Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

    17 July 2026 No Comments

    Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

    17 July 2026 No Comments

    Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

    17 July 2026 No Comments

    DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

    17 July 2026 No Comments

    Menang PTUN, Yayasan Desak Menteri Agama Cabut KMA 1543/2025 Soal Integrasi Yayasan ke UIN Jakarta

    16 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Regional»Kisah Tukang Sol Sepatu Bertarung Hidup di Tangsel 24 Tahun, Jauh dari Kata Sejahtera

Kisah Tukang Sol Sepatu Bertarung Hidup di Tangsel 24 Tahun, Jauh dari Kata Sejahtera

0
By Irfan Kurniawan on 4 June 2024 Regional

TintaOtentik.co – Semangat dan tekad yang kuat dari Nurdin (40) dalam mencari nafkah bagi keluarganya patut menjadi teladan buat generasi selanjutnya. Namun sayang, selama 24 tahun hidup di Kota Tangerang Selatan, ia mengaku tak pernah merasakan sentuhan dari Pemerintah Kota setempat.

Sentuhan yang idealnya memudahkan keberlangsungan kehidupan masyarakat kota tersebut. Sentuhan yang menjamin hak-hak yang harusnya diberikan.

Ya, Nurdin lahir di Kuningan pada tahun 1984, ia memang tidak lahir di kota tersebut, perjalanan hidupnya lah yang membawa ia berlabuh disana.

Saat ini, Ia bersandar pada usahanya yakni membuka jasa sol sepatu di pelataran Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Setiap hari ia naik angkutan umum dari rumahnya di daerah Pondok Ranji menuju Ciputat.

Selama menetap di Tangerang Selatan dari tahun 2000 hingga saat 2024, Nurdin merasakan kurangnya kehadiran Pemerintah Kota untuk menjamin kehidupan sosial bagi masyarakatnya.

Lanjutnya, kehadiran Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang dirasakan dan terlihat hanya pembangunan yang sifatnya fisik.

“Hanya dampak lingkungan saja yang saya rasakan, seperti perbaikan drainase, pembangunan jalanan, dan lain-lain yang bersifat pembangunan dan perbaikan,” terangnya.

24 tahun bukanlah waktu yang singkat, ia sampai berani mengungkapkan bahwa belum pernah menerima dampak sosial dari pemerintah.

Dampak sosial yang dimaksud adalah kesehatan, pendidikan, ataupun hal lainnya yang menjamin kesejahteraan untuk masyarakat.

“Sedangkan untuk dampak sosialnya seperti jaminan biaya pendidikan, kesehatan dan lainnya itu belum pernah saya rasakan selama saya tinggal disini,” ungkap Nurdin.

“Maka dari itu, untuk mendekati cukup saja sangat sulit, bahkan terkadang sangat dipaksakan demi memenuhi isi dapur agar kompor tetap menyala,” tandas Nurdin.

Kisah ini bisa menjadi tanda tanya besar, apakah dengan waktu selama itu, benar-benar ada masyarakat yang masih belum menerima efek dari program-program yang sudah selama ini dipersiapkan dan dijalankan? Nyatanya ada, lalu pertanyaan selanjutnya, kok bisa?

Apakah kebijakan-kebijakan dan program yang selama ini dijalankan oleh Pemerintah Kota yang mempunyai slogan Cerdas, Modern, Religius ini salah sasaran? Atau hanya sekedar ‘citra’?

Hak asasi manusia Hak rakyat Kesejahteraan Kesejahteraan rakyat Kisah Hidup Kisah pilu Rakyat Sol sepatu Tangerang Selatan Tangsel
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBAZNAS Berikan 100 Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia di Mekkah
Next Article Tercatat Ada 2.850 Spesies Tanaman Obat dan 22.000 Ramuan di Indonesia
Irfan Kurniawan

Related Posts

Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

17 July 2026

Menang PTUN, Yayasan Desak Menteri Agama Cabut KMA 1543/2025 Soal Integrasi Yayasan ke UIN Jakarta

16 July 2026

Gandeng Pemkot, ATR/BPN Tangsel Perkuat Implementasi NIB-NOP dan BPHTB Fiktif Positif

15 July 2026

Geram Bikin Macet, Dewan Julham Firdaus Minta Pembatas Jalan Rawa Buntu Dibongkar!

15 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Masuk Musim Kemarau, DSDABMBK Tangsel Optimalkan Normalisasi Sungai

By tintaotentik.co17 July 20260

TintaOtentik.Co – Bagi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang…

 

 

 

 

 

Tepis Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop: Bukan di Kementerian Kami

17 July 2026

Kepala Daerah Kerap Kena OTT, Mendagri: Imbas Gaji Tak Seberapa, Belanja Kampanye Mahal

17 July 2026

DPR Tercengang Ada Temuan BPK Soal Kemensos Mesti Kembaliin Uang Bansos Rp2 Triliun

17 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.