Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pagelaran Porprov Banten di Tangsel Hingga Kini Anggaran Belum Turun

    15 October 2026 No Comments

    Desak Copot Kapolda Sumsel! LMND Tangsel Kecam Keras Dugaan Pemukulan Aksi Mahasiswa di Palembang

    15 October 2026 No Comments

    Perkuat Pengawasan Gedung, DCKTR Tangsel: Pelaku Usaha Wajib Kantongi SLF

    15 October 2026 No Comments

    Bahlil Beberkan Jurus di Hadapan Para UMKM, Hentikan Dominasi Korporasi

    15 October 2026 No Comments

    Buntut OTT KPK di BNPB, DPR Desak Audit Menyeluruh Pengadaan Barang Darurat

    15 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Bongkar Mafia Pangan, Mentan: Ekonomi Bisa Tumbuh 1 Persen, Siapa Saja Pelakunya?

Bongkar Mafia Pangan, Mentan: Ekonomi Bisa Tumbuh 1 Persen, Siapa Saja Pelakunya?

0
By Sulis on 14 July 2025 Ekonomi, Nasional

Tintaotentik.co – Upaya pemerintah dalam membersihkan praktik kecurangan di sektor pangan kembali menjadi sorotan. Melalui Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah menyatakan komitmennya untuk menindak tegas para pelaku yang merugikan masyarakat dan melemahkan fondasi ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut keberadaan mafia pangan selama ini telah menjadi penghambat signifikan dalam sistem distribusi dan kualitas komoditas pangan. Ia meyakini, jika praktik-praktik manipulatif ini diberantas tuntas, maka perekonomian nasional berpotensi tumbuh hingga 1 persen lebih tinggi dari proyeksi saat ini.

“Bisa saja sampai 1% [pertumbuhan ekonomi], karena bukan di beras saja [pelanggaran pangan]. Minyak goreng juga ada, lalu kita temukan pupuk palsu. Kemudian kemarin ada gula juga,” ujar Amran saat memberi keterangan di Makassar, Sabtu (12/7/2025).

Dalam kerja sama antara Kementan dan Satgas Pangan Polri, terungkap adanya pelanggaran serius oleh sedikitnya 10 produsen beras yang diduga mengedarkan produk dengan mutu dan kualitas di bawah standar. Dampaknya tidak main-main, potensi kerugian akibat ulah para produsen tersebut diperkirakan mencapai Rp99 triliun dan menimpa jutaan konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, Amran juga mengungkap kasus peredaran pupuk palsu yang ditemukan baru-baru ini. Dalam penggerebekan tersebut, lima produsen terindikasi memproduksi dan menyebarkan pupuk ilegal, dengan nilai kerugian mencapai Rp3,2 triliun.

“Ini bukan masalah Rp3,2 triliun, tetapi petaninya langsung bangkrut. Mereka mengandalkan pinjaman KUR. Apakah tega? Ini tidak beradab,” tegas Amran, menyayangkan dampak destruktif yang dirasakan langsung oleh para petani kecil.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal ketat sektor pangan agar bersih dari praktik manipulatif dan koruptif, demi menjaga integritas pertanian nasional.
“Kami ingin pertanian Indonesia berjaya dan menjadi lumbung pangan dunia,” kata Amran.

Berikut ini adalah daftar sepuluh produsen beras yang tercatat melanggar kualitas dan mutu berdasarkan sampel yang diuji oleh Kementan dan Satgas Pangan:

1. WG – Produk: S, S, F, S (10 sampel diuji dari Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Jabodetabek, Yogyakarta)

2. PT FSTJ – Produk: ASP, BP SR, BP W, FS, RP, SP, SR (9 sampel dari Sulsel, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Aceh)

3. PT BPR – Produk: RP, RU (7 sampel dari Sulsel, Jawa Tengah, Kalsel, Jabar, Aceh, Jabodetabek)

4. PT UCI – Produk: L, L (6 sampel dari Jabodetabek, Jateng, Sulsel, Jabar)
5. PT BPS Tbk – Produk: TK (4 sampel dari Jateng, Lampung)

6. PT BTLA – Produk: EM, SH (4 sampel dari Sumut dan Aceh)

7. PT SUL/JG – Produk: A (3 sampel dari Yogyakarta dan Jabodetabek)

8. PT SJI – Produk: DK, BSJ (3 sampel dari Lampung)

9. CV BJS – Produk: RU, KA (3 sampel dari Lampung)

10. PT JUS – Produk: PW, BMWC, KPW, MPW (3 sampel dari Jabodetabek)

amran sulaiman Andi Amran Sulaiman beras ketahanan pangan Mafia Beras Mafia Pangan Mentan Menteri Pertanian Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleCatat! Lelang Jabatan Calon Komisaris dan Jajaran Direktur Perseroda PITS Dimulai
Next Article PPATK Blokir Rekening Ribuan Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online dan Pendanaan Terorisme
Sulis

Related Posts

Pagelaran Porprov Banten di Tangsel Hingga Kini Anggaran Belum Turun

15 October 2026

Desak Copot Kapolda Sumsel! LMND Tangsel Kecam Keras Dugaan Pemukulan Aksi Mahasiswa di Palembang

15 October 2026

Perkuat Pengawasan Gedung, DCKTR Tangsel: Pelaku Usaha Wajib Kantongi SLF

15 October 2026

Bahlil Beberkan Jurus di Hadapan Para UMKM, Hentikan Dominasi Korporasi

15 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Olahraga

Pagelaran Porprov Banten di Tangsel Hingga Kini Anggaran Belum Turun

By tintaotentik.co15 October 20260

TintaOtentik.Co – Anggaran untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 hingga saat kini…

Desak Copot Kapolda Sumsel! LMND Tangsel Kecam Keras Dugaan Pemukulan Aksi Mahasiswa di Palembang

15 October 2026

Perkuat Pengawasan Gedung, DCKTR Tangsel: Pelaku Usaha Wajib Kantongi SLF

15 October 2026

Bahlil Beberkan Jurus di Hadapan Para UMKM, Hentikan Dominasi Korporasi

15 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.