TintaOtentik.co – Praktik penimbunan dan perdagangan ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Bali akhirnya dibongkar aparat penegak hukum.
Kepolisian Daerah (Polda Bali) bersama jajaran polres sukses menciduk 21 oknum tak bertanggung jawab yang tega mencekik masyarakat dengan membanderol Pertalite seharga Rp200 ribu per liter melalui platform media sosial Facebook menggunakan metode Cash on Delivery (COD).
Operasi penindakan tegas ini dibeberkan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bali, Kombes Wisnu Prabowo.
Ia mengungkapkan bahwa puluhan tersangka tersebut dicokok dari delapan wilayah hukum polres berbeda, meliputi Polresta Denpasar, Klungkung, Jembrana, Karangasem, Badung, Buleleng, Gianyar, hingga Bangli.
Dari tangan para pelaku, aparat menyita barang bukti berupa 753 liter Pertalite beserta sarana operasional yang langsung diamankan dan diserahkan kembali kepada pihak Pertamina demi mencegah risiko penyimpanan yang membahayakan.
Kendati sukses diringkus, para pelaku sementara ini lolos dari jerat kurungan penjara. Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Bali, AKBP Chandra C. Kesuma, memaparkan alasan di balik kebijakan tersebut.
Berdasarkan hasil asesmen, para pelaku teridentifikasi sebagai pemain eceran skala kecil yang baru pertama kali melanggar hukum. Merujuk pada ketentuan Pasal 613 ayat 3 KUHP yang mengatur sektor tata niaga BBM, aparat menerapkan sanksi administratif dan langkah pembinaan.
Sebagai bentuk sanksi pembinaan dan tanggung jawab moral, para pelanggar diwajibkan menjalani wajib lapor rutin serta terlibat dalam kegiatan sosial di bawah pengawasan ketat petugas.
Meskipun demikian, kepolisian menegaskan telah mengantongi rekam jejak identitas seluruh pelaku dan tidak akan ragu menyeret mereka ke meja hijau jika didapati mengulangi perbuatan serupa.
Saat ini, korps bhayangkara tengah mengalihkan fokus investigasi guna memburu aktor intelektual atau otak di balik sindikat penimbunan BBM bersubsidi berskala besar yang jauh lebih merugikan keuangan negara dan masyarakat luas.
