Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

    29 May 2026 No Comments

    PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

    29 May 2026 No Comments

    Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

    29 May 2026 No Comments

    SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

    27 May 2026 No Comments

    Rp16 Ribu per Kilogram, Malaysia Gelontorkan Rp8 Triliun Beli Beras Indonesia 500 Ton

    26 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Anthony Salim dengan Berbagai Macam Bisnis, Salah Satu yang Kuasai Pasar Indonesia

0
By Irfan Kurniawan on 29 November 2024 Ekonomi

TintaOtentik.co – Konglomerat Anthony Salim dan keluarganya dikenal dengan keberagaman bisnis yang mereka jalankan di berbagai sektor, serta pengaruh mereka yang besar dalam pergerakan pasar saham Indonesia. 

Melalui Grup Salim, Anthony Salim memiliki sejumlah perusahaan besar di Indonesia, termasuk yang bergerak di sektor barang konsumen, perbankan, perkebunan, dan pertambangan.

Generasi pertama keluarga Salim, yaitu ayahnya, Liem Sioe Liong (Sudono Salim), pernah menjadi pemegang saham pengendali Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar. 

Namun, Grup Salim kehilangan sebagian besar saham di BBCA saat krisis moneter 1998 melanda, ketika terjadi kepanikan bank dan likuiditas menipis, yang memaksa pemerintah campur tangan untuk menyelamatkan bank tersebut. Kendali atas BBCA akhirnya berpindah ke Grup Djarum milik Hartono bersaudara.

Meski kehilangan BBCA, kekayaan Grup Salim tidak berkurang. Keberhasilan mereka terletak pada ekspansi dan diversifikasi bisnis. Grup Salim dikenal luas melalui dua emiten konsumen terbesar mereka, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang memiliki berbagai produk makanan dan minuman populer di Indonesia, seperti Indomie, Pop Mie, Indomilk, Chitato, dan masih banyak lagi. 

INDF juga memiliki saham mayoritas di ICBP, yang menjual berbagai produk makanan dan minuman yang dikenal di pasar.

Selain itu, Grup Salim juga mengendalikan sejumlah perusahaan lain di berbagai sektor. Di sektor konsumen, mereka memiliki saham di perusahaan pembuat roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), dan juga bekerja sama dengan keluarga Gelael untuk mengelola KFC di Indonesia melalui Fast Food Indonesia (FAST). Grup Salim juga menguasai perusahaan minyak goreng seperti PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) di sektor perkebunan sawit.

Di sektor otomotif, Grup Salim terlibat dalam PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) dan perusahaan anak usahanya, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS). Grup ini juga memiliki saham di sektor konstruksi melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), serta memiliki investasi di PT Medco Energi International Tbk (MEDC) di sektor energi.

Di sektor teknologi dan media, Grup Salim memiliki saham di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan juga terlibat dalam industri tambang Indonesia, termasuk di perusahaan batu bara BUMI dan tambang emas-tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Dengan portofolio bisnis yang sangat beragam dan meluas, Grup Salim memiliki pengaruh besar di pasar Indonesia, baik melalui kepemilikan langsung maupun tidak langsung di banyak emiten, yang keseluruhannya memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar, menjadikannya salah satu pemain utama di pasar saham Indonesia.

anthoni salim anthony salim berita ekonomi bisnis Ekonomi pengusaha Indonesia salim grup
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleProgram Prioritas 100 Hari Kerja Prabowo, Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan Boros Sumber Daya
Next Article Rama-Shinta Hargai Hasil Resmi dari KPU Tangsel: Pilkada adalah Festival Ide dan Gagasan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

29 May 2026

Rp16 Ribu per Kilogram, Malaysia Gelontorkan Rp8 Triliun Beli Beras Indonesia 500 Ton

26 May 2026

Aktif di Lingkungan, 5 Usaha APP Group Raih Top CSR Awards 2026

26 May 2026

Jelang Idul Adha, Pasokan Bahan Pokok di Pasar Serpong Masih Kondisi Aman

25 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

KPK Bakal Usut Dugaan Suap Pegawai Kemenhub Soal Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api

By tintaotentik.co29 May 20260

TintaOtentik.Co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penerimaan uang yang dilakukan pegawai-pegawai di Kementerian…

 

 

 

PTPN I Selesaikan Kasus Kakek Mujiran Ambil Sisa Getah dengan Restorative Justice

29 May 2026

Harga Sawit Anjlok Akibat Sentimen Ekspor, Kementan Beri Warning 139 Pabrik

29 May 2026

SEMMI Banten Gelar Qurban Masuk Desa Bersama Polda

27 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.