Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Regional

Kisah Tukang Sol Sepatu Bertarung Hidup di Tangsel 24 Tahun, Jauh dari Kata Sejahtera

0
By Irfan Kurniawan on 4 June 2024 Regional

TintaOtentik.co – Semangat dan tekad yang kuat dari Nurdin (40) dalam mencari nafkah bagi keluarganya patut menjadi teladan buat generasi selanjutnya. Namun sayang, selama 24 tahun hidup di Kota Tangerang Selatan, ia mengaku tak pernah merasakan sentuhan dari Pemerintah Kota setempat.

Sentuhan yang idealnya memudahkan keberlangsungan kehidupan masyarakat kota tersebut. Sentuhan yang menjamin hak-hak yang harusnya diberikan.

Ya, Nurdin lahir di Kuningan pada tahun 1984, ia memang tidak lahir di kota tersebut, perjalanan hidupnya lah yang membawa ia berlabuh disana.

Saat ini, Ia bersandar pada usahanya yakni membuka jasa sol sepatu di pelataran Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Setiap hari ia naik angkutan umum dari rumahnya di daerah Pondok Ranji menuju Ciputat.

Selama menetap di Tangerang Selatan dari tahun 2000 hingga saat 2024, Nurdin merasakan kurangnya kehadiran Pemerintah Kota untuk menjamin kehidupan sosial bagi masyarakatnya.

Lanjutnya, kehadiran Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang dirasakan dan terlihat hanya pembangunan yang sifatnya fisik.

“Hanya dampak lingkungan saja yang saya rasakan, seperti perbaikan drainase, pembangunan jalanan, dan lain-lain yang bersifat pembangunan dan perbaikan,” terangnya.

24 tahun bukanlah waktu yang singkat, ia sampai berani mengungkapkan bahwa belum pernah menerima dampak sosial dari pemerintah.

Dampak sosial yang dimaksud adalah kesehatan, pendidikan, ataupun hal lainnya yang menjamin kesejahteraan untuk masyarakat.

“Sedangkan untuk dampak sosialnya seperti jaminan biaya pendidikan, kesehatan dan lainnya itu belum pernah saya rasakan selama saya tinggal disini,” ungkap Nurdin.

“Maka dari itu, untuk mendekati cukup saja sangat sulit, bahkan terkadang sangat dipaksakan demi memenuhi isi dapur agar kompor tetap menyala,” tandas Nurdin.

Kisah ini bisa menjadi tanda tanya besar, apakah dengan waktu selama itu, benar-benar ada masyarakat yang masih belum menerima efek dari program-program yang sudah selama ini dipersiapkan dan dijalankan? Nyatanya ada, lalu pertanyaan selanjutnya, kok bisa?

Apakah kebijakan-kebijakan dan program yang selama ini dijalankan oleh Pemerintah Kota yang mempunyai slogan Cerdas, Modern, Religius ini salah sasaran? Atau hanya sekedar ‘citra’?

Hak asasi manusia Hak rakyat Kesejahteraan Kesejahteraan rakyat Kisah Hidup Kisah pilu Rakyat Sol sepatu Tangerang Selatan Tangsel
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleBAZNAS Berikan 100 Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia di Mekkah
Next Article Tercatat Ada 2.850 Spesies Tanaman Obat dan 22.000 Ramuan di Indonesia
Irfan Kurniawan

Related Posts

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026

Lelang Jabatan Kota Tangsel: Mukroni, Hadi Widodo, Dahlan, Hardi, Ika, Masuk Kategori Terbaik?

13 April 2026

PKL dan Parkir Liar Pasar Ciputat Jadi Persoalan Utama Kemacetan

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.