Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

    17 April 2026 No Comments

    1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

    17 April 2026 No Comments

    Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

    17 April 2026 No Comments

    Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

    17 April 2026 No Comments

    Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel

    16 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Menkeu Purbaya Geram: Banyak Daerah Masih Main Suap Audit BPK dan Proyek Fiktif

0
By Sulis on 22 October 2025 Ekonomi, Hukum, Nasional

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan perlunya pembenahan serius terhadap tata kelola keuangan daerah. Ia menilai masih banyak praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di daerah, mulai dari suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga proyek fiktif di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/10/2025), Purbaya menyebut data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan masih banyak kepala daerah dan auditor yang terjerat kasus serupa.

“Data KPK juga mengingatkan kita dalam tiga tahun terakhir masih banyak kasus daerah, audit BPK di Sorong dan Meranti, jual beli jabatan di Bekasi sampai proyek fiktif BUMD pdi Sumatera Selatan. Artinya reformasi tata kelola ini belum selesai,” ujar Purbaya.

Kasus Suap Audit BPK di Meranti dan Sorong

Purbaya menyoroti dua kasus besar yang menyeret pejabat daerah dan auditor BPK yakni kasus pertama terjadi di Kepulauan Meranti, Riau, saat Bupati Muhammad Adil terbukti menyuap auditor BPK agar laporan keuangan daerah 2022 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Uang sekitar Rp1,1 miliar diserahkan kepada Ketua Tim Pemeriksa BPK Riau, M. Fahmi Aressa. Dalam putusan pengadilan, Adil divonis 9 tahun penjara, sementara Fahmi dijatuhi 4 tahun 3 bulan penjara.

Kasus kedua terjadi di Sorong, Papua Barat Daya, di mana mantan Penjabat (Pj) Bupati Yan Piet Moso bersama dua pejabat BPKAD memberikan suap Rp450 juta agar hasil audit keuangan daerah dikondisikan tanpa temuan. Moso divonis 1 tahun 10 bulan penjara, sementara bawahannya masing-masing 2 tahun penjara dan denda Rp50 juta.

Proyek Fiktif di BUMD Sumatera Selatan

Selain itu, Purbaya menyinggung dugaan korupsi di PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (PT SMS), BUMD milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Eks Direktur Utama Sarimuda diduga mencairkan dana menggunakan invoice palsu dalam kerja sama pengangkutan batu bara dengan PT KAI (Persero).

Dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, menyebabkan kerugian negara sekitar Rp18 miliar. KPK menilai perbuatan itu melanggar UU Keuangan Negara, PP BUMD, dan UU Pemberantasan Korupsi. Kasus ini kini masih dalam tahap penyidikan lanjutan.

Dorongan Reformasi dan Integritas Daerah

Menurut Purbaya, praktik korupsi dan manipulasi audit menjadi penghambat besar pembangunan daerah serta mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ia menegaskan, Kementerian Keuangan berkomitmen memperkuat pengawasan dan transparansi anggaran daerah serta mendorong peningkatan integritas pejabat publik.

Selain fokus pada reformasi keuangan daerah, Purbaya juga dikenal lewat kebijakan fiskal progresif seperti suntikan dana Rp200 triliun ke bank Himbara, penurunan tarif PPN, dan penghapusan utang kecil bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sikap tegasnya membuat publik menjulukinya sebagai “menteri gas pol”, yang tak segan membongkar praktik korupsi demi keuangan negara yang bersih dan berintegritas.

Laporan: Tim

Audit BPK Badan Pemeriksa Keuangan BPK kementerian keuangan Menkeu Purbaya Geram Menkeu Purbaya Geram Banyak Daerah Masih Main Proyek Fiktif Menkeu Purbaya Geram Daerah Masih Main Suap Audit BPK Menteri Keuangan purbaya yudhi sadewa TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleHarga Beras Naik? Amran: 92 Persen Gabah Dikuasai Swasta, Bukan Bulog!
Next Article Tekan Angka Kemiskinan, Pemkot Tangsel Targetkan 386 Program Bedah Rumah Pakai APBD
Sulis

Related Posts

IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

17 April 2026

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026

Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

17 April 2026

Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

17 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

By tintaotentik.co17 April 20260

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa lembaga internasional, seperti International Monetary…

 

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026

Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

17 April 2026

Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

17 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.