Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Mendagri Larang Pemda Asal Minta Anggaran: Efisiensi Sebelum Top-Up DAU Rp14 Triliun

    6 August 2026 No Comments

    Usulan Pemkot, DPRD Tangsel Nyatakan Raperda Perparkiran di Hold dan Perubahan PT PITS Ditunda

    6 August 2026 No Comments

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II-2026, Angka Kemiskinan Menyusut

    6 August 2026 No Comments

    Atasi Krisis Kas Daerah, Pemerintah Siapkan Suntikan Rp20,5 Triliun untuk 490 Pemda

    6 August 2026 No Comments

    Apresiasi Polres Tangsel Ungkap 46 Juta Obat Ilegal, Anggota DPRD Tangsel: Mari Perangi Narkoba

    5 August 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»DPR Dukung Wacana Pemangkasan Gaji Pejabat, Sebagai Teladan Moral di Tengah Tekanan Ekonomi
TintaOtentik.co - Ilustrasi Pemangkasan Gaji Pejabat

DPR Dukung Wacana Pemangkasan Gaji Pejabat, Sebagai Teladan Moral di Tengah Tekanan Ekonomi

0
By Irfan Kurniawan on 18 March 2026 Ekonomi, Gaya Hidup, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Komisi II DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penghematan anggaran besar-besaran.

Langkah ini dinilai sebagai respons yang tepat menyusul meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi dunia.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Ali Ahmad, menyebutkan bahwa pemotongan gaji pejabat negara merupakan langkah krusial untuk menunjukkan empati pemimpin kepada rakyat.

Menurutnya, aksi ini akan menjadi sinyal moral yang kuat bagi publik yang tengah bersiap menghadapi dampak ketidakpastian global.

“Ketika rakyat diminta bersiap menghadapi dampak ekonomi, para pejabat juga perlu menunjukkan kesiapan berkorban,” tegas Ali dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Ali menyadari bahwa secara hitungan fiskal, pemangkasan gaji menteri atau anggota dewan tidak memberikan kontribusi yang besar terhadap total belanja negara. Namun, ia menekankan bahwa esensi dari kebijakan ini adalah pesan kepemimpinan.

“Karena itu langkah ini perlu diposisikan sebagai pesan kepemimpinan moral, bukan satu-satunya instrumen kebijakan ekonomi,” jelas Ali.

Lebih jauh, ia mendorong agar semangat penghematan ini tidak berhenti pada gaji pejabat saja, melainkan berkembang menjadi gerakan disiplin fiskal nasional.

Hal ini mencakup efisiensi belanja kementerian, penentuan prioritas program, hingga penghentian pemborosan anggaran yang tidak produktif.

“Dalam situasi seperti ini, wacana penghematan harus diperluas menjadi gerakan disiplin fiskal nasional, mulai dari efisiensi belanja kementerian, penguatan prioritas program, hingga pengendalian pemborosan anggaran,” tambahnya.

Belajar dari Kebijakan Darurat Pakistan

Wacana ini menguat setelah Presiden Prabowo Subianto meminta para menterinya mengkaji berbagai opsi penghematan untuk menjaga defisit anggaran.

Presiden merujuk pada langkah-langkah drastis yang telah diambil Pakistan dalam menyikapi krisis Timur Tengah, yang dikategorikan sebagai critical measures.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden membeberkan bagaimana Pakistan memberlakukan kebijakan kerja dari rumah (WFH) 50%, memotong hari kerja menjadi empat hari, hingga menghentikan gaji anggota kabinet.

“Semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” ujar Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, Pakistan juga memangkas penggunaan BBM kementerian hingga 50% dan menghentikan pengadaan fasilitas seperti AC, kendaraan, serta furnitur kantor.

“Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Seolah bahwa ini bagi mereka sudah seperti kita dulu waktu Covid-19,” kata Presiden menyamakan situasi saat ini dengan masa pandemi.

Menutup keterangannya, Ali Ahmad mengingatkan pentingnya transparansi komunikasi jika kebijakan ini diterapkan agar terbangun kebersamaan nasional. Fokus utama APBN harus tetap pada perlindungan kelompok rentan, UMKM, dan sektor produktif.

“Situasi global saat ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat reformasi dalam pengelolaan anggaran negara, memperkuat efisiensi birokrasi, memprioritaskan program yang benar-benar berdampak bagi rakyat, dan memastikan setiap rupiah APBN memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan,” pungkas Ali.

Ali Ahmad Ali Ahmad PKB Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Ali Ahmad apbn asn berita nasional DPR dukung pemotongan gaji dpr ri DPR sahkan pemotongan gaji Ekonomi Indonesia Gaji ASN Dipotong Gaji DPR Dipotong Gaji Pejabat Gaji Pejabat Dipotong KOMISI 2 DPR Komisi DPR II Pemotongan Gaji PKB pns Prabowo TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleImplementasi B40 Sukses, RI Berhasil Capai Swasembada Solar di Tengah Krisis Global
Next Article Prabowo Tak Pandang Bulu! Ringkus 4 Oknum TNI Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Irfan Kurniawan

Related Posts

Mendagri Larang Pemda Asal Minta Anggaran: Efisiensi Sebelum Top-Up DAU Rp14 Triliun

6 August 2026

Usulan Pemkot, DPRD Tangsel Nyatakan Raperda Perparkiran di Hold dan Perubahan PT PITS Ditunda

6 August 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II-2026, Angka Kemiskinan Menyusut

6 August 2026

Atasi Krisis Kas Daerah, Pemerintah Siapkan Suntikan Rp20,5 Triliun untuk 490 Pemda

6 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Mendagri Larang Pemda Asal Minta Anggaran: Efisiensi Sebelum Top-Up DAU Rp14 Triliun

By tintaotentik.co6 August 20260

TintaOtentik.co — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya mengalkulasi porsi bantuan fiskal bagi puluhan pemerintah daerah…

Usulan Pemkot, DPRD Tangsel Nyatakan Raperda Perparkiran di Hold dan Perubahan PT PITS Ditunda

6 August 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II-2026, Angka Kemiskinan Menyusut

6 August 2026

Atasi Krisis Kas Daerah, Pemerintah Siapkan Suntikan Rp20,5 Triliun untuk 490 Pemda

6 August 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.