Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

    17 April 2026 No Comments

    1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

    17 April 2026 No Comments

    Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

    17 April 2026 No Comments

    Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

    17 April 2026 No Comments

    Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel

    16 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

PPATK Blokir Rekening Ribuan Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online dan Pendanaan Terorisme

0
By Irfan Kurniawan on 14 July 2025 Nasional, Ekonomi, Hukum

Tintaotentik.co – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengambil langkah tegas terhadap ribuan rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana memastikan seluruh rekening yang terbukti menyalahgunakan dana bantuan tersebut langsung diblokir demi mencegah penyimpangan lebih lanjut.

“Iya (langsung diblokir). Jika terkait bansos, sudah terverifikasi berdasarkan NIK. Mau sadar atau tidak, intinya uang bansos tidak boleh dipakai judol,” ujar Ivan kepada wartawan, Sabtu (12/7/2025).

Dari hasil penelusuran awal, PPATK mencatat sedikitnya 571 ribu rekening yang terdaftar sebagai penerima bansos memiliki keterkaitan dengan transaksi mencurigakan, termasuk judi daring hingga potensi pendanaan aktivitas terorisme. Proses verifikasi terus berjalan, mengingat data yang dihimpun sebagian besar masih dalam tahap pencocokan dan klarifikasi.

Ivan menambahkan, seiring proses pemblokiran yang berjalan, beberapa pemilik rekening yang terdampak sudah mulai mendatangi pihak perbankan untuk menyelesaikan masalah dan membuka kembali rekening mereka.

“Memang saat ini sedang diverifikasi, ada banyak pemilik rekening datang ke bank dan sudah dibuka rekeningnya,” jelasnya.

Sebelumnya, PPATK mengungkap bahwa dari hasil analisis transaksi, sekitar 500 ribu penerima bansos telah terindikasi bermain judi online. Nilai transaksi yang tercatat mencapai hampir Rp1 triliun, angka yang mencengangkan mengingat dana tersebut sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan secara ekonomi.

Dalam pernyataannya kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (10/7), Ivan mengungkap bahwa temuan ini baru bersumber dari satu lembaga perbankan. Dengan kata lain, angka tersebut bisa bertambah jika analisis diperluas ke bank-bank lainnya.

“Ya kita masih, baru satu bank ya, baru satu bank. Jadi kita cocokkan NIK-nya. Ternyata memang ada NIK yang penerima bansos yang juga menjadi pemain judo, ya itu 500 ribu sekian. Tapi ternyata ada juga NIK-nya yang terkait dengan tindakan pidana korupsi, bahkan ada yang pendanaan terorisme ada,” kata Ivan.

Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat program bansos dirancang sebagai bantalan sosial bagi warga yang paling terdampak kondisi ekonomi. PPATK menegaskan pentingnya pengawasan lebih ketat ke depan agar bantuan tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.

bansos bantuan sosial nasional Penerima Bansos ppatk Rekening Judol Terorisme TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBongkar Mafia Pangan, Mentan: Ekonomi Bisa Tumbuh 1 Persen, Siapa Saja Pelakunya?
Next Article SMP di Tangsel Pungut Biaya Seragam, Pihak Sekolah Berdalih Tak Diwajibkan Kok
Irfan Kurniawan

Related Posts

IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

17 April 2026

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026

Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

17 April 2026

Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

17 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

By tintaotentik.co17 April 20260

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa lembaga internasional, seperti International Monetary…

 

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026

Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

17 April 2026

Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

17 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.