Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare

    13 October 2026 No Comments

    Masa Jabatan DPRD 2024-2029 Digugat ke MK, Didorong Diperpanjang Sampai 2031

    13 October 2026 No Comments

    OTT di BNPB, KPK: Pihak yang Diamankan Berstatus Terperiksa

    13 October 2026 No Comments

    Tersebar 54 Kelurahan, Pilar Saga Pastikan Pelayanan Posbakum Tangsel Gratis

    13 October 2026 No Comments

    Evaluasi Raperda 2026 dan Proyeksi 2027: Bapemperda Tangsel Ungkap Tiga Usulan Pemkot Ditarik

    13 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»PPATK Blokir Rekening Ribuan Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online dan Pendanaan Terorisme

PPATK Blokir Rekening Ribuan Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online dan Pendanaan Terorisme

0
By Irfan Kurniawan on 14 July 2025 Ekonomi, Hukum, Nasional

Tintaotentik.co – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengambil langkah tegas terhadap ribuan rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana memastikan seluruh rekening yang terbukti menyalahgunakan dana bantuan tersebut langsung diblokir demi mencegah penyimpangan lebih lanjut.

“Iya (langsung diblokir). Jika terkait bansos, sudah terverifikasi berdasarkan NIK. Mau sadar atau tidak, intinya uang bansos tidak boleh dipakai judol,” ujar Ivan kepada wartawan, Sabtu (12/7/2025).

Dari hasil penelusuran awal, PPATK mencatat sedikitnya 571 ribu rekening yang terdaftar sebagai penerima bansos memiliki keterkaitan dengan transaksi mencurigakan, termasuk judi daring hingga potensi pendanaan aktivitas terorisme. Proses verifikasi terus berjalan, mengingat data yang dihimpun sebagian besar masih dalam tahap pencocokan dan klarifikasi.

Ivan menambahkan, seiring proses pemblokiran yang berjalan, beberapa pemilik rekening yang terdampak sudah mulai mendatangi pihak perbankan untuk menyelesaikan masalah dan membuka kembali rekening mereka.

“Memang saat ini sedang diverifikasi, ada banyak pemilik rekening datang ke bank dan sudah dibuka rekeningnya,” jelasnya.

Sebelumnya, PPATK mengungkap bahwa dari hasil analisis transaksi, sekitar 500 ribu penerima bansos telah terindikasi bermain judi online. Nilai transaksi yang tercatat mencapai hampir Rp1 triliun, angka yang mencengangkan mengingat dana tersebut sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan secara ekonomi.

Dalam pernyataannya kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (10/7), Ivan mengungkap bahwa temuan ini baru bersumber dari satu lembaga perbankan. Dengan kata lain, angka tersebut bisa bertambah jika analisis diperluas ke bank-bank lainnya.

“Ya kita masih, baru satu bank ya, baru satu bank. Jadi kita cocokkan NIK-nya. Ternyata memang ada NIK yang penerima bansos yang juga menjadi pemain judo, ya itu 500 ribu sekian. Tapi ternyata ada juga NIK-nya yang terkait dengan tindakan pidana korupsi, bahkan ada yang pendanaan terorisme ada,” kata Ivan.

Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat program bansos dirancang sebagai bantalan sosial bagi warga yang paling terdampak kondisi ekonomi. PPATK menegaskan pentingnya pengawasan lebih ketat ke depan agar bantuan tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.

bansos bantuan sosial nasional Penerima Bansos ppatk Rekening Judol Terorisme TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBongkar Mafia Pangan, Mentan: Ekonomi Bisa Tumbuh 1 Persen, Siapa Saja Pelakunya?
Next Article SMP di Tangsel Pungut Biaya Seragam, Pihak Sekolah Berdalih Tak Diwajibkan Kok
Irfan Kurniawan

Related Posts

145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare

13 October 2026

Masa Jabatan DPRD 2024-2029 Digugat ke MK, Didorong Diperpanjang Sampai 2031

13 October 2026

OTT di BNPB, KPK: Pihak yang Diamankan Berstatus Terperiksa

13 October 2026

Tersebar 54 Kelurahan, Pilar Saga Pastikan Pelayanan Posbakum Tangsel Gratis

13 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

145 Anak Hingga Orang Dewasa Perumahan Serpong Lagoon Alami Muntah dan Diare

By tintaotentik.co13 October 20260

TintaOtentik.Co – Sebanyak 145 anak-anak dan orang dewasa mengalami muntah dan diare di Perumahan Serpong…

Masa Jabatan DPRD 2024-2029 Digugat ke MK, Didorong Diperpanjang Sampai 2031

13 October 2026

OTT di BNPB, KPK: Pihak yang Diamankan Berstatus Terperiksa

13 October 2026

Tersebar 54 Kelurahan, Pilar Saga Pastikan Pelayanan Posbakum Tangsel Gratis

13 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.