TintaOtentik.Co – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Kota Tangsel, pada tahun 2026 tidak akan menggelontorkan belanja modal secara signifikan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, H. Ahmad Dohiri, mengatakan untuk tahun 2026 Damkar tidak ada belanja modal signifikan. Karna memang alokasinya terbatas, jadi semua di anggaran kita alokasikan untuk gaji dan tunjangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Sehingga untuk tahun 2026, tidak ada pengadaan belanja modal yang sangat signifikan,” ujar Ahmad Dohiri, kepada TintaOtentik.Co, Kamis , (3/12/2025).
Pria yang akrab disapa Adam itu menyampaikan, memang ada belanja alat, hanya saja tidak sampai Rp200 juta.
“Belanja modal ada Rp155 juta yang terdiri sensor 3, senter 3, pom (Alat Pemadam Api Berat) beserta liquid, seragam damkar untuk dipakai anak TK yang kunjungan ke Damkar,” kata Adam.
“Alasannya tidak perbanyak belanja mobil kebakaran, karna alokasi kita terbatas anggarannya. Jadi kita mendahulukan dulu untuk gaji pegawai dan kebutuhan pokok lah,” lanjut Adam.
Misalnya nih, Adam jelaskan, gaji pegawai lengkap 12 bulan dengan tunjangan, PPPK udah harus dibayar tunjangannya di tahun 2026. Lalu kemudian tentu listrik 12 bulan, terus Bahan Bakar Minyak (BBM) sama perawatan mobil kita yang unit dengan suku cadang kita full 12 bulan. Hal tersebut itu yang urgent, bbm dan perawatan. Sebab mobil pemadam kita sudah tua-tua, jadi mesti harus ada alokasi perawatan.
“Kemudian yang urgent makan minum teman-teman petugas dibikin 2 kali sehari, tapi untuk saat ini cuma 10 bulan, nanti di anggaran perubahan tahun 2026 kita anggarkan lagi,” tutur Adam.
Adam menambahkan Tangsel sendiri punya mobil pemadam kebakaran ada 16 unit dengan 1 non aktif dan yang 1 mobil bronto yang dalam perbaikan. Sebab sistemnya bermasalah, sekarang lagi diperbaiki, muda-mudahan di tahun ini membaik untuk di opersionalkan.
“Yang paling bisa aktif itu mobil unit dam kita ada 14. Satu non aktif, karna mau kita bikin mobil edukasi TK, karna memang mobil itu pompanya sudah rusak berat. Sehingga nanti kita akan modifikasi sedikit untuk mobil edukasi TK,” terang Adam.
“Nah yang 14 mobil aktif ini tersebar di 7 pos setiap kecamatannya. Walaupun yang belum itu Kecamatan Setu, meskipun wilayah Setu sudah di back up oleh pos sektor 6,” tutup Adam.
Laporan: iwanpose
