Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Opini

Pilkada Serentak 2024: Pemilih Kerap Disuguhi Perdebatan Identitas Politik Ketimbang Solusi Permasalahan Daerah

0
By Sulis on 24 November 2024 Opini

Artikel Ditulis Oleh: Muchamad Nabil Haroen, Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, anggota DPR RI 2019-2024, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa

PILKADA Serentak 2024 merupakan momen penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Dengan menyatukan seluruh pemilihan kepala daerah dalam satu waktu, sistem ini menawarkan efisiensi yang patut diapresiasi, seperti penghematan anggaran negara dan pengawasan yang lebih terkoordinasi.

Namun, keunggulan ini tidak datang tanpa tantangan. Kompleksitas logistik, waktu persiapan yang singkat, hingga kualitas seleksi kandidat menjadi persoalan yang perlu perhatian serius.

Di tengah hiruk-pikuk politik lokal, beberapa provinsi dan kabupaten strategis muncul sebagai medan pertarungan yang “seksi,” di mana kekuatan besar seperti PDI Perjuangan dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) atau KIM Plus saling berhadapan.

Pertarungan Strategis di Daerah “Seksi”

Tidak semua daerah menjadi ajang pertarungan langsung antara PDI Perjuangan dan KIM. Polarisasi yang mencolok justru terlihat di wilayah-wilayah strategis, seperti provinsi dan kabupaten dengan jumlah pemilih yang besar, sumber daya ekonomi yang signifikan, atau dinamika politik yang intens.

Di wilayah ini, narasi nasional sering kali diangkat oleh kandidat untuk meraih simpati publik.

Kedekatan dengan elite politik nasional dijadikan “nilai jual,” meskipun ironisnya, narasi ini sering mengaburkan kebutuhan lokal yang lebih mendesak.

Polarisasi di daerah “seksi” ini memang menawarkan pilihan politik yang beragam, namun di sisi lain, kerap mendistorsi fokus utama Pilkada.

Alih-alih memperdebatkan visi konkret untuk rakyat, diskursus politik justru terjebak pada simbolisme dan penguatan citra elite nasional.

Hasilnya, pemilih lebih sering disuguhi perdebatan identitas politik ketimbang solusi nyata untuk permasalahan daerah.

(***)

identitas politik pemerintah perdebatan politik permasalahan daerah Pilkada 2024 Pilkada Serentak pilkada serentak 2024 Politik
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRapih dan Tersegel, 2.060 Logistik Pilkada 2024 Proses Distribusi ke TPS Kota Tangsel
Next Article Ironi Politik Anggaran: Tantangan Bagi Calon Kepala Daerah 2024
Sulis

Related Posts

Kementan Perjuangkan Hilirisasi Komoditas Perkebunan, Lahan 870 Ribu Hektare Disiapkan

21 March 2026

Runtuhnya Moral Propaganda: Dari Api Revolusi Menjadi Perburuan Cuan

8 March 2026

Eks Napi Korupsi Alquran Fahd A Rafiq Kini Jabat Ketua DPP Bapera Golkar

4 March 2026

Multiple Alignment dan Global Middle Power: Peran Strategis Indonesia di Tengah Konflik Global

16 December 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.