanti agar harga cabai segera menyesuaikan acuan pemerintah karena stok di lapangan sebenarnya mencukupi.

Soal Distribusi untuk Wilayah Timur

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional mengakui masih ada tantangan harga di wilayah Indonesia Timur. Sekretaris Bapanas, Sarwo Edhy, mengungkapkan bahwa komoditas beras premium di daerah seperti Papua dan Maluku sempat terpantau berada 10 persen di atas HET.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bapanas telah mengguyur wilayah-wilayah tersebut dengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Beras aja yang terpantau, beras aja. Beras premium. Itu di wilayah timur aja sih, di Papua. Papua, kemudian di Maluku, Maluku Utara itu masih di atas 10 persen,” ungkap Sarwo Edhy.

Namun, ia memastikan langkah intervensi mulai membuahkan hasil, “Sekarang kita sudah mencoba melakukan, mendistribusikan beras SPHP. Jadi sekarang sudah turun lah, sudah turun.”

Ketahanan Pangan Hingga Lebaran 2026

Optimisme pemerintah tidak hanya untuk akhir tahun ini. Berdasarkan neraca pangan nasional, stok pangan diprediksi akan terus aman hingga periode Idul Fitri tahun depan seiring dengan datangnya masa panen.

Meski faktor cuaca tetap menjadi tantangan bagi komoditas seperti cabai, Sarwo Edhy menegaskan pemerintah siap melakukan intervensi distribusi antarwilayah secara berkelanjutan.

“Awal tahun depan masih aman, berdasarkan neraca yang kita susun. Sampai dengan akhir tahun masih aman, kemudian awal tahunnya juga masih aman. Pokoknya sampai dengan lebaran masih aman, kan nanti panen lagi, sudah panen lagi. Aman lah insya Allah, masalah pangan aman,” tutup Sarwo Edhy.

Laporan: Tim

Mentan Mentan Amran Mentan Amran Siap Tindak Oknum Langgar HET Mentan Siap Tindak Oknum Langgar HET Menteri Pertanian Menteri Pertanian Amran Pangan Melimpah Jelang Nataru Sampai Lebaran pasokan pangan nasional pasokan pangan nasional jelang nataru TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleSikapi Proyeksi Defisit APBN dari Bank Dunia, Purbaya: Prediksi Mereka Sering Meleset
Next Article Sampah Luar Daerah Disinyalir Masuk TPA Cipeucang Padahal Overload, Begini Kata Pemkot Tangsel
Sulis

Related Posts

Dorong Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya, Indonesia Targetkan Tak Impor BBM 2 Tahun Kedepan

15 April 2026

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Regional

Tak Hujan Deras Sungai Meluap, Warga Gang Pinan Tangsel Desak Pengerukan Dan U-Ditch

By tintaotentik.co15 April 20260

TintaOtentik.Co – Warga RT 02 RW 10, Gang Pinan, Cimanggis Barat, Ciputat, kembali dikepung banjir…

 

Dorong Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya, Indonesia Targetkan Tak Impor BBM 2 Tahun Kedepan

15 April 2026

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.