Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    SKAB Tolak Narasi “Gerakan 98 Jilid 2”, Ajak Pemuda Kawal Perubahan Secara Konstitusional

    8 June 2026 No Comments

    50 Tahun Berkarya, IKPP Tangerang Kembali Resmikan PLTS di TPST 3R Batan Indah

    6 June 2026 No Comments

    KNPI Serpong Ingatkan Pentingnya Data Rill pada Sensus Ekonomi 2026

    6 June 2026 No Comments

    Usul Raperda Jamsostek, Fraksi PDIP Tangsel Singgung Perwal 6/2025 Masih Perlu Diperkuat

    5 June 2026 No Comments

    Dugaan Korupsi Dana Reses DPRD Bali, Aliansi Mahasiswa Gedor Kejagung-Polri-KPK

    5 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional
Wakil Ketua Umum Organisasi SKAB - Hendra Surya Senjaya (FOTO: Dok/Istimewa)

SKAB Tolak Narasi “Gerakan 98 Jilid 2”, Ajak Pemuda Kawal Perubahan Secara Konstitusional

0
By Irfan Kurniawan on 8 June 2026 Nasional, Ekonomi, Politik

TintaOtentik.co – Organisasi kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk narasi maupun ajakan yang mengarah pada pembentukan “Gerakan 98 Jilid 2”.

SKAB menilai gerakan tersebut sudah tidak relevan dengan tantangan zaman dan justru menyimpan potensi besar memicu polarisasi serta instabilitas sosial di tanah air.

Wakil Ketua SKAB, Hendra Sanjaya, S.Kom., menjelaskan bahwa sistem demokrasi di Indonesia saat ini telah matang dan menyediakan berbagai ruang konstitusional resmi.

Wadah tersebut dapat digunakan masyarakat untuk melayangkan kritik, menyalurkan aspirasi, maupun melakukan koreksi terhadap kinerja pemerintah tanpa harus memantik konflik sosial atau ketidakpastian nasional.

“Kami menghormati kebebasan berpendapat dan hak masyarakat untuk mengkritik pemerintah. Namun kami menolak setiap narasi yang mengajak masyarakat untuk mengulang situasi politik seperti tahun 1998. Indonesia membutuhkan solusi dan gagasan, bukan eskalasi konflik,” tegas Hendra.

Hendra mengingatkan agar esensi reformasi tidak dipandang secara sempit. Menurutnya, peristiwa sejarah tersebut merupakan sebuah pelajaran mahal yang harus ditebus dengan penderitaan rakyat pada masanya.

“Reformasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai momentum pergantian kekuasaan, tetapi juga sebagai pelajaran mahal yang dibayar dengan penderitaan rakyat. Generasi muda tidak boleh terjebak pada romantisme politik yang menjadikan kerusuhan, konflik sosial, atau instabilitas sebagai instrumen perubahan. Indonesia membutuhkan perbaikan, bukan kehancuran dan Indonesia membutuhkan solusi, bukan provokasi,” urai Hendra panjang lebar.

Menurut pandangan SKAB, fokus utama bangsa hari ini seharusnya diarahkan pada pemulihan dan penguatan sektor ekonomi, pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan mutu pendidikan, pemberantasan korupsi, hingga pembenahan tata kelola pemerintahan.

Hendra menilai, energi serta kreativitas generasi muda nasional mestinya dipusatkan untuk mengawal setiap kebijakan publik, meningkatkan daya saing global, serta melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

“Kritik kepada pemerintah harus tetap disampaikan secara tegas dan objektif. Namun kritik tersebut harus berada dalam koridor demokrasi dan konstitusi, bukan melalui ajakan yang dapat menimbulkan kegaduhan politik maupun ketidakstabilan nasional,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga merangkul seluruh elemen organisasi kepemudaan, kelompok mahasiswa, serta masyarakat sipil untuk tetap merawat persatuan dengan mengedepankan ruang dialog yang konstruktif.

“Perubahan tidak selalu lahir dari kemarahan. Perubahan yang berkelanjutan lahir dari gagasan, kerja keras, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan bangsa,” kata Hendra.

Sebagai representasi kelompok muda, SKAB menyatakan komitmennya untuk terus menyuburkan budaya kritik yang sehat dan bertanggung jawab demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.

Kondisi Indonesia Hari Ini Jauh Berbeda dengan Era 1998

Lebih lanjut, Hendra membedah perbedaan fundamental antara kondisi Indonesia saat ini dengan situasi kelam pada tahun 1998 silam.

Kala itu, Indonesia dihantam oleh krisis multidimensi yang akut secara bersamaan, mulai dari runtuhnya sektor ekonomi, kemacetan politik, krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara, hingga kerawanan keamanan yang masif.

Sebaliknya, meski saat ini Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global, struktur negara dinilai jauh lebih tangguh karena memiliki instrumen fiskal, moneter, serta kelembagaan yang jauh lebih matang ketimbang era pra-Reformasi.

Hendra pun menyayangkan sikap sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu pelemahan ekonomi global saat ini sebagai alat justifikasi politik.

Manuver tersebut diduga sengaja dilakukan demi membangun narasi pergantian kekuasaan di luar koridor mekanisme demokrasi yang telah disepakati bersama.

Demokrasi Indonesia generasi muda Gerakan 98 Jilid 2 Hendra Surya Sanjaya Konstitusi Krisis 98 Krisis Ekonomi Krisis Moneter 98 Kritik Pemerintah Organisasi Kepemudaan Organisasi SKAB Persatuan Bangsa Prabowo Subianto rupiah melemah SKAB TintaOtentik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous Article50 Tahun Berkarya, IKPP Tangerang Kembali Resmikan PLTS di TPST 3R Batan Indah
Irfan Kurniawan

Related Posts

50 Tahun Berkarya, IKPP Tangerang Kembali Resmikan PLTS di TPST 3R Batan Indah

6 June 2026

KNPI Serpong Ingatkan Pentingnya Data Rill pada Sensus Ekonomi 2026

6 June 2026

Usul Raperda Jamsostek, Fraksi PDIP Tangsel Singgung Perwal 6/2025 Masih Perlu Diperkuat

5 June 2026

Dugaan Korupsi Dana Reses DPRD Bali, Aliansi Mahasiswa Gedor Kejagung-Polri-KPK

5 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Nasional

SKAB Tolak Narasi “Gerakan 98 Jilid 2”, Ajak Pemuda Kawal Perubahan Secara Konstitusional

By Irfan Kurniawan8 June 20260

TintaOtentik.co – Organisasi kepemudaan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap segala…

 

 

 

50 Tahun Berkarya, IKPP Tangerang Kembali Resmikan PLTS di TPST 3R Batan Indah

6 June 2026

KNPI Serpong Ingatkan Pentingnya Data Rill pada Sensus Ekonomi 2026

6 June 2026

Usul Raperda Jamsostek, Fraksi PDIP Tangsel Singgung Perwal 6/2025 Masih Perlu Diperkuat

5 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.