TintaOtentik.co – Langkah strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merombak tata kelola industri keuangan domestik mendapatkan pengakuan luas di kancah regional.
ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) secara resmi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia, yang dinilai sukses mendongkrak standar transparansi, memperketat penegakan hukum, serta memperdalam likuiditas pasar.
Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK, Agus E. Siregar, menyambut baik dukungan kolektif dari forum regulator se-kawasan Asia Tenggara tersebut.
Menurutnya, apresiasi ini menjadi validasi penting atas komitmen jangka panjang Indonesia dalam membangun ekosistem pasar keuangan yang kredibel dan berdaya saing global.
“OJK mengapresiasi dukungan ACMF sebagai bentuk pengakuan regional terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal Indonesia sekaligus momentum untuk terus memperkuat integritas, kredibilitas, dan daya saing pasar modal nasional,” ungkap Agus E. Siregar melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
OJK berkomitmen untuk terus mengawal agenda pembenahan struktural secara konsisten. Fokus utama diarahkan pada penguatan good corporate governance, standar keterbukaan informasi emiten, ketegasan pengawasan hukum, hingga penciptaan struktur pasar yang efisien dan inklusif demi memberikan perlindungan maksimal bagi para investor.
“Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya OJK untuk memperkuat pelindungan investor, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, serta memastikan pasar modal Indonesia terus berkembang sejalan dengan praktik terbaik dan standar internasional,” tambahnya.
Sebagai forum regulator pasar modal yang menaungi 11 negara anggota ASEAN di mana OJK aktif berpartisipasi dalam berbagai kelompok kerja maupun High-Level Meeting, ACMF menilai Indonesia sebagai pilar krusial dalam memperkuat stabilitas keuangan regional.
Dukungan kuat ini mencakup pengakuan atas kemajuan regulasi domestik yang diyakini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang di kawasan.
Selain memberikan dukungan terhadap Indonesia, pertemuan berkala ACMF turut mematangkan progres implementasi ACMF Action Plan 2026-2030.
Cetak biru strategis tersebut berfokus pada lima pilar utama:
- Konektivitas Pasar Modal:bMelanjutkan inisiatif lanjutan seperti Depositary Receipt Issuance Handbook, Roadmap for ASEAN Cross-Listings, pengembangan ASEAN Indices, hingga ASEAN Collective Investment Schemes untuk memperluas instrumen lintas negara.
- Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance): Mendorong pengungkapan informasi hijau dan penerapan standar tata kelola perusahaan yang baik.
- Pengawasan & Penegakan Hukum: Mempererat koordinasi antar-otoritas kawasan dalam mengantisipasi pelanggaran pasar lintas batas.
- Pengembangan Pasar Modal Syariah serta penguatan tata kelola korporasi secara menyeluruh.
Melalui sinergi erat antara reformasi domestik yang progresif dan kolaborasi aktif di tingkat regional, OJK optimis pasar modal Indonesia tidak hanya mampu memperkuat posisinya di kancah ASEAN, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
