Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Di Tengah Isu Ekonomi, Antusiasme Belanja Tetap Tinggi dan Kunjungan Mal Stabil

    10 June 2026 No Comments

    Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

    10 June 2026 No Comments

    KNPI Tangsel Cetak Inovasi Luncurkan Brand Outfit “KNPI Creative Industries”

    9 June 2026 No Comments

    Gelar Rakerda, KNPI Tangsel Kupas Langkah Organisasi dan Tuntut Evaluasi Dispora

    9 June 2026 No Comments

    Cium Aroma Kartel, Satgas Pangan Polri Selidiki Penyebab Anjloknya Harga Sawit

    9 June 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Regional

Banjir di Bogor, Dedi Mulyadi Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab, PT Jaswita Klarifikasi

0
By Sulis on 6 March 2025 Regional

TintaOtentik.co – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti alih fungsi lahan di kawasan Puncak, Bogor, yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir besar. Ia menegaskan bahwa seluruh tempat wisata di wilayah tersebut harus dievaluasi untuk memastikan dampaknya terhadap lingkungan.

Dedi mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari Bupati Bogor, Rudy Sismanto, salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Jawa Barat, PT Jaswita Jabar, diduga berkontribusi terhadap bencana yang terjadi. Ia menyebut ada bagian dari objek wisata yang dikelola Jaswita yang jatuh ke sungai hingga menyebabkan penyumbatan dan luapan air.

“Oh iya, saya ngomong aja terus terang. Di situ (Bogor) kan ada Jaswita, Jaswita itu membangun sarana rekreasi di Puncak,” kata Dedi Mulyadi, Senin (3/2).

“Berdasarkan keterangan dari Bupati Bogor tadi, ada salah satu, apa namanya, pionnya, kubahnya, atau apa namanya, kemudian terjatuh masuk ke sungai, kemudian menyumbat dan kemudian menjadi luapan air. Itu berdasarkan keterangan Bupati Bogor tadi ketika ngomong di telepon dengan saya,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan Dedi, Direktur PT Jaswita Jabar, Wahyu Nugroho, mengklarifikasi bahwa area rekreasi yang dimaksud adalah Wisata Hibisc Fantasy di kawasan Puncak Bogor. Objek wisata ini dikelola oleh anak perusahaan Jaswita Jabar, yakni Jaswita Lestari Jaya (JLJ), yang bekerja sama dengan mitra dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

“Obyek wisata tersebut dikelola oleh Jaswita Lestari Jaya (anak perusahaan Jaswita Jabar) bekerja sama dengan mitranya dan PTPN 8,” ujar Wahyu, dikutip dari detikJabar, Kamis (6/3/2025).

Wahyu menambahkan bahwa PT Jaswita Jabar sebelumnya telah memperingatkan JLJ untuk mematuhi aturan yang berlaku, terutama sejak kemunculan isu terkait Wisata Hibisc Fantasy pada tahun 2024.

“Pada prinsipnya, Jaswita Jabar akan menindaklanjuti arahan Pak Gubernur dengan memperingatkan anak perusahaan,” jelasnya.

“Sebenarnya Jaswita juga sudah memperingatkan JLJ untuk mematuhi peraturan (termasuk dari Pemkab Bogor) pada saat isu Hibisc muncul di tahun 2024,” tandas Wahyu.

Sementara itu, Dedi Mulyadi memastikan akan meninjau langsung kondisi di Bogor bersama Menteri Lingkungan Hidup pada Kamis ini. Ia menegaskan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran dalam pengelolaan lahan, maka tindakan dan sanksi harus segera diberikan.

“Nah ini yang harus segera dilihat dan dibenahi, karena hari Kamis saya bersama Menteri Lingkungan Hidup akan menginspeksi. Kemudian nanti mengambil keputusan-keputusan penting,” ujarnya.

Dedi menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan keselamatan lingkungan. Menurutnya, jika sebuah area terbukti mengurangi daya resapan air dan memicu bencana, maka evaluasi harus dilakukan tanpa kompromi.

“Kalau saya sebagai gubernur, kalau areal itu ternyata mengurangi daya resapan air dan menimbulkan bencana, nggak ada masalah kok dievaluasi. Swasta juga harus berani evaluasi. Mana yang lebih didulukan, keselamatan warga atau hanya sekadar kesenangan hanya beberapa orang? Keselamatan warga lebih utama dari apa pun,” pungkasnya.

banjir di Bogor banjir di puncak Dedi Mulyadi dedi mulyadi banjir puncak gubernur jabar Gubernur Jawa Barat pt jaswita TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRicuh di Parlemen Serbia: Oposisi Nyalakan Suar dan Gas Air Mata, Perdana Menteri Mundur
Next Article Instansi Pemerintah yang Takut Efisiensi Anggaran, Pengamat Menilai Kerap Ingin Lakukan Korupsi
Sulis

Related Posts

Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

10 June 2026

KNPI Tangsel Cetak Inovasi Luncurkan Brand Outfit “KNPI Creative Industries”

9 June 2026

Gelar Rakerda, KNPI Tangsel Kupas Langkah Organisasi dan Tuntut Evaluasi Dispora

9 June 2026

50 Tahun Berkarya, IKPP Tangerang Kembali Resmikan PLTS di TPST 3R Batan Indah

6 June 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Di Tengah Isu Ekonomi, Antusiasme Belanja Tetap Tinggi dan Kunjungan Mal Stabil

By Sulis10 June 20260

TintaOtentik.co – Di tengah mencuatnya isu pelemahan daya beli masyarakat, pemandangan di pusat perbelanjaan atau…

 

 

 

Terancam Digusur, Ratusan Warga Situ Rompong Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kejari Tangsel

10 June 2026

KNPI Tangsel Cetak Inovasi Luncurkan Brand Outfit “KNPI Creative Industries”

9 June 2026

Gelar Rakerda, KNPI Tangsel Kupas Langkah Organisasi dan Tuntut Evaluasi Dispora

9 June 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.