Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    APBD-P Tangsel 2026 Disepakati Rp5,25 Triliun: Belanja Infrastruktur Sentuh 48,22 Persen

    21 September 2026 No Comments

    Nusron Wahid Enggan Jawab Kenapa Mundur dari Golkar

    21 September 2026 No Comments

    Turunkan HET 20 Persen, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Naik: Sentuh 8,1 Juta Ton

    21 September 2026 No Comments

    Putusan MK Hapus Presidential Threshold

    21 September 2026 No Comments

    Resmi! 58 Daerah Replikasi SISGITA Tangsel, Benyamin Paparkan Keunggulan Integrasi Data Pertanahan dan Pajak

    21 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Internasional»3.400 Triliun untuk Perang Iran, Akankah Usulan Pentagon Ini Diterima Trump?
Pentagon Meminta Usulan ke Donald Trump Soal Perang Iran (FOTO: Dok/Istimewa)

3.400 Triliun untuk Perang Iran, Akankah Usulan Pentagon Ini Diterima Trump?

0
By tintaotentik.co on 21 March 2026 Internasional, Politik

TintaOtentik.Co – Eskalasi militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini memasuki babak baru yang krusial. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dilaporkan telah mengajukan permohonan anggaran fantastis senilai US$200 miliar atau setara Rp3.400 triliun untuk mendanai operasi tempur tersebut.

Langkah ini muncul di tengah sinyal yang membingungkan dari Gedung Putih terkait pengerahan pasukan darat.

Presiden Donald Trump, dalam pernyataan terbarunya, menegaskan keengganannya untuk mengirimkan infanteri ke medan tempur, meski ia tetap membuka segala kemungkinan strategis.

“Saya tidak akan mengerahkan pasukan ke mana pun,” ujar Trump saat merespons pertanyaan wartawan terkait potensi operasi darat. Namun, ia menambahkan dengan nada penuh rahasia, “Jika saya melakukannya, saya tentu tidak akan memberi tahu Anda.”

Pernyataan Trump ini muncul hanya dua hari setelah dirinya sempat mengaku “tidak takut” untuk menerjunkan personel di darat. Ketidakpastian sikap sang Presiden disinyalir dipicu oleh dampak ekonomi yang mulai terasa.

Serangan terhadap infrastruktur energi, termasuk kompleks gas South Pars di Iran dan fasilitas di Ras Laffan, Qatar, telah mengguncang pasar minyak dunia.

Meskipun menyadari risiko kenaikan harga energi, Trump menilai langkah militer ini merupakan sebuah keharusan demi mencegah skenario yang lebih buruk.

“Saya pikir ada kemungkinan situasinya bisa jauh lebih buruk,” katanya. Trump mencoba memberikan optimisme dengan menyatakan, “Ini tidak buruk, dan akan segera berakhir.” Walaupun demikian, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai parameter berakhirnya konflik tersebut.

Meski Trump berbicara dengan nada menenangkan, fakta di lapangan menunjukkan persiapan untuk perang yang berlarut-larut.

Dana US200 miliar yang diminta Pentagon diperkirakan mampu menyokong operasi selama berbulan-bulan, mengingat biaya enam hari pertama saja sudah menelan US11,3 miliar.

Secara taktis, militer AS kini berada dalam persimpangan untuk mengambil alih objek vital Iran, seperti Pulau Kharg yang menjadi pusat pemuatan minyak, serta situs nuklir bawah tanah di Isfahan. Operasi skala besar ini diyakini mustahil dilakukan tanpa keterlibatan pasukan darat.

Indikasi penguatan militer semakin nyata dengan dimobilisasinya 2.500 personel dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 wilayah Indo-Pasifik ke Timur Tengah.

Penambahan ini menggenapi total kekuatan militer AS di kawasan tersebut menjadi sekitar 50.000 prajurit, sebuah formasi yang cukup untuk melancarkan serangan darat strategis guna mengamankan Selat Hormuz dari ancaman blokade Iran.

Laporan: Tim

Akankah Usulan Pentagon Ini Diterima Trump Amerika Serikat Israel Donal Trump Hormuz Iran Pasar Minyak Dunia Pentagon Donald Trump Pentagon Iran Perang Iran Selat Hormuz TintaOtentik TintaOtentik.Co Usulan Pentagon Donald Trump
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleDemi Masa Depan Generasi, Prabowo Tegaskan Dapur MBG Tak Penuhi Standar Harus Tutup!
Next Article Kementan Perjuangkan Hilirisasi Komoditas Perkebunan, Lahan 870 Ribu Hektare Disiapkan
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

APBD-P Tangsel 2026 Disepakati Rp5,25 Triliun: Belanja Infrastruktur Sentuh 48,22 Persen

21 September 2026

Nusron Wahid Enggan Jawab Kenapa Mundur dari Golkar

21 September 2026

Turunkan HET 20 Persen, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Naik: Sentuh 8,1 Juta Ton

21 September 2026

Putusan MK Hapus Presidential Threshold

21 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

APBD-P Tangsel 2026 Disepakati Rp5,25 Triliun: Belanja Infrastruktur Sentuh 48,22 Persen

By tintaotentik.co21 September 20260

TintaOtentik.Co – DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Walikota Tangsel menyepakati Raperda tentang APBD Perubahan…

 

Nusron Wahid Enggan Jawab Kenapa Mundur dari Golkar

21 September 2026

Turunkan HET 20 Persen, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Naik: Sentuh 8,1 Juta Ton

21 September 2026

Putusan MK Hapus Presidential Threshold

21 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.